
Vino menjemput Klayra di rumahnya. Dia sudah booking restaurant dengan private room didalamnya.
Klayra menikmati makanan yang sudah dipesan Vino. Seperti biasa seafood kesukaan Klayra.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Klayra sambil menyuap makanan ke mulutnya.
Vino menatap Klayra. Apa waktunya tepat untuk bertanya?
Klayra mengangkat alisnya.
"Ada hubungan apa kamu sama Daniel?" Tanya Vino menyebutkan nama anak dari Gunawan Wicaksono.
Klayra menjatuhkan sendoknya kaget. Tangannya segera dia sembunyikan dibalik meja agar Vino tidak melihat tangannya gemetar. Kenapa Vino tiba-tiba bertanya tentang Daniel?
"Ma… maksud kamu... apa?" Klayra tidak bisa menyembunyikan kegugupan dari suaranya.
"Klay... Please jujur sama aku..."
"A… aku ga ngerti... maksud kamu..."
Klayra gelisah, dia meremas tangannya yang masih gemetar. Matanya tidak berani menatap mata Vino.
"Klay... liat aku..."
Klayra gelagapan, matanya menoleh ke kiri dan kanan. Rasanya dia ingin pergi dari sini.
"Klay..." Vino menatap Klayra putus asa. Apa wanita dihadapannya ini masih ga mau jujur?
"Vin... Aku mau pulang..." Klayra menunduk.
"Klay... Apa yang kamu sembunyiin?"
"Aku mau pulang..." Klayra terisak. Dia sudah tidak bisa lagi menahannya. Dia tidak tahu harus menjawab apa?
"Apa bener dia one night stand kamu?"
Klayra mengangkat kepalanya, menatap tajam Vino. Apa serendah itu Vino memandangnya?
"Di hotel X kamu..."
"Kamu ga tau apa-apa..." Potong Klayra. Nafasnya memburu, dia butuh obatnya sekarang. "Aku mau pulang Vin..."
"Jawab aku Klay!" Teriak Vino.
"Vino... Aku mohon... Aku mau pulang..." Klayra seperti sudah kehabisan kosa kata. Hanya kalimat itu yang bisa ia ucapkan berulang-ulang.
"Klay... Jangan buat aku berfikir yang gak-gak tentang kamu..." Vino pun sudah tidak tahu bagaimana caranya membuat Klayra jujur. Tentu Vino akan memaafkan kalau Klayra berani jujur padanya. Walaupun Vino playboy Vino tidak pernah berbuat hal aneh-aneh kepada cewe manapun. Dia sangat menjunjung tinggi nilai keperawanan. Karena baginya malam pertama hanyalah untuk pasangan yang sudah menikah.
Klayra bangun dari kursinya dengan limbung dan hampir terjatuh.
Vino hendak membantunya namun Klayra menepis tangannya.
"Aku mau pulang Vin..."
"Jadi bener? Makanya kamu ga berani jawab apa-apa?" Vino menatap wanita dihadapannya, mencoba mencari jawaban dari matanya. "Aku ga tau klo kamu cewe kayak gitu..."
Klayra melangkah ke arah pintu. Dia tidak mau jawab apa-apa. Baginya tidak ada waktu untuk mengingat kejadian malam dua tahun lalu itu. Sekarang dia hanya ingin pulang, dia hanya ingin minum obatnya dan tidur. Kepalanya sakit setiap kali ada yang menyinggung kejadian itu.
"Apa aku salah jatuh cinta sama cewe murahan kayak kmu?"
Klayra menghentikan langkahnya. Apa ada gunanya kalau aku jelasin sekarang? Sedangkan Vino sudah berfikir negatif?
Klayra tidak menjawab Vino. Dia hanya mau pergi dari sana.
"Arggghhhh.....!!!!" Vino melempar gelasnya ke tembok hingga pecah berkeping-keping.
Bagaimana bisa orang yang sangat dicintainya, orang yang selama ini dianggapnya sangat polos ternyata...??
Vino mengetik di ponselnya dengan amarah
Email ke gw sekarang!
*****
Halloo… maaf beribu-ribu kali karena telat update lagi… hikz
Epsiode selanjutnya akan coba dikejar supaya up cepet ya…
Aku masih deg-degan mau nulis cerita selanjutnya. Ehehehe…
Jadi menurut kalian Vino dan Klayra itu gimana? Apa bener Klayra cewe murahan? Hikzz… sedih dengernya.
Sabar… sabar… Doakan yaa… karna author pengen up double…
See yaa…