
Acara prom night yang diadakan setiap tahun untuk merayakan kelulusan ini sudah disambut suka cita oleh para siswa siswi kelas XII. Diadakan di ballroom salah satu hotel bintang 5 di Jakarta, menghadirkan DJ dan band terkenal tanah air, tentu saja acara prom night ini sangat meriah.
Siswa siswi berlomba-lomba tampil layaknya artis di red carpet Grammy Awards. Tak terkecuali Alvia dan Klayra. Klayra yang belakangan ini jadi pusat perhatian dikarenakan berpacaran dengan Vino, semakin menjadi pusat perhatian malam ini karena penampilannya.
Mengenakan gaun rancangan desainer terkenal. Gaun hitam aksen putih tanpa lengan dengan belahan paha yang tinggi, makin mempertegas kaki jenjang Klayra. Kulit putih dan tubuh ramping layaknya model membuat Klayra seperti barbie versi hidup.
Alvia pun tidak kalah cantiknya. Dengan gaun silver yang memperlihatkan bagian tubuh kiri dan kanannya, Alvia tampak sangat seksi. Alvia memadukannya dengan clutch warna senada.
Beberapa saling berbisik ketika mereka masuk. Alvia dan Klayra sama-sama tidak memperdulikannya.
Alvia dan Klayra berjalan ke sisi kanan mengambil minuman berwarna. Eitts... Tenang saja tidak ada alkohol di acara ini.
Vino datang saat Klayra dan Alvia mulai berdansa ditengah diiringi musik dari DJ Winky. Mereka menikmati alunan musik dengan dentuman keras itu. Sesekali Alvia menggoda Klayra karena beberapa cowo angkatan mereka memperhatikan tanpa berkedip.
Vino menghentikan pandangannya ketika melihat Klayra disana. Senyum Klayra yang sudah lama tidak dilihatnya. Dia bergoyang sambil sesekali tertawa. Pemandangan yang sangat indah buat Vino.
Vino berjalan mengambil minuman sebelum menghampiri teman-temannya yang lain.
"Gila... Aura pewaris emang beda banget dah..." Seru Revan melihat kedatangan Vino. Vino datang dengan kaos dibalut Jas yang membuatnya terlihat keren.
"Pantes aja cewe-cewe pada ngantri..." Tambah Beka.
Vino cuma tersenyum kemudian meminum minumannya.
"Gue bawa wine buat nanti agak maleman." Bisik Revan.
"Anjirr... Lo emang paling paling ya..." Seru Vino.
"Hahaha... Nanggung kali, acara beginian cuma minum sirup." Jawab Revan.
"Kayak perpisahan SD." Sambung Beka diiringi suara tertawa mereka bertiga.
"Btw, Klayra cantik juga ya..." Goda Beka sambil menaikkan alisnya memberi kode kearah Klayra yang sekarang sudah berpindah posisi ke meja makanan.
"Iya Men... Anjrit.. ternyata bodynya... Ck ck ck... Uhuy..." Sambung Revan.
"Sialan... Awas aja lo godain cewe gue." Vino menoyor kepala Revan.
"Lah... Kok jadi gue? Gue kan cuma mengomentari..." Bela Revan.
Hmmm... Mereka semua belum tahu hubungan Vino dan Klayra yang sudah renggang. Dibilang pacaran tapi mereka sudah tidak pernah bertemu lagi. Dibilang putus pun belum ada kata-kata putus. Jauh dilubuk hati Vino tentu saja Vino masih mencintai Klayra seperti dulu. Terlepas dari keraguan tentang kenyataan pahit masa lalu Klayra.
Vino menghela nafasnya berat mengingat point terakhir.
"Woii...! Dia malah bengong." Teriak Revan sambil melambaikan tangan didepan wajah Vino.
"Awas kesambet setan perawan lo!" Kelakar Revan.
"Sial... Sini gue minta wine lo dikit." Seru Vino.
"Et dah... Masih ada miss Martha itu diujung." Revan memberi kode dengan bibir monyongnya.
"Tuangin gercep habis itu umpetin lagi." Perintah Vino lagi.
Revan takut-takut mengambil botol wine yang dia sembunyikan di kolong meja. Matanya tetap menatap lurus Bu Martha sementara tangannya masuk ke kolong meja.
Revan mengeluarkan 2 penjepit kertas dari kantongnya sebelum tangannya kembali ke kolong meja. Cara ini yang biasa dia gunakan untuk membuka botol wine. Revan hanya perlu melengkungkan penjepit kertas itu membentu huruf U dan diselipkan ke sela-sela sumbat dan dinding botol hingga masuk ke bagian bawah sumbat, sementara sisi lurusnya mencuat keluar dari botol.
Revan memutar kawat penjepit kertas sejauh 90 derajat sehingga sisi U berada di bawah sumbat. Untuk ujung luar Revan cukup menyatukan dan membengkokkannya sedikit kemudian tarik. Voila... Berhasil!
Revan menuangkan wine ke 3 gelas dan menaruh kembali botolnya dibawah meja.
"Cheers!" Vino mengangkat gelasnya. Meminum habis dalam sekali teguk.
"Ckckck... Lo kayak orang lagi putus cinta aja." Ledek Revan.
Beka menertawakannya, "Bisa jadi bro... Buktinya si Klayra ga nyamperin si kunyuk ini."
"Buahahahaha..." Revan tertawa terbahak-bahak.
"Sialan lo berdua. Nih gue samperin..."
Vino bangun dari duduknya. Kedua temannya itu hanya saling tatap melihat Vino yang berjalan menghampiri Klayra.
Klayra sedang mengobrol dengan beberapa teman sekelas dan tentu saja Alvia.
Vino sebenarnya ragu menghampiri Klayra. Apa Klayra masih mau berbicara dengannya setelah kejadian di hotel waktu itu? Apa dia makin membenci Vino karena perlakuannya?
"Vin..." Klayra sudah menoleh lebih dulu sebelum Vino memanggilnya.
"Hai Klay, Hai Al..."
Alvia hanya menoleh tanpa menyahut.