
Hamparan laut biru didepannya membuat Klayra takjub. Kalau dipikir sudah lama terakhir Klayra ke Pantai. Seneng banget rasanya pas air menyentuh kaki Klayra.
Vino hanya memandangi ciptaan Tuhan yang paling indah itu dengan tersenyum.
Klayra berlari menghampiri Vino dan menarik tangannya.
“Ayok sini!” Ajak Klayra.
Sekarang mereka berdua berdiri disisi pantai dan membiarkan air menyapu kakinya. Ya hanya berdiri begini saja sudah membuat Klayra senang.
“Kok kamu tau aku suka pantai?”
“Tau dong! Masa kesukaan pacar sendiri ga tau.” Vino mencubit gemas hidung Klayra.
“Waktu kecil aku sampe ga mau pulang klo diajak ke Pantai.” Kenang Klayra.
“Trus sekarang mau nginep sama aku?” Goda Vino.
“Ishh… ngarep!” Klayra berlari meninggalkan Vino.
“Hey mau kemana?” Vino mengejarnya.
“Ayo tangkep aku klo bisa!”
Oke… Itu mau kamu ya… Aku pasti tangkep kamu dan ga akan pernah aku lepasin lagi. Janji Vino dalam hatinya.
Vino mengangkat Klayra, menggendongnya mendekati pantai.
“Vino turunin! Ampun… aku ga bawa baju ganti!” Teriak Klayra. Dia tau Vino pasti mau menceburkannya ke pantai.
“Vino…!!” Teriak Klayra begitu dia dijatuhkan ke air. “Jahat banget sih…”
Vino puas banget menertawakan Klayra. Klayra pura-pura ngambek. Begitu mendekat ditariknya Vino sampai terjatuh ke air. Gantian Klayra sekarang yang menertawakannya.
“1-0.” Klayra mengerling jahil.
Cukup lama mereka berdua menghabiskan waktu dengan basah-basahan. Sampai Klayra cape sendiri. Sekarang mereka berdua duduk bersandar dibawah pohon dengan baju basah.
“Klo aku sampe masuk angin lo tanggung jawab ya,” Ucap Klayra.
“Siap. Suruh tanggung jawab sekarang juga aku mau kok! Yuk ke KUA!” Vino hendak menarik tangan Klayra, tapi Klayra menahannya.
“Ihh siapa yang minta dinikahin sih?”
“Lahh tadi kan kamu sendiri yang minta aku buat tanggung jawab kan?”
Ampun dah ni cowo. Kenapa arah pembicaraannya selalu menjurus kesana? Tadi pacar sekarang KUA?
“Segitu ngebetnya kamu sama aku ya?” Goda Vino lagi.
Sekarang posisi Vino sudah duduk disebelahnya kembali. Wajahnya begitu dekat dengan Klayra. Membuat nafasnya sangat terasa diwajah Klayra.
Begitu Klayra hendak memalingkan wajahnya, Vino menahannya dengan menyentuh pipi Klayra. Dikecupnya bibir mungil yang sedari tadi begitu menggodanya.
Klayra membelalakan matanya karena dicium tiba-tiba. Tangan Klayra sudah siap mendorong dada Vino, namun sekarang ditahannya kedua tangannya itu. Vino mencium bibir Klayra dengan lebih agresif.
“emmmm….” Klayra masih berusaha berontak. Tapi Vino seolah tidak mau melepaskannya.
Digigitnya bibir bawah Klayra membuatnya membuka mulut hendak berteriak dan justru itu membuat Vino semakin
Entah kenapa meskipun tubuhnya ingin meronta tapi bibirnya seolah meminta lebih. Klayra seperti menikmati setiap
ciuman dibibirnya.
Ciuman Vino berubah menjadi lebih lembut. Membiarkan Klayra untuk bisa lebih bernafas. Perlahan dilepaskannya
bibirnya dari bibir Klayra.
Klayra masih terengah-engah menerima ciuman seagresif Vino. Jantungnya berdetak lebih kencang. Bahkan Klayra merasa beribu kali lebih cepat dari biasanya.
Klayra segera buang muka dan menarik tangannya. Klayra tau Vino masih terus menatapnya sambil tersenyum.
Klayra memejamkan matanya malu.
Ya Tuhan… sekarang harus gimana? Klayra meremas jarinya sendiri karena gugup.
Diraihnya jari jemari itu dan kecupnya punggung tangan Klayra, “Makasih cantik… Hari ini hari terbaik buat aku karena akhirnya kamu resmi jadi pacar aku.”
Klayra membelalakan matanya hendak protes.
“Ssssttt… aku udah kiss kamu loh… emang kamu mau dikiss sama bukan pacar sendiri?”
Deg! Tiba-tiba saja bayangan kelam masa lalu Klayra seolah berputar-putar dikepalanya. Kejadian menyakitkan 2
tahun lalu. Kejadian yang sama sekali tak ingin Klayra ingat namun seperti baru saja diingatkan oleh Vino.
Klayra memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing.
“Kamu kenapa Klay?” Tanya Vino yang panik melihat wajah Klayra yang tiba-tiba pucat.
“Aku mau pulang…” Ucap Klayra begitu pelan, suaranya melemah.
“Kamu sakit?” Vino mecoba menyentuh pipinya.
“Aku bilang aku mau pulang!!” Teriak Klayra histeris. Air matanya tiba-tiba luruh tanpa bisa dibendung.
“Ya udah iya kita pulang…” Vino hendak membantu Klayra berdiri.
“Aku bisa sendiri.” Klayra menepis tangan Vino dan berjalan didepannya.
Vino bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa tiba-tiba Klayra berubah? Apa yang salah? Apa Klayra marah karena dia menciumnya tanpa izin?
*****
Makasih yang masih setia baca He’s My Past.
Jangan lupa Like dan comment supaya author makin semangat nulisnya.
Boleh juga loh follow IG author @nbadriah26
See you next episode #kiss #hug