GWEN Amartha

GWEN Amartha
GADIS PEMBERANI



Leon menyapu pandang ruang pertama markas Scorpio, semua anggota Scorpio tergeletak tak berdaya di lantai dengan darah yang keluar dari luka mereka masing-masing. kondisi ruangan benar benar kacau bahkan sofa yang selalu di duduk i Felix,ketua mereka kini tergeletak dengan posisi terbalik.


siapa yang berulah.


"pengacau mana yang datang."Felix berdecih, kakinya melangkah menuju Bram yang sedari tadi meringkuk seraya memegang pelipisnya yang tak henti hentinya mengeluarkan darah.


di luar sebagian anggota Scorpio yang sebelumnya belum datang tengah sibuk memadamkan api yang semakin membesar melahap mobil milik Deril.


"panggil ambulans." Leon mengangguk lalu merogoh saku mengeluarkan ponsel dan segera menelepon Ambulans.


Felix memerintahkan 3 anggota Scorpio lainnya untuk membantu mengangkat tubuh teman yang lain dan di bawa ke mobil sembari menunggu ambulans.


Tak lama 12 ambulans dari satu rumah sakit milik keluarganya Felix datang dan membantu mengangkat tubuh anak anak Scorpio.


sebelumnya Felix dan Leon tengah bermain basket dengan 8 orang lainnya untuk mempersiapkan pertandingan di bulan depan. mereka yang terlalu sibuk latihan sampai tak mengangkat telfon saat anggota lain meminta tolong.


dan anggota yang lain mungkin sibuk dengan sendirinya.


Felix berjalan menuju lantai dua untuk memastikan siapa yang berani berulah di wilayahnya, dua minggu yang lalu ketua serta beberapa anggota musuh geng nya di tangkap polisi akibat terciduk mengonsumsi obat obatan sangat tidak mungkin jika seandainya yang berulah adalah musuh geng mereka.


setiap sudut markas Scorpio di lengkapi cctv yang tersembunyi, berjaga-jaga jika ada yang menyerang markas secara tiba tiba dan hanya ada beberapa orang yang berjaga.


Felix menekan tombol kecil berwarna merah di satu sudut, ruangan bernuansa abu abu dengan penerangan yang minim dipenuhi dengan komputer serta alat alat teknologi lainnya.


lelaki itu duduk di depan komputer yang nampak berukuran lebih besar dari komputer lainnya. jari jari kekar yang mulai menari nari di keyboard komputer kini hanya memerlukan 2 menit semua kejadian beberapa jam yang lalu terlihat jelas di layar komputernya.


matanya menatap tak berkedip pada gadis yang kini tengah di serang anak buahnya dengan jumlah yang tidak seimbang. gerakan gesit yang sangat lincah layaknya seorang tentara yang sudah di latih lebih dari 5 tahun.


tidak tau siapa gadis itu tapi percayalah ia cukup terkejut jika yang berani berulah adalah seorang gadis.


Gadis pemberani!


Felix tersenyum miring mengetik sebuah pesan di ponselnya lalu tak lama suara notifikasi terdengar pertanda sebuah pesan masuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aira membawa sebaskom air hangat untuk mengompres luka luka di wajah Gwen, belum juga dirinya menyusul gadis itu ternyata sudah pulang dengan sendirinya. kini keduanya tengah duduk di sofa tempat Raquella di rawat, perempuan itu tertidur lelap dari 1 jam yang lalu.


"lo gimana sih katanya minta gue bantu balas dendam malah lo yang maju sendiri nggak seru sumpah Gwen." ucap Aira dengan cemberut, percuma saja jika seperti ini, sudah hampir dua Minggu ia latihan beladiri bersama sepupunya untuk melawan geng Scorpio ternyata temannya melawan dengan seorang diri. usai di kabari candra Aira cukup senang karena jiwa balas dendam nya meletup meletup tapi naas ibunya meminta untuk menemani ke supermarket alhasil ia telat 1 jam dan itu sia sia saat menuju markas Scorpio justru ia tersesat dan berakhir kembali ke rumah sakit.


ternyata Gwen juga baru saja memasuki ruang Raquella, ia kaget temannya yang cantik berubah menyeramkan saat banyak luka lebam di wajah cantik gadis itu.


