He's My Past

He's My Past
#20



Alvia sudah sibuk membicarakan prom night dengan semangat padahal acaranya baru minggu depan. Klayra sampai pusing mendengar celotehan sahabatnya itu. Hanya menghitung hari untuk mereka menanggalkan seragam putih abu mereka. Kenangan-kenangan selama tiga tahun berputar cepat di kepala Klayra. Suatu saat nanti dia pasti akan merindukan saat-saat seperti ini.



"Klay... Lo ga dengerin gw ngomong ya?" Rengek Alvia.



"Denger kok..." Klayra tersenyum melihat Alvia.



"Ya udah jadi kan ke butik langganan gw?"



"Iya iya..."



Sekarang mereka berdiri didepan gerbang menunggu sopir Alvia jemput.



Alvia sudah berkali-kali mengajak Klayra untuk melihat dress yang sudah dipesannya di butik langganan keluarga Alvia. Alvia juga memesankan satu untuk Klayra. Sebenarnya Klayra tidak mau ambil pusing masalah baju yang akan dipakai. Tapi Alvia selalu keukeuh harus tampil beda diacara perpisahan itu.



Mata Klayra tiba-tiba tertuju pada seseorang yang sedang berjalan kearahnya dengan ekspresi yang datar. Alvia mengikuti arah pandang Klayra ketika sahabatnya tidak merespon ucapannya.



"Mau apa lo kesini?" Alvia yang langsung bertanya ketus pada Vino. Membuat Klayra sedikit kaget.



"Gw mau ngomong sama cewe gw!" Jawab Vino tanpa menoleh ke Alvia, matanya masih tertuju kearah Klayra.



"Pacar lo?" Alvia tertawa sarkas.



"Ga ada lagi yang perlu diomongin..." Ucap Klayra.



"Lo mau gw ngomong disini?" Tanya Vino setengah mengancam.



Entah apalagi yang mau dia bicarakan. Sudah cukup Vino membuatnya takut kemarin.



Alvia menatap Vino tidak suka.



Klayra hanya menarik nafas berat. "Bentar ya Al.." Klayra menoleh sebentar ke Alvia, "Kita ngobrol disana aja."



Klayra mengajak Vino agak menjauh dari Alvia. Klayra tidak mau Alvia makin membenci Vino. Bagaimanapun perasaannya kepada Vino masih tetap sama. Vino orang ke dua yang mengisi hatinya setelah dia.



"Ada apa?"




"Siapa Brian?"



Klayra seketika limbung. Ditahannya agar tidak jatuh. Apalagi yang Vino cari tahu tentangnya?



"Jawab aku!"



"Sebenarnya kamu mau apa? Klo kamu benci aku ya udah, tinggalin aku... Ga perlu kamu korek semua masa lalu aku..." Segitu benci kah kamu sama Aku Vin? Lanjut Klayra dalam hati.



"Kenapa ga ada satupun yang mau jelasin ke aku?"



Vin, kamu ga tau kan apa yang udah aku lewatin untuk mencoba nerima semua masa lalu aku? Kamu ga tahu aku hampir gila karena itu.



"Segitu pentingnya masa lalu aku buat kamu?" Klayra memberi jeda sebelum melanjutkan. "Setelah kamu tahu kamu mau apa?"



Tentu Vino tidak siap dengan pertanyaan itu. Kalau akhirnya dia tahu? Apa Vino harus meninggalkan Klayra?



"Brian mantan aku... Dia temenan sama Daniel. Klo soal kejadian di hotel kenapa ga orang suruhan kamu itu aja yang cari tahu." Klayra sudah bosan. Apa Vino mau menguji seberapa cepat perasaannya hilang karena terus didesak?



"Mantan dan teman?" Vino tertawa sinis. "Jadi sehebat itu kamu?"



"Klo cuma itu yang mau kamu tanyain aku rasa udah cukup. Aku balik duluan..."



Klayra meninggalkan Vino, berjalan menuju mobil Alvia yang sudah menunggunya. Begitu pintu mobil ditutup Klayra langsung memeluk Alvia. Ditumpahkannya air mata yang dari tadi ditahannya.



"Al... Gw harus gimana?" Tanyanya dengan tangis yang semakin sesak.



Alvia membelai lembut punggung sahabatnya itu.



*****



Bantu support author dengan klik dukung author, like dan love yaa...



makasih udah setia baca He's My Past