
Gwen menendang ban mobil yang di pakai untuk mengejar kendaraan yang mereka ikuti, kehilangan jejak karena orang yang mereka ikuti lebih pintar dari yang ia kira, mobil yang membawa Tama berhenti di tengah jalan ternyata orang yang di dalamnya sudah pergi hanya tertinggal mobil kosong.
Jalanan sepi area puncak jam segini tidak banyak orang yang lewat, tidak ada juga cctv yang dapat menjadikan bukti untuk mereka lanjutkan pencarian. Ia kehilangan jejak!
Felix sendiri sibuk menelfon beberapa bantuan agar dapat lebih mudah menemukan seseorang yang membawa Tama, jalanan puncak memang satu arah hanya saja di paling ujung jalan terdapat perempatan itu menandakan mereka harus berusaha keras menebak sendiri arah mobil yang membawa Tama. Dan juga mereka tidak tau plat dan jenis mobil itu, karena mobil yang sempat di lacak pertama kali terparkir kosong di depan mobilnya.
"kita cari sembarangan saja." ucap Felix menarik tangan Gwen agar kembali masuk ke dalam mobil.
Mobil membelah jalanan sepi di area pepohonan. Felix berkali kali menelfon seseorang tetapi tidak juga di angkat. Meremas ponselnya hendak membanting tetapi dering ponsel menghentikan upaya tadi nomor yang sempat ia telfon akhirnya kembali menelfon dirinya.
Usai berbicara Felix kembali menancap gas lebih cepat.
"pemilik anting itu sudah di temukan." ucap Felix melirik kearah Gwen yang bermain ponsel.
"sangsi terbesar penculikan Tama, cuma Tama sendiri karena orang yang nyekap tama selalu datang."jelas Gwen berkata apa yang Tama katanya beberapa waktu lalu.
"maksudnya?" tanya Felix sedikit tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Gwen.
"pemilik anting itu beberapa kali datang buat nyiksa Tama, Tama bilang kalau itu nenek dan tante sinta."
"tapi pemilik anting itu bukan Sinta."ucap Felix memberikan ponselnya yang menampilkan gambar seseorang yang di duga dalang penculikan Tama tengah duduk terpaksa di tengah tengah orang suruhannya. beberapa jam yang lalu wanita itu tertangkap dengan beberapa bukti lainnya.
Gwen mengamati foto itu. "kalau dia orangnya apa motif dari penculikan ini? Dia minta tebusan ke Lo?" tanya Gwen tidak yakin dengan foto perempuan itu, sudah jelas kalau Sinta dan Rima ikut campur dalam urusan ini Tama sendiri yang mengatakan. Anak kecil tidak mungkin berbohong dan mengarang cerita bukan?.
"tidak, bahkan tidak pernah ada telfon masuk ke nomor yang di sebar di formulir kehilangan." ujar Felix sesekali melirik Gwen, matanya tetap fokus pada jalanan di depan.
"kalau dia bukan siapa siapa tapi menculik Tama sangat mencurigakan, Tama sehat hanya saja banyak luka. Jika benar seorang penculik maka akan meminta tebusan kalaupun tidak sudah pasti di jual atau pun organ tubuh tama di ambil tapi ini tidak."ucap Gwen, perempuan itu menyugar rambutnya kebelakang.
menegakan tubuhnya saat foto kedua terlihat, "sudah jelas bukan dia pelakunya." ucap Gwen dengan yakin. Saat melihat foto kedua yang menampilkan foto cctv yang menangkap kejadian dimana perempuan itu tengah menggendong bocah yang memastikan keadaan sekitar. Perempuan dalam foto jelas wanita yang ia lihat tadi tapi ia tidak buta untuk tidak bisa membedakan tubuh tama dan yang bukan.
"ada video rekaman cctv juga Gwen." ucap Felix mencoba meyakinkan kalau orang itu pelakunya hanya saja yang sekarang kembali menculik Tama mungkin tetap suruhan orang itu.
"kalaupun benar dia penculik mana ada yang terang terangan menampakkan wajahnya ke area yang terdapat cctv." ucap Gwen masih percaya dengan perkataan Tama. Felix terdiam apa yang di katakan Gwen sedari tadi masuk akal.
"kalau benar itu benar, siapa pelaku yang sesungguhnya."tanya Felix menatap Gwen sekilas.
Gwen mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya, "selidiki Sinta dan mama tiri Lo gue yakin dia orangnya."
"Sinta? Mama tiri gue? Gwen beberapa kali gue liat dia baik sama Tama nggak mungkin kalau mereka pelakunya."bantah Felix ia sedikit tidak percaya apa yang di katakan Gwen.
"Tama bukan anak kandung Lo kan?" tanya Gwen yang di benarkan Felix.
"kalau mereka baik sama Tama nggak mungkin Tama takut sama mereka, gue perlakuin Tama baik sehingga Tama nggak takut sama gue yang udah jelas notabenenya orang baru di hidupnya."lagi lagi penjelasan Gwen membuka cara pikir nya , semua yang di katanya Gwen masuk akal.
"Lo nggak ingat apa yang sinta bilang waktu di supermarket?"
Ngapain jadi yang terbaik Tama cuma anak pungut kamu Felix!
Ucapan Sinta beberapa waktu lalu terngiang, benar yang dikatakan Gwen. Felix mengambil ponselnya menekan nomor telepon seseorang beberapa detik menunggu panggilan tersambung.
setelah mengucapkan perintah pada bawahannya. giliran Felix menerima pesan dari seseorang.
"villa kosong?" gumam Felix menyita perhatian Gwen untuk tahu apa maksud dari villa kosong.
"Tama dibawa ke villa?" Felix mengangguk, "pegangan." tutur Felix langsung menancapkan gas lebih cepat dari yang tadi Kendarai.
AWAL CERITA MELENCENG KARENA LAMA HIATUS JADI LUPA SEKARANG KEHABISAN IDE 😠BUAT NEMUIN TITIK BIAR NYAMBUNG KE KONFLIK.
YANG PENTING UPDATE DULU SORRY KALAU CERITA NGGAK SESUAI HARAPAN.
JANGAN LUPA JUGA YA MAMPIR CERITA KE DUA SWEET COUPLE "Y"
Ada Yumna dan Yuta yang bakal nemenin kalian dengan kisah mereka🤣🤣🤣
To be continued.....