
Warning 18+
Please bijak dalam membaca.
-----------
"Aku mau kamu..." Vino menjatuhkan kepalanya diceruk leher Klayra. Klayra bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya.
Nafas Vino terasa hangat dilehernya.
Cup!
Vino mengecup leher Klayra, membuat jantungnya tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat dan membuat sensasi merinding ditubuhnya.
Vino menengadahkan kepalanya menatap Klayra, menyentuh lembut pipi Klayra.
"Aku kangen kamu..."
"Vin... Aku harus pulang..." Klayra bangun dengan tergesa, tapi Vino menahan tangannya.
"I need you Klay... Just tonight please..."
Vino menatap Klayra dengan tatapan sendu. Tatapan yang berbeda dari biasanya. Tatapan yang membuat Klayra tidak ingin meninggalkannya.
Hanya Vino yang bisa membuat Klayra jatuh cinta dalam waktu singkat. Hari-hari bersama Vino adalah hari-hari penuh kenangan manis yang tidak mungkin bisa dilupakan. Sikap Vino yang periang dan kepedean yang luar biasa mampu membuat Klayra bahagia.
Klayra kembali menghampiri Vino dan duduk disisi tempat tidur. Vino memeluk Klayra dengan erat. Sangat erat sampai Klayra merasa sulit bernafas. Klayra hanya diam membiarkan Vino memeluknya. Merasakan perasaannya yang menghangat. Lelaki ini yang sudah membuatnya nyaman. Yang membuat Klayra berani jatuh cinta.
Vino membelai lembut punggung terbuka Klayra. Vino seolah dibuat jatuh cinta berulang kali dengan penampilan gadisnya malam ini. Klayra begitu cantik. Semua orang bahkan membicarakan Klayra. Betapa Vino merasa jadi laki-laki paling beruntung bisa memiliki Klayra sebagai kekasihnya. Vino tidak suka melihat teman-temannya memandangi tubuh Klayra dengan tatapan seperti binatang kelaparan. Hanya dialah yang berhak, tidak ada lelaki manapun yang boleh menatap Klayra seperti malam ini.
Vino mengecup bahu Klayra. Suhu badan Vino terasa hangat menyentuh tubuhnya. Vino merambat mengecup ke leher Klayra dan menjilatnya membuat Klayra menggeliat geli.
"Vin... Jangan..."
Klayra mendorong pelan tubuh Vino. Tapi Vino semakin agresif menjilat, menghisap bahkan menggigit leher Klayra hingga meninggalkan bekas merah.
Vino menarik Klayra ke tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya.
"Vin kamu mabuk..."
"I love you Klay..."
Vino kembali mencium Klayra lebih dalam, lebih lembut tanpa menuntut. Tanpa sadar Klayra memejamkan matanya. Menikmati setiap ciuman Vino. Entah sejak kapan Klayra mulai membalas ciumannya. Membiarkan lidah mereka saling bertautan. Klayra mengalungkan tangannya ke leher Vino. Meremas bahu bidang laki-laki yang sangat dirindukannya.
Vino mulai lebih agresif. Balasan ciuman dari Klayra membuatnya lebih bergairah. Vino seolah tidak bisa menahannya kali ini. Perasaannya membludak. Ia ingin memiliki Klayra seutuhnya. Menciumnya, menyentuhnya, menjadikan dia wanitanya.
Nafas Klayra mulai terengah-engah. Vino tidak memberinya jeda sama sekali bahkan untuk sekedar mengambil nafas. Ciuman Vino begitu memabukkan. Tangan Vino meremas mesra belakang leher Klayra. Ciumannya kini pindah ke dagu. Vino mengecupnya sekilas sebelum turun ke leher.
"Vin..."
Vino menengadah menatap Klayra. Dia tersenyum melihat gadisnya. "You are mine Klay..."
Vino memegang kedua tangan klayra disisi kepala Klayra.
"Vin kamu mau apa?" Klayra tiba-tiba gugup. Vino tepat diatas tubuh Klayra. Rambutnya berantakan dan sudah basah oleh keringat.
"Do you trust me?" Vino menatap Klayra lekat-lekat. Vino tidak tahu apakah memang ini seratus persen pengaruh alkohol atau memang Vino yang tidak bisa menahan gairahnya?
Vino kembali menciumi Klayra. Bibirnya, pipinya, rahangnya hingga turun ke lehernya. Vino tidak peduli dengan Klayra yang terus bergerak mencoba melepaskan diri dari cengkaraman Vino.
"I love you more than anything Klay..."
Entah apa yang akan terjadi. Vino berkali-kali mengungkapkan perasaannya. Berusaha membuat Klayra percaya. Tidak tahu kah Vino kalau Klayra sudah mempercayainya dari awal?
Klayra hanya diam saat perlahan tangan Vino melepaskan tangannya. Vino menatapnya sebentar sebelum tangan Vino menyelinap ke punggung Klayra untuk menarik resleting gaunnya.
"Vin..." Klayra menyentuh pipi Vino.
"Believe me..."
Tidak ada penolakan. Vino menarik turun gaun Klayra dan melemparnya sembarangan ke lantai. Vino membuka kancing kemeja dan celananya dengan cepat.
Klayra memejamkan matanya. Merasakan tubuh mereka bersentuhan.
Mungkin mereka akan sama-sama menyesali kejadian malam ini.