GWEN Amartha

GWEN Amartha
HOT NEWS



always happy 🤯


SMA BINARTA di gegerkan dengan video pembullyan yang tersebar di seluruh media, grup sekolah ramai ramai membicarakan. video yang disebar seseorang telah di tonton jutaan orang dalam kurun waktu 2 jam, banyak orang yang mulai menilai buruk SMA BINARTA.


Sekolah yang selalu menjadi incaran para remaja, kini peringkat Sekolah terfavorit langsung turun drastis akibat Video tersebut. seluruh guru SMA BINARTA melakukan rapat akibat video itu. dampaknya cukup besar,sampai banyak wali orang tua berdemo agar masalah ini segera di selesaikan secara adil dan tidak boleh ada korban pembullyan selanjutnya.


Deril, Angga, Bram , Dodi dan Aksa tengah kalut. kelimanya marah besar saat video pembullyan yang mereka lakukan menjadi tranding topik nomer satu di sosial media.


"siapa yang berani nyebar anjing!" Angga menendang meja di depannya dengan kuat. kelimanya tengah berada di gudang sekolah.


video itu sudah mereka lihat, wajah mereka sama sekali tidak di blur. bahkan akhir video menunjukkan foto ke limanya secara bergantian.


ponsel kelimanya terus berdering notifikasi dari berbagai aplikasi.


"anjing langsung di hujat." Dodi mengumpat akun Instagram nya yang semula selalu mendapat pujian sekarang banyak hujatan.


Bram mengotak-atik ponselnya mencari akun siapa yang telah berani merekam kejadian itu, video pembullyan yang mereka lakukan banyak yang share akibatnya cukup membuat sulit mengetahui siapa akun pertama yang menyebar kan.


"gue yakin masih anak BINARTA yang nyebarin." ucap Aksa. cowok itu masih terlihat santai tapi tidak dengan hatinya. ayahnya otoriter dan galak sudah pasti jika mengetahui kelakuannya pria itu tak segan-segan untuk menghajar.


"KEPADA SISWA YANG DI PANGGIL TOLONG MENUJU KE RUANG KEPALA SEKOLAH. AKSA REHANDRA, BRAM RADITYA, GEORDODI PRATAMA. CLEOPATRA ANGGARA DAN BIRU ADERILIO MOHON SEGERA KERUANG KEPALA SEKOLAH TERIMAKASIH." suara nyaring dari speaker pengumuman sekolah membuat ke-lima nya berdecak secara bersamaan.


"emang anjing ya tu orang berani banget nyari masalah sama kita kita." Deril menggeram rendah, ia berjanji akan membuat pelaku penyebar video itu menangis darah. tak peduli seorang perempuan atau laki-laki. berani berurusan dengan dirinya harus berani juga menanggung akibatnya.


"gue habisin langsung kalau udah ketemu." Bram menimpali ucapan Deril, sungguh rasanya ingin meremukkan apa saja yang di depannya.


"SAYA ULANGI KEMBALI DALAM 10 MENIT JIKA PEMILIK NAMA YANG SAYA SEBUTKAN TADI BELUM SAMPAI DI RUANG KEPALA SEKOLAH MAKA SAYA SELAKU GURU BIMBINGAN KONSELING AKAN MENCARI KALIAN BERLIMA DAN MENYERETNYA SAMPAI DI RUANG KEPALA SEKOLAH TANPA MEMBIARKAN KAKI KALIAN MELANGKAH."


kelimanya dengan langkah penuh emosi keluar dari gudang. berjalan di koridor yang cukup ramai menuju ruang kepala sekolah.


"NGAPAIN ANJING LO NGELIATIN KITA!" sentak Angga saat beberapa siswa lain memusatkan pandangan nya ke arah mereka berjalan.


Deril yang kebetulan berjalan paling depan menghentikan langkahnya saat Gwen berdiri dengan santai.


"akhirnya banyak yang tau kelakuan asli kalian, bagus banget biar mereka tahu kalau muka doang yang kaya malaikat tapi kelakuan kaya iblis penjilat." ucap Gwen dengan senyum miring di akhir ucapan.


Angga berdiri di samping Deril.


"lo ya yang nyebar video itu!"


