He's My Past

He's My Past
#32



Klayra semakin sibuk mengurus bayi mungilnya. Gemas rasanya memiliki makhluk kecil ini. Wajahnya benar-benar mengingatkannya kepada Vino. Hidungnya... matanya... bibirnya... Persis duplicat Vino versi cewe.


Andai Vino tahu kehadiran Anna...


Klayra membaringkan Anna ke tempat tidurnya setelah selesai menyusuinya. Klayra mengecup pelan kening Anna.


Klayra tersenyum melihat Anna yang tersenyum didalam tidurnya.


Terimakasih sudah hadir dihidup Mama...


*********


Mang Joko tiba-tiba menelpon Klayra dengan suara panik.


"Kenapa Mang?"


"Ini Non...."


"Klayraaaa.....!!" Suara berubah menjadi teriakan kencang, suara yang tentu saja Klayra sudah tahu siapa, Alvia.


"Kenapa ga cerita apa-apa ke gue? Jadi firasat gue dari kemarin-kemarin bener, tiba-tiba ga tau kenapa gue pengen balik ke Jakarta. Gue punya perasaan ga enak tentang lo... Jadi ternyata malah kayak gini..."


Suara diseberang sana terisak.


Klayra pun meneteskan air matanya, "Gue gak apa-apa Al... Gue disini sama Bi Inah kok!"


"Ya udah gue beli tiket ke Bali sekarang juga!"


"Lo kan baru sampe... istirahat dulu aja... besok lo baru kesini, oke?"


Tidak terdenger suara jawaban.


"Al... Gue udah lebih baik sekarang... jadi lo ga perlu khawatir... Gue juga bahagia kok karena kehadiran Anna..."


"Lo jahat... sampe gue ga tau apa-apa..."


"Maaf... gue ga mau bikin lo kepikiran... See you besok yaa... sekarang lo pulang sana trus istirahat... Siapin tenaga lo karena besok lo bakal ketemu baby cantik gue..."


"Iya... iya... see you Klay... gue balik dulu. Bye..."


"Bye..."


********


Alvia sudah tiba di Bali. Alvia berhambur memeluk Klayra begitu tiba, dan tentu saja bayi mungil nan cantik Anna.


"Vino masih ga hubungin gue sampe sekarang..." Klayra memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Jadi dia belum tau tentang Anna?"


Klayra menggeleng sedih.


"Gue bakal cari tuh kutu kupret yang ga bertanggung jawab itu!"


"Sekarang gue udah ga terlalu berharap tentang Vino... Gue mau fokus besarin Anna dan jalanin bisnis gue. Anggap aja Vino udah ga penting."


Alvia sedih mendenger perkataan Klayra, tapi dia benar-benar kesal dengan kelakuan Vino yang ga bertanggung jawab itu. Seenaknya saja dia meninggalkan Klayra dengan bayinya. Lihat saja Alvia pasti akan cari Vino sampai ketemu. Mau diujung dunia sekalipun Alvia tidak perduli. Dia akan membuat Vino menyesal karena meninggalkan Klayra.


"Gimana kabar kuliah lo? Udah dapet bule disana?" Goda Klayra.


"Ihh apa sih Klay? Ga mau cari bule! Gue sukanya yang lokal aja..."


"Huhh... Masa disana ga ada yang bikin lo kepincut?"


"Merekanya yang kepincut sama gue, gue nya mah jual mahal, hehehehe"


"Dasar... bukannya bagus dapet bule, buat memperbaiki keturunan..." Ledek Klayra.


"Enak aja! Gue juga bibit unggul kok!" Bela Alvia.


Mereka tertawa sambil melepas rindu. Alvia tidak berhenti mencubit gemas pipi Anna yang bulat merona. Ahhh... ternyata punya baby kecil seperti ini menyenangkan. Gumam Alvia dalam hatinya.


Anna... Kelak kamu harus bisa menjaga Mama Klayra. Buat dia bangga memiliki gadis cantik seperti kamu.


* * *


Disudut hati terkecil Klayra, tentu saja dia masih amat sangat merindukan Vino. Bagaimanapun keinginan Klayra adalah agar kelak Anna bisa mengenal Ayahnya.


Klayra tidak akan meminta lebih kepada Tuhan. Cukup pertemukan Anna dengan Vino.