He's My Past

He's My Past
#23



Klayra terbangun dengan kepala pusing. Dipegangnya kepalanya yang terasa berat. Dikerjapkannya matanya berulang-ulang. Interior ruangan ini terasa asing. Ini bukan kamarnya.


Klayra berusaha bangun dengan kepala yang masih pusing. Namun tiba-tiba dia tersadar ada laki-laki yang tidur disebelahnya. Klayra sangat kaget melihat laki-laki itu, terlebih saat menyadari kalau dibalik selimut ini Klayra tidak mengenakan sehelai benang pun.


Klayra segera bangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Pakaiannya dan laki-laki itu berserakan dilantai. Dipungutnya pakaiannya satu persatu dengan gemetar.


"Aww...!" Klayra meringis pelan. Dia merasakan sakit diantara kedua pahanya. Namun yang terasa lebih menyakitkan adalah hatinya. Air matanya luruh seketika. Ditahannya isak tangisnya agar tidak terdengar.


"Lo udah sadar?"


Suara laki-laki itu mengagetkannya. Klayra mengetatkan pegangan pada selimutnya tanpa menoleh.


"Ternyata bener ya lo masih perawan?"


Klayra meremas selimut yang menutupi dadanya.


Tuhan... Tolong Klayra... Doa Klayra dalam hatinya. Klayra takut.


"Gw belum puas sama lo..."


Klayra berbalik dengan cepat ketika dirasanya Daniel sudah berdiri dibelakangnya.


"Jangan!" Klayra mengangkat tangannya kedepan untuk menahan Daniel, sedang satu tangan yang lain menahan selimut ditubuhnya. "Daniel... Aku mohon..."


Air mata Klayra menetes. Dia tidak tahu bagaimana bisa tiba-tiba dia dan Daniel???


Daniel berjalan mendekat dengan seringainya yang menyeramkan.


"Daniel... Please..." Klayra melangkah mundur pelan-pelan.


Brian... Tolongin aku... Kamu dimana?


Klayra takut... Klayra tidak tahu harus berbuat apa.


Kaki Klayra menabrak meja. Daniel makin menyeringai dengan puas.


"Tolong...!"


"Ga ada yang bakal nolongin lo..."


Klayra terjatuh ke meja. Daniel dengan paksa menarik selimut Klayra. Klayra menahannya dengan kuat, sehingga Klayra jatuh terjengkang dan kepalanya terpentok meja.


"Ahh!" Jerit Klayra kesakitan karena kepala belakangnya mengeluarkan darah.


Sementara selimutnya sudah berhasil ditarik Daniel, Daniel mendekati Klayra. Klayra menutupi tubuhnya sebisa mungkin dengan kedua tangannya.


Daniel menarik Klayra dan melemparnya ke arah tempat tidur. Tapi sebelum itu tubuh Klayra sudah terlebih dahulu terlempar ke sisi tempat tidur itu. Membuat Klayra mengerang kesakitan.


"Tolong!!"


Klayra berusaha lari, namun lagi-lagi Daniel menarik kakinya sehingga Klayra jatuh tersungkur dan hidungnya terbentur lantai. Darah segar mengalir dari hidung Klayra. Daniel menariknya kembali, hingga Klayra terlentang.


"Daniel... Jangan..." Klayra memohon sambil menangis berharap Daniel tersadar. Klayra benar-benar takut setengah mati. Rasa sakit ditubuhnya seolah sama sekali tidak terasa.


Daniel mencium bibir Klayra. Klayra berusaha mendorongnya dengan sisa tenaga yang ada. Kaki Klayra menendang kesana kemari. Sekuat mungkin Klayra mencoba lepas dari cengkraman Daniel.


"Brengsek!" Daniel menampar Klayra yang tidak mau berhenti bergerak.


Pipi Klayra terasa panas dan nyeri. Sudut bibirnya sobek.


"Diem cewe sialan!"


"Tolong!!!!"


Daniel membekap mulut Klayra.


"Klay!"


Klayra mendengar suara Brian memanggilnya.


"Emmmm....emmmm...!!!" Klayra berusaha menjawab panggilan Brian dengan suara tidak jelas.


"Sial! Kurang banyak gw ngasih obat tidur ternyata..."


Klayra menggigit tangan Daniel.


"Awww...!"


Klayra bangun dan berlari kearah suara Brian. Suara teriakan Brian dan suara ketukan itu berasal dari kamar mandi.


Klayra memutar kunci pintu. Sebelum pintu terbuka Daniel sudah menjambak rambutnya dan melemparnya ke lantai. Daniel benar-benar gila, cowo psychopat!


Brian keluar dari Kamar mandi. Dia syok melihat Klayra yang tanpa busana dengan lebam dan darah yang mengalir dari hidung dan sudut bibirnya.


Tanpa pikir panjang ditariknya Daniel. Dipukulnya Daniel dengan keras hingga tersungkur. Satu tonjokan Brian cukup membuat Daniel pusing.


Ditariknya kain yang ada didekatnya untuk menutupi tubuh Klayra. Brian bisa merasakan wajah ketakutan Klayra. Bahkan tubuhnya seperti tidak bisa berhenti gemetar.


Prang!


Brian jatuh tersungkur.


"Brian!" Teriak Klayra panik.


Darah mengalir dari kepala Brian. Daniel memukul kepala Brian dengan vas bunga.


 


Hallo terus kasih dukungan buat author yaa...


pastiin kamu klik LIKE, dukung penulis dan jadiin novel ini Favorite kamu...


jangan lupa comment yaaa....