GWEN Amartha

GWEN Amartha
PUNCAK AMARAH GWEN



bismillahirrahmanirrahim 😔


Gwen mengendarai motor trail milik candra yang ia rebut paksa untuk mendatangi markas Scorpio, tangannya menarik gas motor dengan kecepatan tinggi. tak peduli jika satu jam kemudian mungkin akan pindah alam, ia benar-benar marah! kemarahan tak terbendung saat mengetahui ada 8 kamera pengintai di ruang kakaknya serta 12 kamera di lorong tempat menuju ruang Raquella di rawat.


ia tau siapa yang menaruh kamera di ruang kakaknya, cctv parkiran rumah sakit yang memperlihatkan mobil yang selalu di Kendarai Deril menjadi bukti. serta tindik telinga berbentuk inisial huruf D serta ukiran kalajengking di tengah tengah yang terjatuh di lantai kamar mandi menjadi bukti kuat bahwa pria itu pelakunya yang menaruh kamera pengintai.


selama 3 hari berturut-turut kakaknya juga sering menangis histeris tanpa ia ketahui apa penyebabnya. nalurinya mengatakan bahwa pria brengsek itu pasti sering mengunjungi kakaknya.


satu lagi bukti yang diucapkan salah satu suster yang sering melihat pria berjaket hitam berjalan usai dari lorong tempat kakaknya di rawat, pria yang memiliki tatto kalajengking di belakang daun telinga. hanya satu orang yang memiliki yaitu BIRU ADERILIO


Gwen menatap benci bangunan yang berdiri kokoh di depannya, matanya menatap nyalang kendaraan milik Deril. satu keberuntungan untuknya mobil pria itu terparkir 3 meter dari kendaraan kendaraan yang lain.


deretan motor berjejer rapi yang ia yakin jika semua itu milik anggota Scorpio, dengan tangan kosong Gwen melangkah mantap menuju pintu besar yang terdapat ukiran kalajengking dengan nama Scorpio yang berada di tengah tengah nampak berkesan.


tak peduli jika di dalam bangunan ini banyak pria, ia tak peduli jika ini takdir ia akan mati di tangan Anggota Scorpio setidaknya sebelum mati Gwen harus menyeret bangkai Deril terlebih dahulu ke depan kakaknya.


ponsel di sakunya tak henti hentinya berdering, sudah jelas siapa yang menelfon. Candra pria itu tidak bisa apa apa, selain motornya ia sita dompetnya juga ia ambil. semua ia lakukan agar cowok itu tidak menghalanginya dirinya untuk meratakan para anjing liar.


pintu di Dobrak keras dalam satu tendangan. ingatkan pada semua orang, ia selalu menjuarai lomba beladiri seakan menghadapi banyak orang ia tidak takut, selain karate dan taekwondo ia juga lihai dalam bermain beberapa senjata tajam seperti pistol, busur panah dan bahkan belati sekalipun. jika kalian pikir keluarganya ada yang anggota kepolisian atau bahkan tentara jawaban tidak.


ia dilatih untuk kuat, untuk menjadi wanita hebat oleh pamannya.


anggota FBI?


bukan


pamannya adalah seorang narapidana bekas ketua bandar narkoba. sebelum di tangkap ia sudah dilatih sebelum usianya menginjak umur 12 tahun. berbagai teknik beladiri ia kuasai dengan lincah. tak jarang dulu beberapa aparat kepolisian meminta tolong untuk membantu mempermudah tugas mereka dengan keahliannya.


Semua anggota Scorpio menoleh saat pintu di Dobrak dengan sangat keras sehingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras.


"BIRU ADERILIO!" Teriak Gwen menggema di seluruh ruangan.


Gwen mencepol kuat rambutnya dengan mata tertuju pada orang yang ia cari. crop top hitam celana jeans tak lupa dengan sepatu putihnya, di situasi seperti ini pesona Gwen tak main main.


perut rata nya di biarkan terlihat oleh anggota Scorpio begitu saja saat gadis itu mengangkat kedua tangannya untuk mencepol rambut.


sial saat saat seperti ini rambutnya sudah mulai panjang. ia cukup membenci rambu panjang nya.


"NGAPAIN LO KESINI?" Angga melangkah maju dengan menatap Gwen penuh emosi.


seakan tuli gadis itu lebih memilih diam, matanya tak berhenti menatap Deril yang juga menatap kearahnya.


