
Klayra menghampiri Vino yang sudah mabuk. Dia duduk berselonjor kaki. Matanya sudah tertutup.
Disentuhnya bahu Vino untuk membangunkannya. Tapi Vino tidak bergerak.
"Vin..." Digoyangkannya lagi bahu Vino.
Akhirnya Vino membuka matanya, kepalanya masih berat, wajah didepannya terasa kabur.
Vino hendak bangun namun malah menubruk Klayra. Klayra bersusah payah agar tidak jatuh. Klayra memeluk pinggang Vino menahan berat tubuhnya yang dua kali lebih berat dari tubuh Klayra.
"Vin... Bangun..." Klayra benar-benar tidak kuat jika harus membawa Vino kedalam.
Vino bergerak dipelukan Klayra. Diangkatnya kepalanya. Dikerjap-kerjapkan matanya menatap gadis dihadapannya itu.
Vino tersenyum, "Klayraku sayang..." Dia tiba-tiba tertawa. Klayra tahu Vino masih mabuk.
"Masuk dulu Vin... Aku ga kuat mapah kamu..."
Vino melepaskan pelukannya. Dia berjalan ke pintu, tapi baru beberapa langkah sudah terjatuh.
"Vino...!" Klayra mencoba menahannya, namun malah ikut terjatuh menubruk Vino. Tubuhnya sekarang tepat diatas Vino. Klayra berusaha berdiri, tapi Vino memeluknya erat.
"Jangan pergi Klay... Kamu tau aku sayang sama kamu kan..."
Klayra diam saja. Entah harus percaya kata-katanya saat mabuk atau tidak.
"Aku benci kamu pernah disentuh cowo lain..."
Klayra masih tidak menyahut. Dia berusaha melepaskan pelukannya.
"Ayo kamu harus bangun Vin..." Klayra menarik tangan Vino sampai terduduk. Vino menjatuhkan kepalanya didada Klayra. Seketika jantung Klayra berdegup kencang. Dia takut Vino bisa mendengarnya. Klayra langsung berdiri.
Vino menengadah menatap Klayra. Klayra tidak berani menatapnya. "Kenapa kamu takut deket aku? Apa aku ga seganteng Daniel?"
Klayra memejamkan matanya. Klayra benci Vino berulang kali menyinggung nama Daniel. "Vin... Aku sama Daniel ga ada hubungan apa-apa..."
Vino tertawa mendengar jawaban Klayra, "Ga ada hubungan apa-apa? Kamu ngelucu ya...?"
Vino bangkit dari duduknya. Meskipun sempoyongan dia berusaha berdiri didepan Klayra.
"Kenapa kamu ga mau jelasin ke aku?" Vino mencoba menatap Klayra yg menunduk.
Klayra bersusah payah tidak mau mengingat malam itu. Kenapa Vino terus memaksanya? Tangannya mulai gemetar ketika Klayra berusaha mengingatnya. Kepalanya mulai terasa sakit. Tidak! Dia tidak mau mengingat malam itu!
Vino memegang bahu Klayra. Gadis itu membuang muka tanpa mau menatapnya. Vino hanya tersenyum karena tidak dipedulikan.
Vino melangkah ke tempat tidur. Dilemparnya tubuhnya ke kasur itu. Kepalanya masih nyut-nyutan karena alkohol. Dia tidak ingin bangun. Paling tidak sampai kepalanya tidak terasa sakit.
*****
"Iya Mah... Aku masih diluar... iya bentar lagi aku pulang..." Klayra menutup telpon dari Mamanya.
"Klay..."
Klayra terkajut dengan suara tiba-tiba dibelakangnya. Dia menoleh, "Kamu udah bangun?"
Vino memegang kepalanya yang sedikit pusing. Dia hanya mengangguk menjawab pertanyaan Klayra.
"Klo gitu aku pulang ya..." Klayra meraih tasnya, tapi Vino menahan tangannya.
"Vin, ini udah malem..." Lanjut Klayra.
Vino menoleh ke arah balkon. Diluar sudah gelap. Vino berusaha mengingat kejadian tadi. Dia hanya ingat ketika dia minum di balkon dan ketika sadar dia sudah di tempat tidur.
Vino melepaskan tangannya. Klayra buru-buru mengambil tasnya dan keluar dari hotel.
******
Haii ketemu lagi sama kata-kata dari Author.. Ehehehe... semoga ga bosen yah tiba-tiba nyelip diakhir part.
Btw, novelku ini lagi ikutan contest writer nih... bantu like dan love please... Dukungan kalian sangat berarti buat masa depan author (lebay! hehehe).
Please bantu support yaa... #kiss #hug