GWEN Amartha

GWEN Amartha
36



Gwen tertawa puas melihat apa yang ada di ponselnya, tidak sangka benar jika dugaannya tidak salah. Ia dari awal sudah percaya pada Tama dan kepercayaannya terbayar hari ini. Ia menatap jalanan menuju rumah sakit dirinya masih berada di taksi.


flash back....


Gwen menceritakan hasil mengamati video dan foto yang di kirim Felix pada Arkan karena ia merasa ada yang menjanggal, menjelaskan dengan detail bahwa ia yakin jika perempuan yang beliau tangkap bukan tersangka sesungguhnya dan tak lupa mengatakan apa yang Tama katanya beberapa waktu lalu bahwasannya yang menyakiti adalah Sinta dan Rima.


Arkan tak percaya begitu saja karena mereka tahu Rima dan Sinta tidak akan tega melakukan itu dan apa motif dari menculik Tama, maka dari itulah Gwen meminta waktu untuk membuktikannya. Bukti sudah berada di tangannya ia akan segera memberikan pada Felix dan Arkan.


agar segera di usut tuntas, semua ia lakukan juga ada campur tangan kekuasaan Arkan.


Ia meminta bantuan Arkan untuk membawa orang yang bekerja di rumahnya Sinta berpihak dengan dirinya, dan berhasil. Orang itu membutuhkan uang sehingga mau saja diajak kerja sama, ia menyuruh untuk meletakkan kamera kecil di tempat tersembunyi di sekitar ruangan rumah Sinta. Ada kurang lebih 5 kamera kecil yang di sebar dan yang terakhir ia meminta agar di taruh di kamar Sinta.


Benar saja Sinta menelfon seseorang dan membocorkan semuanya.


"saya menyuruh kamu membunuh anak itu bukan hanya sekedar di sekap, Tama itu anak pinter dengan cara menyekap saja di gudang dan meninggalkan mungkin ketika sadar bocah itu akan pergi. Kenapa juga kalian bodoh hanya mengurung Tama di ruangan dan meninggalkan begitu saja! Pulang!!! Dan bunuh bocah itu langsung. saya bayar kamu mahal mahal tapi tidak becus!"


"saya mau kalian langsung bunuh anak itu, mayatnya buang saja ke jurang dekat pabrik legal itu,"


Kurang lebih seperti itu yang terekam dari penyadap suara dan kamera tersembunyi. Tak hanya itu sinta juga menelfon Rima sehingga membuat jawaban yang besar jika keduanya adalah dalang dari penculikan Tama.


Kini Gwen bisa tidur nyenyak,


rasa khawatir beberapa hari terobati Tama sudah ditemukan dan sekarang kembali di rawat di rumah sakit karena sempat mendapatkan penganiayaan oleh orang suruhan Sinta,jika tidak mengingat pada gelang yang ia berikan pada Tama mungkin sampai detik ini ia kesulitan untuk menemukan Tama, gelang yang ia berikan diam diam beberapa waktu lalu bukan sembarang gelang karena di dalam gelang itu terdapat pelacak.


Flash back of.....


Gwen membuka pintu ruangan rawat Tama benar dugaannya semua berkumpul di ruangan ini tak terkecuali dengan Rima dan Sinta, Gwen berdecak sinis melihat Rima yang sedang mengelus rambut Tama yang sedang terlelap. apakah ini pencitraan atau apa?


"Gwen, bagaimana?" tanya Arkan mempersilahkan gadis itu untuk duduk di sampingnya.


Tanpa mengucapkan kata Gwen langsung duduk di samping Arkan dan memberikan ponselnya. Video di putar dan suara mulai terdengar belum sempat video itu habis Felix sudah lebih dahulu mencengkeram leher Sinta dengan penuh amarah


Arkan juga sama emosinya ternyata istri nya dengan tega melakukan hal keji seperti ini Rima yang dulu Arkan kenal bukan beda dengan yang sekarang. Wanita itu berubah Arkan menatap kecewa pada istrinya.


Felix tanpa berucap apapun menarik dua wanita itu yang sudah pucat pasi wajahnya keluar ruangan. Felix masih waras agar tak membuat keributan di ruang rawat Tama.


Arkan masih terdiam tak menyangka apa yang terjadi, rasa kecewa benar benar melingkupi hatinya, walaupun Tama bukan anak kandung Felix tapi mau bagaimana pun Tama tetap bagian dari keluarganya sangat di sayangkan kelakuan istrinya terjadi sudah menjerumus ke tindakan kriminal.


Gwen tak peduli lagi dua orang itu entah akan di apakan Felix yang jelas semua sudah selesai. Tama kembali padanya walau kondisinya tetap sama.


Gwen mengecup pipi Tama cukup lama.


^^^TAMAT!^^^