He's My Past

He's My Past
#7



Klayra melepaskan pelukannya, dihapusnya sisa-sisa air mata dipipinya.



“Sorry…” Ucap Klayra pelan. Ga tau kenapa bisa senyaman ini meluapkan kesedihannya didepan Vino.



“It’s oke…” Vino meraih tangan Klayra yang masih menghapus sisa air matanya. Digenggamnya tangan itu, “Aku bakal selalu ada buat kamu kapan pun kamu butuh aku.”



Klayra menarik tangannya, “Apa yang lo suka dari gue?”



Pertanyaan Klayra membuat Vino tersenyum.



Bener kan kalau dia suka sama gue? Apa gue yang terlalu ke-geeran, berasumsi Vino suka?



“Suka sama orang ga butuh alasan kan?”



Ya… mungkin Vino benar.



“Udah yuk! Nanti kamu masuk angin lama-lama disini.” Vino bangun terlebih dahulu, mengulurkan tangannya ke Klayra.



Klayra menatapnya ragu, tapi kemudian dia akhirnya memberanikan diri meraih tangan Vino.



Dengan jahilnya Vino malah menarik tangan Klayra, sehingga dia bertubrukan dengan dada bidang Vino.



Deg! Lagi-lagi detak jantung Klayra jadi tidak karuan.



Vino mengecup kepala Klayra sekilas membuat Klayra terdiam. Sebelum Klayra protes Vino segera menariknya masuk kedalam rumah.



“Udah sana istirahat, gue harus balik.” Vino melepaskan tangannya, tapi kemudian dia berbisik, “Ga mungkin kan gue nginep disini, Nyokap lo sih pasti ngizinin…”



Klayra mencubit pinggang Vino. Dia tahu Mamanya ga mungkin menolak calon penerus Adidaya Corp.



“Aw…!”



“Udah sana!” Usir Klayra kemudian dia lari ke kamarnya. Dia masih mendengar suara Vino pamit dengan Mamanya.




*****




Minggu pagi yang cerah. Cahaya matahari sudah menorobos masuk ke kamar Klayra sejak tadi. Tapi Klayra masih enggan beranjak dari tempat tidurnya.



Hari ini dia hanya berniat bermalas-malasan di Kamar. Sejak pagi Mamanya sudah pergi ke rumah Kakek untuk berkumpul keluarga besar. Membahas nasib perusahaan yang sekarang diambil alih oleh Om Dedy. Sepertinya Om Dedy berniat membeli saham Mama untuk memperbesar kekuasaannya. Klayra hanya berdoa semoga Mama bisa mempertahankan apa yang sudah Papa dan Kak Adrian perjuangkan.



Drrtt… Drrtt…



*Buaya darat*


Morning cantik… masih ga mau bangun dari tempat tidur?



Seketika Klayra bangun dengan kaget. Menoleh ke kanan dan ke kiri.



Drrtt… Drrtt…



*Buaya darat*


Ga usah cariin aku… Yuk buruan kita sarapan bareng!



Kok dia bisa tau sih?



Klayra bangun dari tempat tidurnya kemudian membuka pintu kamar. Betapa kagetnya ketika cowo buaya darat itu sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Klayra buru-buru hendak menutup pintunya, tapi lebih dulu ditahan oleh tangan berotot itu.



Klayra menutup wajahnya kemudian segera berlari ke kamar mandi.



“Ngapain sih pagi-pagi udah kesini?” Teriak Klayra dari dalam kamar mandi.



Vino tertawa, “Lo tetep cantik kok Klay walaupun baru bangun tidur.”



“Sana keluar dulu gue mau mandi!”



“Oke, gue tunggu dibawah yaa…” Vino keluar dan menutup pintu kamar Klayra.



Ada-ada aja kelakuan cewe yang ditaksirnya ini. Padahal mukanya emang udah cantik mau belum mandi sekalipun, ehehehehe…




*****





“Pagi Non…” Sapa Bi Inah yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Vino sudah duduk disana menunggunya.



Ni orang berasa banget di rumah sendiri ya?



Klayra duduk diseberang Vino, masih dengan muka ditekuk.



Vino memakan rotinya sambil sesekali melirik ke arah Klayra.



“Apa liat-liat?”



“Ya ampun… pagi-pagi udah galak aja.”



“Lagian siapa suruh gangguin orang?”



“Iya maaf…” Vino berpura-pura menunjukan wajah bersalahnya, tapi Klayra tidak merespon.



“Jangan cemberut lagi dong… Nanti manisnya ilang gimana?” Rayu Vino.



“Tinggal digulain,” Jawab Klayra asal.



“Yahh… nanti saingan aku sama semut dong!”



“Garing!”



“Ehehehe… ga apa-apa garing tapi cakep kan?” Vino menaik-naikan alisnya menggoda Klayra.



“Cakep kok ngaku-ngaku?”



“Habis kamu ga akuin aku cakep sih,”



“Isshhh… jadi sebenernya lo mau apa kesini?”



“Mau ngajak pacar jalan lah…”



Klayra tengok kanan dan kiri, “Ga ada siapa-siapa disini. Salah alamat kali Mas.” Asal aja Klayra nyebut Mas, biar dia kesel.



“Bener kok, kan pacar aku neng yang duduk didepan Mas ini…” Vino nyengir.



Tahan… tahan… dari godaan cowo buaya darat ini.



Selesai sarapan.



“Ayok kita jalan!” Ajak Vino



“Ogah!” Klayra ngeloyor pergi.



Vino buru-buru ngejar, “Jadi kamu mau pakai cara aku?”



Klayra berhenti kemudian menoleh. Belum sempat dijawab tiba-tiba Vino sudah mengangkatnya.



“Vino apa-apaan sih?” Teriak Klayra berusaha turun dari gendongan Vino.



“Klo gak mau nurut ya terpaksa pakai cara aku.”



“Iya iya gue mau tapi turunin.”



Vino berhenti.



“Please… beneran kok gue ga bohong.” Klayra mecoba meyakinkan.



“Oke,” Vino menurunkan Klayra.



“Gue ambil tas dulu,” Klayra naik kembali ke kamarnya untuk mengambil tas, sambil menggerutu pastinya. Klayra kesal sama cowo pemaksa ini. Kenapa ga bisa bersikap manis?



KLAYRA POV



Kenapa jantung gue selalu begini klo deket Vino? Hadduhhh... dia ga mungkin bisa denger kan suara jantung gue? Apalagi pas malam itu dia meluk. Pas tangannya megang pipi gue, rasanya gue meleleh disebelahnya. Trus pas dia ngecup kepala gue. Rasa-rasanya gue mau pingsan saat itu juga.



Tuhan... Kenapa jadi gini?



*****