He's My Past

He's My Past
#4



Semenjak hari penolakan itu. Vino ga terlihat jalan dengan cewe manapun. Yaa.. tiba-tiba saja sifat playboy nya seperti hilang entah kemana. Seperti bukan Vino yang biasanya.



Tentu saja Klayra tahu perubahan tersebut. Memang berita apapun tentang Vino seperti sangat terakses dengan mudah. Bukan... Bukan dari akun gosip layaknya seleb. Cukup dari cewe-cewe yang bergosip di koridor sekolah.



*****



Klayra sedang menunggu taksi ketika tiba-tiba saja sebuah motor berhenti didepannya dengan dua orang yang berboncengan dan secepat kilat merampas tas Klayra.


"Tolong...!"


Klayra mencoba mempertahankan tasnya sehingga dia sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya terlepas karena pingsan.



*****



Klayra mengerjapkan matanya. Kepala dan seluruh tubuhnya terasa sakit.


Vino orang pertama yang dilihatnya ketika sadar.



"Kamu istirahat aja dulu, ga usah banyak gerak." Cegah Vino ketika Klayra mencoba bangun.



Vino membetulkan posisi tidur Klayra.



"Tas gw..."



"Aman.. tuh..." Tunjuk Vino ke Meja disebelahnya.



"Kamu yang nolongin aku?" Klayra berubah menjadi lebih lunak. Ngedenger nada Vino yang lebih lembut rasanya Klayra ga enak kalau masih harus ber elo gw.



"Iya tadi aku liat pas kamu teriak. Lainkali jangan pulang sendirian lagi. Aku bakal antar jemput kamu mulai hari ini."



"Ga usah"



"Aku ga terima penolakan ke dua"



Klayra menatap Vino. Bukan Vino namanya kalau tidak balas menatap Klayra dengan lebih dalam, membuat Klayra kembali mengalihkan pandangan.



"Aku ga mau kamu kenapa-kenapa..."



Klayra kembali menatap mata Vino. Seperti ada yang berdesir didadanya. Perasaan yang Klayra ga mengerti.



Vino menyentuh pipi Klayra, mengusapnya dengan lembut.



Deg



Tuhan... Apa aku tiba-tiba kena serangan Jantung?



Klayra menyentuh punggung tangan Vino, mendorongnya perlahan agar ia melepaskannya. Wajahnya terasa panas, Klayra tidak mau kalau Vino sampai merasakannya. Mungkin sekarang pipi Klayra sudah memerah seperti tomat.



Alvia mematung melihat pemandangan didepannya. Ahhh... Alvia rasanya ga mau ganggu keakraban ehh bukan... Keromantisan mereka lebih tepatnya. Alvia pergi perlahan sambil tersenyum.



*****




"Ishh... Gw datang tau! Lo kan lagi mesra-mesraan sama Vino makanya gw ga mau ganggu,"



"Ssssttt ..." Klayra membekap mulut Alvia, "Jangan kenceng-kenceng!"



Klayra melepaskan tangannya setelah yakin Alvia tidak akan berisik.



"Kok bisa?" Tuntut Alvia



"Vino tuh nolongin gw kemarin.."



"Isshhh klo itu gw tau! Maksud gw kenapa kok lo bisa tiba-tiba deket sama dia?"



Klayra mengangkat bahunya. Klayra juga ga ngerti kenapa cowo itu deket-deket


terus. Arrgghh... Au ah pusing!



"Klay...!"



Cowo tinggi berbadan bagus itu melambaikan tangan didepan pintu.



Sok akrab banget manggilnya, sungut Klayra dalam hati.



"Kamu udah sehat?" Tanya Vino dan sudah duduk dihadapan Klayra.



"Ga usah sok perhatian!"



"Ya ampun cantik... Manis banget sih klo lagi jutek begini.." goda Vino menyentuh dagu Klayra.



"Ck... Apaan sih?" Klayra menjauhkan wajahnya jengah. Bisa-bisanya dia begitu didepan semua orang. Diam-diam semua orang di Kelas memperhatikan mereka berdua sambil bisik-bisik. Alvia sendiri jadi pura-pura sibuk baca buku.



"Kenapa masih ga pergi?" Klayra mencoba mengusir cowo itu dari kelasnya. Menatap tajam ke arah Vino seolah siap menerkamnya.



Vino hanya tersenyum manis. Sangat manis sampai Klayra seperti lupa bernafas.


Mungkin Tuhan sangat bersenang hati saat menciptakan cowo ini. Seolah kesempurnaan melekat padanya.



What? Klayra terkesiap dengan pikirannya sendiri. Bisa-bisanya memuja cowo brengsek didepannya ini! Apa otaknya tiba-tiba tidak berfungsi sehingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan tidak?



"Hei, kok ngelamun?" Vino melambaikan tangannya didepan wajah Klayra.



"Sana lo pergi! Bentar lagi guru datang." Klayra mendorong Vino, membuatnya sedikit terjengkang.



"Oke, nanti siang gw antar lo balik ya! Gw ga mau ditolak." Vino dengan jahilnya mencubit hidung Klayra lalu pergi meninggalkannya, membuat Klayra komat-kamit memaki dengan pelan takut seisi kelas mendengarnya.



Hhh... cowo nyebelin itu!



******



Thank you masih terus baca He's my past 😊