Gwen mengangguk dengan semangat tak lupa dengan senyum lebar. "kalau iya itu gue yang nyebar gimana?"


"LO!" Gwen menangis serangan dari Angga.


"sebenarnya sih pengennya gue yang nyebar tapi ternyata ada yang lebih dahulu bikin kalian kacau kaya gitu jadi ya udah. nggak perlu repot-repot ngotorin tangan eh ada yang bantu." usai mengatakan Gwen berbalik badan dan berjalan manaiki tangga untuk menuju lantai 2.


kelimanya benar benar marah.


Bram menendang tong sampah di sampingnya sampai isi di dalam nya berhamburan.


"tapi gue yakin sih kalau yang nyebar video itu Gwen, secara dari awal tu cewek nggak suka banget sama kita." ucap Angga menatap satu persatu teman nya.


Aksa menarik kerah depan Angga dan Bram saat melihat guru Bk yang tadi memanggil nama nya tengah berjalan kearah mereka, sebelum guru itu menyadari keberadaan mereka dan mengomel lebih baik kelimanya sendiri yang menghampiri guru itu.


"kalian di tunggu dari tadi kemana aja!"


"sempet ke toilet buk." jawab Angga dengan nada malas.


tanpa membalas ucapan Angga guru itu berbalik badan, berjalan kembali menuju ruang kepala sekolah, di belakangnya kelima siswa bandel mengikuti langkah guru pendek tersebut.


pintu ruang guru di buka Angga dan yang lain sukup kaget ternyata orang tua mereka sudah duduk manis di sofa. tampak sekali wajah mereka memandang anak nya dengan raut wajah marah.


Pria paruh baya dengan baju kantor menghampiri salah satu dari lima siswa, menarik kasar kerah putra nya dan langsung memberikan dua bogeman mentah di wajah sang anak.


Aksa yang mendapat serangan dari ayah nya hanya bisa diam.


"jadi anak sekali nggak guna terus nggak guna ya!" sentak ayah Aksa. pria itu marah besar setelah melihat video kelakuan anaknya. "sudah bodoh banyak tingkah lagi."


paruh baya yang di ketahui ibu nya Dodi menghampiri ayahnya Aksa. "sudah mas jangan bikin keributan." ucap ibu Dodi pada atasannya yang juga ayah dari teman anak nya .


"bener bener kamu!"


"bapak tolong ya jangan bikin keributan terlebih dahulu, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin." ucap kepala sekolah SMA BINARTA.


kelimanya duduk di kursi yang berhadapan dengan kepala sekolah saat guru Bk menyuruh untuk duduk dan memulai interogasi.


gadis berkepang dua yang berdiri di luar ruangan tepatnya di pojok jendela tersenyum puas melihat kejadian tadi. jari itu menekan tombol upload video di ponselnya tak sampai 1 menit satu video telah tersebar di seluruh media.


"kejutan ke dua datang." ucap nya tersenyum bahagia, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ruang kepala sekolah kembali geger saat guru Bk memperlihatkan satu video yang berbeda pada kepala sekolah dan menimbulkan amarah luar biasa dari orang tua siswa itu.


video penyiksaan yang kelimanya lakukan pada Quella di gudang sekolah.


"BENAR BENAR ANJING KAMU YA!" Aksa terdiam pasrah saat ayahnya memukul dengan bruntal dirinya.


Angga menahan tubuh ayah aksa agar berhenti memukul anaknya tapi usahanya sia sia Karena tenaga pria itu sangat kuat, Bram yang juga membantu angkat tangan.


berbeda dengan ayahnya aksa, Deril menatap malas ibunya yang menangis tersedu-sedu melihat kelakuan bejat anaknya yang kembali terulang lagi.


angga sendiri hanya berdiri santai menyandarkan tubuhnya di dinding. yang datang ibu angkatnya, wanita paruh baya itu hanya terdiam tidak mengomel atau mengeluarkan satu kata pun. untuk sekarang ia bisa bersantai tapi tidak saat pulang sekolah sudah pasti ayahnya akan ngamuk dan langsung memberi hukuman yang bukan main main.


MOHON MAAF JIKA CERITA TIDAK NYAMBUNG! DAN TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SERTA MEMBERI TANDA SUKA PADA CERITA KU🤣


TO BE CONTINUED....