GWEN Amartha

GWEN Amartha
SIAPA DIA?



Gwen berjalan cepat menuju kelas, di dalam ruangan ternyata hanya beberapa murid saja. semua kelas jam kosong berita terbaru pagi tadi menjadi tranding topik di semua sosial hal yang langsung menyangkut nama baik sekolah. semua guru mengadakan Rapat untuk kejadian ini.


"Aira ikut gue." Gwen menarik pergelangan tangan Aira untuk keluar dari kelas. lorong koridor cukup senggang mungkin kebanyakan dari murid SMA BINARTA di kantin untuk menutupi rasa bosan atau sekedar bersenang senang canda gurau dengan teman atau bahkan bergosip ria.


"kalau lo mau tanya gue yang nyebar video itu atau bukan jawaban jelas kalau itu bukan gue." ucap Aira saat sudah berada di belakang sekolah. memang Gwen belum mengatakan apapun tapi ia rasa tidak jauh dari berita yang baru baru ini menjadi tranding topik.


Gwen menyugar rambutnya kebelakang, jika bukan Aira lantas siapa? hampir sebagian murid SMA BINARTA takut pada Anggota Scorpio cukup mustahil jika ada yang berani berurusan begitu saja.


belum juga melancarkan aksi balas dendam tapi ternyata ada juga yang lebih mendahului.


"kalau bukan lo siapa?"


Aira terdiam, kemungkinan ada orang lain yang sama dengan nya dan Gwen. membenci anggota Scorpio! benaknya bertanya tanya siapa orang itu, dan cukup ia akui nyalinya besar karena tidak mungkin kelima pentolan sekolah itu hanya diam saja setelah kejadian ini.


"lo tenang aja biar gue suruh kakak gue lacak akun pertama yang menyebar video." Gwen menoleh, menaikkan sebelah alisnya.


"kakak gue cukup paham kalo soal gituan."


"oke, gue harap pulang sekolah udah tau siapa pelakunya." Gwen menepuk pundak kiri Aira lalu berlalu dari sana.


Aira mengambil ponselnya di saku, mengotak-atik ponselnya sebentar lalu menempelkan benda pipih tersebut di telinga.


"tolong ya kak sepulang sekolah udah harus tau."


"gampang satu jam juga selesai."


Aira tersenyum ia rasa meminta bantuan kakaknya bukan satu tindakan yang salah, ia tau kakaknya selalu bisa ia andalkan.


menutup telepon lalu melangkah pergi mengikuti Gwen, yang ia rasa pergi ke kantin sekolah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gwen menatap satu pesan dari Aira, biodata pelaku penyebaran video.


matanya tak beralih dari biodata yang singkat itu. tidak ada nama orang tua bahkan berapa saudara,hanya ada nama, alamat rumah, tanggal lahir dan sekolah dimana.


gwen merasa kalau pelaku dalam penyebaran video satu sekolah dengannya tapi ternyata dari sekolah lain. bagaimana caranya.


cukup mengejutkan! motivasi apa sampai orang itu dengan berani membuat masalah dengan ke limanya.


siapa dia?


parkiran sekolah sudah sepi, jam pulang sekolah sudah berlalu 30 menit yang lalu, itu sebabnya hanya ada motor miliknya seorang.


Gwen menjalankan motornya keluar sekolah sebelum gerbang di tutup. ia akan menyelidiki siapa pelaku penyebar itu. tujuan utama adalah alamat rumah yang tercantum di pesan yang dikirim Aira.


motornya berhenti tepat di depan ruko sembako yang nampak terbengkalai, sepanjang jalan ternyata tidak ada orang. Gwen kembali membaca alamat rumah orang itu, apakah ia tersesat atau memang benar ini tempatnya.


"bener kok, tapi cuma ada ruko ruko nggak ada perumahan." gumam Gwen lalu menatap sekeliling yang sama sekali tidak ada orang, seakan tidak ada lagi tanda tanda kehidupan.


gadis itu turun dari motor lalu mengelilingi tempat itu dengan berjalan kaki, siapa tau ada gang kecil yang menghubungkan rumah rumah tetangga sekitar.


dan benar setelah hampir 5 menit akhir Gwen menemukan gang sempit di ujung ruko. hanya sebentar satu meter gang itu dan terlihat begitu kumuh.


Gwen berjalan menuju motornya dan melajukan motor miliknya untuk memasuki gang sempit tadi.


