
"Klay..." senggol Alvia sambil memberi kode dengan matanya.
Klayra mengikuti arah pandang mata Alvia. Disana dipojokan sekolah Vino sedang merangkul seorang cewe.
"Udah yuk ke kantin aja!" Ajak Klayra sambil berjalan mendahului Klayra.
"Tunggu Klay!" Kejar Alvia.
Vino melihatnya dari jauh. Kemudian meninggalkan cewe yang dirangkulnya begitu saja.
***
Klayra sudah hendak naik ojek online ketika tiba-tiba sebuah tangan menariknya.
"Ikut aku!" Perintah Vino tanpa menunggu persetujuan Klayra. Ditariknya Klayra kedalam mobil.
"Apaan sih Vin? Itu kan abangnya kasian..."
"Cancel aja!" Jawab Vino ketus dan langsung tancap gas.
Klayra hanya menoleh sekilas. Kemudian dia chat abang ojek onlinenya dan meminta maaf karena harus cancel.
Selama perjalanan Klayra hanya melihat keluar jendela.
"Kita mau kemana?" Ketika dilihatnya Vino melewati jalan yang seharusnya kearah rumah Klayra.
Klayra menoleh. Vino tidak menjawab, matanya masih lurus kedepan. Tatapan mata tajam itu bahkan tidak mau menoleh kearah Klayra.
Klayra kembali membuang pandangannya keluar jendela.
Vino memarkirkan mobilnya di parkiran hotel. Klayra bingung kenapa Vino mengajaknya kesini?
"Vin... Kita kenapa kesini?"
Vino masih tidak mau menjawab. Dia keluar dari mobil mengitarinya untuk membukakan pintu disisi Klayra. Ditariknya Klayra agar mengikutinya.
Vino melewati meja resepsionis begitu saja. Klayra hanya menunduk malu karena masih menggunakan seragam sekolah.
Vino men-tap kartu akses ke pintu salah satu kamar hotel. Begitu pintu terbuka Vino menarik Klayra masuk.
"Vin..." Klayra takut-takut memanggil nama Vino yang masih tidak melepaskan tangannya.
Vino melepaskan tangannya dan berbalik menghadap Klayra.
Nada suaranya begitu dingin. Bukan seperti Vino yang Klayra kenal.
Vino duduk diujung tempat tidur menghadap ketempat Klayra berdiri. Dibukanya tas backpack yg Vino pakai dan mengeluarkan isinya.
Bir? Klayra hanya menatap Vino tidak mengerti. Apa yang dia mau?
Vino melempar 1 kaleng bir kearah Klayra. Klayra dengan gelagapan menangkapnya.
"Minum!" Perintahnya sambil dia sendiri meminum bir ditangannya.
"Vin... Aku ga minum alkohol..." Jawab Klayra pelan.
"Oh ya? Bukannya dulu kamu sama Daniel mabuk-mabukan sebelum check in?"
Daniel lagi? Kenapa Vino kembali membahas tentang Daniel?
"Aku ga ada hubungan apa-apa sama Daniel..."
"Ga ada apa-apa trus check in?" Tanya Vino sedikit menaikkan nada suaranya.
"Bu..bukan kayak...gitu Vin..." Klayra menjawab dengan gugup. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Segitu bencinya kah Vino padanya sekarang?
"Aku masih ga percaya kalo kamu cewe kayak gitu..." Vino menengguk habis bir dikalengnya, kemudian melemparnya begitu saja. Dibukanya kembali satu bir lain.
"Vin... Jangan minum lagi..." Klayra memberanikan diri mendekat dan mengambil kaleng bir yang sudah diminum setengahnya. Klayra membuangnya sembarangan.
Vino menatap Klayra tajam. Ditariknya Klayra hingga jatuh ke kasur. Dipegangnya kedua pergelangan tangan Klayra. Diciumnya Klayra dengan kasar. Klayra meronta, digerakkannya kepalanya ke kiri dan ke kanan agar bibirnya terlepas dari pagutan Vino. Dia berusaha sekuat tenaga melepaskan tangannya. Tapi Vino begitu kuat. Air mata Klayra mulai menetes.
Digigitnya bibir bawah Klayra. Ciumannya turun ke leher.
"Vin... Jangan..."
Vino masih tidak berhenti. Dikecupnya leher Klayra. Dijilatnya dengan penuh nafsu.
Klayra terisak. Seketika Vino berhenti. Dilepaskannya Klayra dan Vino langsung pergi ke balkon dengan bir-birnya.
Klayra hanya bisa menangis. Kenapa sejahat itu kamu nilai aku? Aku bukan cewe kayak gitu Vin...
Klayra memejamkan matanya. Arimatanya mengalir deras membasahi sprei. Hatinya terasa amat sakit.