"lagian emang lo bisa bantu apa?" Gwen meringis saat obat merah menyentuh luka di sudut matanya.


"bangsat pelan pelan dong sakit ini." Gwen menggerutu saat Aira tak sengaja menekan lukanya.


Aira dengan polos menunjukkan cengiran lebar sampai memperlihatkan gigi rapihnya.


pintu di buka dengan kasar, candra berdiri di tengah pintu dengan nafas tersengal sengal. lelaki itu dengan langkah lebar menghampiri Gwen dan Aira.


"Gwen! bener bener bangsat ya lo." dengan tidak berperasaan Candra mengeplak belakang kepala Gwen, walau tidak keras tapi cukup membuat Gwen terkejut akibat tindakan yang tiba tiba.


"apaan sih lo tiba tiba main ngeplak pala gue." Gwen berkata dengan sinis, matanya menatap tak bersahabat dengan Candra.


"gue khawatir sama lo, nyeselin banget sih lo." Ujar Candra, pira itu mengambil botol aqua lalu meneguknya. setelah meminta bantuan dari temannya yang kebetulan berada di cafe sebrang rumah sakit akhirnya Candra bisa pulang ke rumah dan mengambil mobilnya untuk menyusul Gwen. tapi ternyata ia terlambat gadis itu sudah tidak ada di tempat.


"alah ya udahlah lagian juga udah kan." dengan cuek gwen berkata sembari fokus mencoba memperbaiki kalung kesayangannya yang sempat rusak saat berkelahi dengan anggota Scorpio.


sesekali gadis itu meringis, sial mereka telah membuatnya merasakan rasa perih, wajahnya yang cantik kini sudah tak terlihat cantik lagi.


Aira dengan hati hati menempelkan hansaplast untuk luka di pelipis Gwen yang terdapat bekas cakaran.


memasukkan kembali obat obatan di kotak p3k lalu menaruh kembali kotak itu di laci nakas samping brankar tempat Quella tidur.


pukul 2 pagi Gwen masih terjaga, matanya seolah menolak untuk ia tertidur, beruntung besok hari libur kalau malam ini ia tidak tidur mungkin besok pagi matanya bisa bekerjasama untuk terlelap.


Candra tertidur dengan posisi duduk, sedangkan Aira sendiri sudah pulang setelah di susul oleh kakak laki-laki nya.


Gwen tersenyum puas melihat berita malam ini masih seputar pembullyan yang dilakukan kelima anggota Scorpio, foto ke-lima nya bahkan di posting di grup lambe turah. berbagai cemoohan terlontar setiap postingan yang menampilkan kelimanya. bahkan selama dua hari top tranding di semua media masih persoalan itu.


video yang disebar tidak dapat dihapus, video telah dikunci. ini masih permulaan belum akhir.


Gwen mengalihkan pandangannya ke arah sang kakak, masih belum puas rasanya belum membawa mayat Deril, tapi setidaknya ia sudah membuat anggota Scorpio di bawahnya Karena kalah dengan seorang gadis seperti dirinya yang bahkan berkelahi dengan tangan kosong.


Gwen termenung, minggu depan sudah saatnya membayar biaya rumah sakit, jumlah nya cukup banyak dan dirinya masih belum bisa membayar walau hanya setengah dari biaya rumah sakit.


uang yang ia pegang hanya cukup untuk makan dirinya selama 4 hari, siang nanti bagaimana caranya ia harus mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit.


...MUNGKIN BAKAL LAMA UPDATE NYA MAU REVISI BIAR NYAMBUNG CERITA NYA🙏 MAKASIH BANYAK YANG UDAH BACA CERITA AKU😋...


SEE YOU.....


TO BE CONTINUED......