Gwen memarkirkan sepeda motor nya di sebelah pedagang sayur, gadis itu melepas helm lalu berjalan ke satu pedagang yang mencuri perhatiannya.


di liriknya pedagang itu lalu menatap foto yang di ponselnya, ternyata orang yang ia cari ada di sini. tanpa basa-basi Gwen menghampiri pemilik dagangan yang kebetulan menjual berbagai minuman.


matanya membaca banner berisi menu yang dijual


"gue mau pesen es coklat sama roti bakar." ucap Gwen lalu duduk di salah satu kursi yang kosong.


perempuan yang memakai kaos hitam serta celana jeans hitam itu nampak mengangguk senang. mata Gwen tak beralih dari gadis yang sedang membuatkan minuman untuknya, ternyata seusianya dan jika dilihat gaya berpakaianya hampir sama dengan nya. terkesan tomboi.


"nih di minum, roti bakar nya bentar lagi." ucap gadis itu.


"lo Gendhis? bukan." perempuan itu menoleh langsung saat orang asing itu menyebutkan namanya tanpa ia kenal.


"ya, lo kenal gue atau sebelumnya kita kenal." Gendhis mengangkat satu alisnya.


Gwen tersenyum simpul lalu menggeleng dengan pelan. "kalau benar lo Gendhis dari SMA Pancasila, ada yang mau gue omongin sama lo."


Gendhis mendekati Gwen, menumpukan kedua tangannya di pinggir meja lalu menatap lekat wajah Gwen. "sebelum kita pernah kenal? kenapa lo tiba tiba mau ngomong sama gue. dan gue cukup paham sama ekspresi lo, ada yang penting?"


Gwen meminum es coklat nya sampai tinggal setengah, tanpa berbicara gadis itu mengambil rokok lalu menyelipkan benda itu di bibir. sebelum nikotin itu di bakar sang pemilik Gendhis lebih dahulu mengambil rokok yang terselip di bibir Gwen. " siapa sih lo?"


"urus dulu tuh roti bakar nya." Gendhis berdecak kesal lalu menyugar rambut pendeknya kebelakang dengan kasar, bohong kalau ia tidak tau gadis di depannya ini siapa. ia tau dan jelas tau.


Gwen Amartha!


sebelum gadis itu menemui nya ia sudah menebak kalau gadis itu akan datang menghampiri dirinya setelah kejadian itu. dan tebakan nya benar, kini Gwen duduk di hadapannya dengan tenang.


"NENEK TUA ROTI BAKAR NYA URUSIN, GUE ADA TAMU." teriak Gendhis memanggil neneknya, jika dibilang tidak sopan biarlah karena neneknya jauh lebih tidak sopan.


"KALAU MANGGIL NENEKNYA YANG SOPAN GOBLOK! TIAP HARI MAKAN CANGKUL YA OTAKNYA DI DENGKUL." ucap nenek Gendhis dengan kesal, cucu nya itu sungguh tidak sopan.


Gendhis melempar kain lap yang di lempar neneknya tepat mengenai wajahnya, "Ck... udah tua bukanya meninggal malah jadi nenek-nenek ribet. dasar nenek gayung."


Gwen menarik satu sudut bibirnya keatas, melihat interaksi cucu dan nenek itu cukup menghibur nya. dua orang yang sangat ramah.


Gendhis kembali mengalihkan pandangan sepenuhnya terhadap Gwen, "siapa lo dan mau apa lo kesini? anak SMA BINARTA." lihat apa yang akan di katakan gadis didepannya, apakah akan jujur atau berbohong.


"Gue Gwen dan benar yang lo bilang gue anak SMA BINARTA." Gwen mengulurkan tangannya meminta berkenalan pada gadis berambut pendek itu.


"gue Gendhis, Keyra Gendhis anatasya." Gendhis menarik satu bangku kosong lalu duduk di samping tepat Gwen duduk.


rokok yang ia rampas milik Gwen ia bakar lalu dihisap secara perlahan.


"gue sebenernya udah tau lo itu siapa," hembusan asap menyebar ke sekeliling, keduanya nampak menikmati benda nikotin tersebut.


"Gue juga tau alasan lo datang ke warung nenek gue." Gwen tersenyum miring mendengar kata kata yang dikeluarkan Gendhis.


"lo kesini mau tanya kan kenapa gue lakuin itu, dan apa alasan."


sangat tepat!


TO BE CONTINUED....