
“Vin, bangun!” Klayra mengetuk pintu kamar Vino berkali-kali, tapi sepertinya cowo didalam kamar ini gak mau
bangun-bangun juga. “Vino…!”
Ihhh… kebo banget deh tidurnya.
Klayra meraih gagang pintu dan membukanya. Ceklek...
Loh ternyata tidak dikunci?
“Vino…” Klayra melangkah masuk pelan-pelan. Dia mengendap-endap kayak maling.
Vino masih asyik aja terlelap di kasurnya. Tidur bertelanjang dada dan selimut pun posisinya sudah sampai kaki.
Ketahuan kan kalau gaya tidurnya ga bisa diam.
“Vin bangun…” Klayra menggoyang-goyang lengan Vino.
Vino cuma melenguh.
“Isshhhh… Vino!!!” Teriak Klayra tepat dikuping Vino.
Dalam sekejap mata Vino terbuka, dia menoleh kearah sumber suara.
“Bangun ihhh… ayo liat sunrise…”
Vino mengerjap-ngerjapkan matanya sebentar. Nyawanya masih belum kumpul. Rasanya masih butuh loading untuk menjawab ajakan Klayra.
“Ihh… jangan merem lagi…” Klayra menahan mata Vino agar tidak terpejam dengan jari telunjuk di alis dan jempol
di bawah mata.
“Klay… ini masih pagi banget…” Jawab Vino dengan suara serak orang bangun tidur. Vino meraih tangan Klayra
menjauhkan dari matanya.
“Ya justru itu… Klo siang mana bisa liat sunrise.” Klayra cemberut.
“Ya udah iya… tapi kasih aku morning kiss dulu dong,” Goda Vino sambil menunjuk pipinya. “Aku gak mau bangun klo belum di sun…”
Klayra menatap Vino sambil mendengus.
Cup!
Klayra mengecup sekilas pipinya. Vino menunjuk pipi sebelahnya lagi minta tambah.
Cup!
Klayra nurut aja sun pipi sebelahnya lagi. Tapi baru Klayra mau mengangkat kepalanya, Vino dengan cepat menarik pinggang Klayra dan mengecup bibirnya, membuat Klayra jatuh tepat didada Vino. Matanya
beradu dengan mata Vino.
Klayra berusaha melepaskan diri namun Vino menahannya.
“Ayo buruan… Keburu mataharinya naik…” Ajak Klayra mengalihkan kegugupannya.
Shit! Pagi-pagi buka mata ada Klayra didepannya bikin Vino mikir yang gak-gak aja.
Vino segera melepaskan pelukannya dari Klayra. Kalau dibiarkan bisa-bisa Vino gak bisa nahan diri.
“Tunggu 5 menit, aku mandi ekspress…”
“Oke aku tunggu didepan.”
Klayra keluar menunggu Vino di ruang tengah Villa. Lima menit kemudian Vino sudah keluar.
Benar-benar ontime 5 menit. Nih mandi atau gak ya? Klayra Cuma bertanya-tanya dalam hatinya.
Vino melingkarkan tangannya didada Klayra. Mengecup pelan kepalanya.
Klayra tersenyum. Vino memang selalu melakukan hal-hal manis yang kadang masih membuat Klayra salah tingkah. Tapi karena itulah hari-hari Klayra jadi lebih berwarna.
Setelah menikmati sunrise dan sarapan di restaurant pinggir pantai, Klayra dan Vino memutuskan untuk pulang.
Bagaimanapun Vino gak mau ditelpon duluan oleh Mama Klayra karena putri kesayangannya masih belum dikembalikan.
*****
Any more info?
Messagge send…
Vino menunggu balasan dari Deni - orang suruhan sekaligus sahabat Vino - yang menyelediki tentang kejadian 2
tahun lalu. Sudah 3 bulan tapi belum ada perkembangan berarti. Padahal biasanya Deni selalu cepat dalam menggali hal apapun.
Drrtt… drrtt…
Gw ragu buat ngasih tau lo… Ada baiknya lo tanya langsung orangnya
Vino mengetik balasannya,
Seburuk itu?
Messagge send…
Klo lo siap nerimanya, gw bakal kirim datanya lewat email. Tapi gw harap lo pikirin baik-baik…
Vino menatap layar handphonenya. Menimbang-nimbang untuk minta informasinya dari Deni atau langsung dari Klayra. Vino takut hal yang akan dia ketahui membuat perasaannya berubah.
Klay… bisa ketemu?
Messagge send…
Vino mengirim chat ke Klayra. Iya… mungkin lebih baik mengetahuinya dari Klayra langsung. Vino hanya berharap
Klayra bisa menceritakannya dengan jujur.
*****
Deg-degan nulis part ini... Mudah-mudahan ga ngebosenin yaa...
Please support dengan LIKE dan comment...
Follow IG author @nbadriah26