He's My Past

He's My Past
2



Yass.. dan benar saja Klayra langsung mendapatkan hukuman dari Bu Martha tidak boleh mengikuti kelasnya. Alhasil sekarang Klayra terdampar di Kantin sendirian.



"Hai cantik..."



Tiba-tiba saja cowo itu duduk didepan Klayra.



"Sorry w lagi ga mau diganggu"


"Wow... Jutek amat!"


Klayra ogah nanggepin cowo didepannya ini. Sok kegantengan, ehh emang ganteng deng eheheh



"Sendirian?"


"Se-RT!"



Tetep judes jawabnya. Menarik...



"W Vino"



Klayra pura2 sibuk mainin hpnya. Padahal juga cuma scroll2 status WA.



"Lo.... Klayra Aviani A... " Vino membaca name tag Klayra.


"Namanya cantik, kayak orangnya"



Modus banget nih cowo



"Kok w baru liat hari ini?"



Hadduhh banyak nanya deh ini cowo, kenapa ga pergi aja sih?



"Heii... Kenapa ga jawab?" Vino penasaran dengan cewe didepannya.



"W udah mau 3 tahun di Sekolah ini"


"Oh ya? Kok w ga tau klo ada cewe secantik lo?"



Iyalah kan lo sibuk tebar pesona sama cewe2. Mana ngeh sama seuprit debu kayak w. Jawab Klayra dalam hati. Dalam hati aja udah cukup...



"Kok ga dikelas?"


"Sorry ya w udh mau cabut." Klayra ga mau berlama2 menanggapi Vino, padahal klo ga di kantin kan Klayra juga bingung nunggu dimana. Di perpus? Hadduhh lagi ga mood baca. Atau... Ke taman belakang aja deh. Tempatnya sepi dan adem. Lumayan masih nunggu 1 jam lagi.



Angin sepoi2 menerpa wajah Klayra. Membuatnya memejamkan mata dan merasakan kesejukannya.



"Emang paling the best dah klo dibawah pepohonan gini." ucap klayra pelan sambil tersenyum



Bersandar dibatang pohon, angin sejuk, lama2 bikin Klayra ngantuk.



Makin lama rasanya makin nyaman, meski matahari semakin tinggi, entah kenapa cahaya matahari seperti enggan menyapa wajah Klayra.



"Lo emang cantik."




"Ngapain lo ikutin w?"



Klayra bergeser.



Vino menurunkan tangannya.



"Emang ga boleh klo w ikutin calon pacar w?"



"Hah?"



"Iya, mulai detik ini lo jadi calon pacar w. Siang ntar w putusin Gea dulu baru kita resmi pacaran. Sabar yaa..." Ucap Vino seraya hendak membelai rambut Klayra.



Klayra menahan tangan Vino



"Eh jangan pegang-pegang! Siapa juga yang mau jadi cewe lo? PD amat..."


Klayra bangun dan segera berlari pergi.



Baru kali ini ada cewe yang nolak w. Tunggu ya cantik, lo pasti bakal jatuh cinta sama w.



***



Pagi ini Vino menunggu di gerbang sekolah. Berkali-kali melihat ke jam ditangannya.


Sudah hampir bell masuk tapi belum ada tanda-tanda kalau Klayra datang.



***



Adrian Michael


Bin


Richard Suwono


Lahir : 12 April 1988


Wafat : 8 Februari 2019



Disini Klayra hari ini...


Menangis histeris didepan makam Kak Adrian. Entah Mama sudah berapa kali pingsan, sehingga sudah dibawa pergi ke Rumah Sakit.


Klayra menaruh kepalanya ditanah makam dekat batu nisan Kak Adrian. Tangannya memeluk makam seolah memeluk tubuh kesayangannya. Klayra ingin menjerit, hatinya sakit... Kehilangan orang yang menjadi tumpuannya selama ini. Air matanya sudah menetes membasahi makam.



"Kak.. kenapa kakak tega tinggalin aku?"


Klayra masih histeris, sesenggukan.


"Non.. ayo pulang..." Ajak Bi Inah


"Bi.. kenapa orang yg Klay sayang selalu ninggalin Klay?"


"Yang sabar non, ikhlas... " Bi inah mengusap punggung Klayra. Tidak tega rasanya melihat gadis yang dirawatnya sejak kecil menangis seperti itu. Klayra memang tidak pernah terpisahkan dengan Adrian. Jarak umur yang cukup jauh membuat Adrian begitu memanjakan Klayra dibanding dengan Mama dan Papanya sendiri.



"Bibi pulang duluan aja, ak masih mau disini..." Klayra mengangkat kepalanya menghadap Bi Inah.


"Baik Non.. nanti Bibi suruh Mas Joko jemput Non..."


Bi Inah pun pamit membiarkan Klayra yang masih ingin melepas rindu dengan Kakaknya.