He's My Past

He's My Past
#33



3 tahun kemudian...


*****


tok tok tok tok...


"Masuk..."


"Permisi Bu Alvia, hari ini jam 2 siang Ibu ada janji bertemu dengan investor dari Australi..." Info Reni sekertaris Alvia sambil memberikan document profile perusahaan calon investornya.


"Oke. taruh saja di meja."


"Baik Bu... saya permisi..."


Alvia menyandarkan dirinya di bangku kebesarannya. Meskipun Alvia sudah merintis bisnisnya sendiri, Papanya masih selalu membantunya dari belakang. Seperti sekarang ini, tiba-tiba ada investor asing yang mau bekerja sama dengan Perusahaan yang baru 1 tahun berjalan. Jika ini karena hasilnya sendiri Alvia pasti akan merasa bangga. Tapi karena ini bantuan dari Papanya, Alvia jadi sedikit kecewa dan hanya menatap document didepannya.


kring... kring... kring...


Alvia tersenyum menatap panggilan video dilayar handphone.


"Onty....!" Teriak suara kecil diseberang sana.


"Halloo ponakan onty yang gemesin..."


"Onty kapan sini?"


"Uhhh kangen yaaa.... nanti klo onty udah libur onty langsung berangkat kesana yaa..."


"Bawa balby onty..."


"Iya nanti onty bawain barbie nya yaa..."


"Jangan dibiasin ahh bawa-bawain mainan terus..." complain Klayra, yang sekarang dilayar handphonenya sudah beralih wajah sahabatnya.


"Ihh... Gak apa-apalah... biar Anna seneng..."


"Nanti jadi keterusan tau..."


"Mau minta apapun selama ontynya sanggup pasti dibeliin kok!"


"Kalau gitu ga usah barbie onty... beliin villa sebelah aja tuh..." Ledek Klayra.


"Ahhh itu mah emaknya yang minta..."


"Iya lah... pas banget kan sebelahan sama villa gue. Enak banget kalau bisa expand..."


"Doain aja hari ini gue mau ketemu investor baru kenalan bokap gue. Bawel banget tuh bokap daritadi WA terus... katanya gue bakal terpesona kalau ketemu."


"Single emang doi?"


"Yaa... kalau single, muda, cakep mah gue sikat... yang penting bukan om-om single, ahahaha..."


"Cuss sikatlah... jangan kelamaan sendiri... ga baik.."


tok tok tok tok


"Udah dulu ya Klay, sekertaris gue bawel kayak bokap... Bye..."


"Bye..."


Alvia menutup telponnya.


"Yes, Ren..."


"Mobil Ibu sudah di Lobby..."


"Oke...."


Alvia mengambil Tas dan document yang ada di meja. Menoleh ke cermin sebentar. Perfect!


****


Restauran Jepang favorit Alvia dan Klayra jadi tempat pertemuan Alvia dengan calon investornya. Si calon investor ini juga yang memilih tempatnya. Sebelum turun dari mobil, Alvia membuka document yang diberikan Reni tadi. Jangan sampai Alvia mempermalukan diri sendiri didepan calon investornya karena tidak tahu apa-apa. Apalagi Alvia yang memang membutuhkan bantuan.


Alvia bergegas masuk ke Restauran. Menginfokan nama pembooking, kemudian Pelayan mengantarkan Alvia. Tampak dari jauh pria bersetelan jas duduk membelakanginya. Dari belakang oke juga.


"Silahkan Bu..." Pelayan mempersilahkan Alvia ke tempat duduknya.


Belum sempat Alvia mengucapkan salam, pria itu sudah berdiri menoleh ke arah Alvia.


Ya Tuhan....


Alvia benar-benar dibuat syok oleh sosok pria dihadapannya.


"Hai, Al..."


Alvia masih tertegun. Dia diam mencoba mengatur emosinya sebelum sumpah serapah keluar dari mulutnya.


"Apa kabar?"


"What?! Apa kabar?!"


Meskipun sudah ditahannya tetap saja Alvia tidak bisa benar-benar menahan luapan emosi untuk pria dihadapannya ini. Bisa-bisanya tanpa merasa bersalah sedikitpun dia sekarang bertanya kabar?


Gila kali!


Alvia memutar semua rencana-rencana diotaknya yang sudah ia fikirkan selama 3 tahun ini.


Tapi tunggu!


First gue pengen nonjok cowo didepan gue ini dulu.


Bugh!!!!