"ANJING LO, BANGSAT!." Gwen melempar 8 camera kecil yang semula di sakunya kearah wajah Deril. tanpa basa basi memukul Deril dengan kesetanan tanpa memberi celah untuk lelaki itu menghindari serangannya.


"WOY NGAPAIN ANJING." Angga berteriak berlari kearah Deril yang nampak sudah tak berdaya dengan darah yang keluar dari luka luka yang di dapat.


ruang markas Scorpio kacau, beberapa anggota Scorpio berusaha menyelamatkan Deril dengan cara melawan, memberikan serangan terhadap Gwen.


satu orang perempuan melawan 12 anggota Scorpio dengan tangan kosong.


Gwen dengan lihai menangkis setiap serangan, melempar kembali pukulan serta tendangan yang tak bisa dihindari sama sekali oleh anggota Scorpio yang menyerangnya.


Angga, aksa maupun Bram ikut menyerang Gwen. sedangkan Dodi membantu Deril berdiri, keadaan lelaki itu sangat memprihatikan.


meja yang semula berisi botol alkohol serta kartu Remi kini terbelah menjadi dua akibat tubuh Bram di banting Gwen.


jam menunjukkan pukul 11 malam pertarungan yang sangat tidak seimbang berjalan hampir 1 jam penuh. Gwen cukup kewalahan dikarenakan anggota Scorpio yang lain berdatangan yang semula hanya 17 orang kini menjadi 50 orang lebih.


nafas Gwen sudah tak beraturan, wajahnya kini dipenuhi luka, sedikit beruntung karena Anggota Scorpio tidak ada yang membawa benda semuanya tangan kosong.


tiga pukulan sekaligus mengenai hidung Gwen, darah mengalir dengan segar dari kedua lubang.


Angga masih belum menyerah dengan gerakan cepat dan lincah menendang, memukul bertubi tubi Gwen. gadis itu benar benar hampir pingsan. bibirnya sudah pucat kemungkinan darah di hidung nya semakin banyak yang keluar. di tambah lagi hari ini hari ke 3 ia datang bulan.


Gwen menatap kosong kalung yang dipakainya tergeletak di lantai dengan keadaan rusak, emosinya semakin memuncak. berlari kesetanan menendang perut Angga dengan keras, di susul membogem wajah Bram berkali kali.


nafasnya memburu tak teratur menyapu pandang seluruh ruang, banyak Anggota Scorpio yang tak sadarkan diri sama halnya dengan Aksa, Angga dan Dodi.


Gwen berjalan kearah Bram dengan langkah pelan yang terhuyung huyung, tenaganya habis terkuras.


lelaki itu menatap Sayu Gwen dengan posisi tubuh setengah berbaring dan setengah duduk.


pertaruhan yang hebat membuat benda di ruangan itu rusak semuanya tak terkecuali sofa yang salah satu kaki sofa patah.


dua kaleng soda yang masih utuh Gwen ambil.


"Lo tau kenapa gue lakuin ini semua" ucap Gwen lalu meneguk minuman yang baru saja ia buka.


"karena gue benci kalian, Karena gue datang kesini bawa Dendam." Bram menelan ludah dengan susah payah, mata gadis di depannya benar benar membuatnya tak berkutik sedikitpun.


"dan gue kesini mau seret bangkai temen lo! MANA SI ANJING ITU!" teriak Gwen tepat di wajah Bram.


lelaki itu hanya diam.


hal yang membuat Gwen semakin marah, dengan kasar Gwen menjambak rambut Bram dengan kasar agar menatap wajahnya.


"bilang sama gue mana si anjing." lirih Gwen penuh penekanan.


tak mendapat jawaban ia benturkan kepala Bram ke lantai sampai pelipis pria itu sobek mengeluarkan darah.


"Deril kabur tadi." ucap Bram dengan suara lirih, kepalanya pusing usai di benturkan Gwen.


Gwen menggigit pipi dalamnya, tangannya mengepal kuat lalu berjalan keluar dari bangunan.


gadis itu berdiri di depan mobil Deril, tangannya merogoh kantong mencari dua benda yang selalu ada di kantongnya, untung saja tidak hilang saat bertarung.


pisau lipat dan korek api.


ia tancapkan berkali kali pisau lipat di ban mobil Deril lalu berjalan ke motor yang ia kendarai, mengambil jaket miliknya dan kembali berjalan kearah mobil Deril.


10 detik kemudian mobil milik Deril terbakar, api menyambar semakin membesar.


Gwen tertawa puas, jika hari ini tidak membawa mayat Deril mungkin besok pagi.


TO BE CONTINUED...