
"lo adalah orang yang bikin gue kaya gini, dan kakak lo adalah pendukung sifat jahat gue." Ucap Damares menatap mengintimidasi mata Gwen, seolah mengatakan kalau semua ini salah gadis itu.
"maksud lo apa? kenapa jadi gue." Gwen masih bingung belum mencerna apa yang di ucapkan Damares.
Damares bertepuk tangan, pria itu tertawa, "lo ingat cowok pake kacamata badannya besar yang lo tolak waktu dulu? yang lo hina dulu"
Gwen terdiam mengingat kejadian yang dikatakan Damares, "ITU GUE ANJING!" Teriak Damares tepat di depan wajah Gwen.
Gwen menelan ludah dengan kasar, ia ingat dulu sewaktu smp ada seorang laki laki berbadan gemuk dengan memakai kacamata mengungkapkan perasaan di lapangan sekolah, pada saat itu ia paling benci cowok bertubuh gempal alhasil ia caci maki di depan banyak orang.
"itu lo."
"iya itu gue, sewaktu itu ada kakak lo dia yang bikin gue jadi kaya gini. dia yang bantu gue diet dan move on dari lo bahkan dia yang bikin gue bertahan di titik ini sampai akhirnya gue bener bener cinta mati sama Raquella tapi apa? LO BILANG SAMA KAKAK LO KALAU GUE BAJINGAN, KALAU GUE BERANDAL NGGAK BERMORAL LO INGAT SAMPAI DIMANA KAKAK LO NOLAK GUE. INI SEMUA GARA GARA LO! LO YANG NGEHASUT OTAK KAKAK LO BUAT NGGAK NERIMA CINTA GUE." Damares mencengkeram pipi Gwen dengan erat membuat gadis itu tak berkutik sama sekali.
"gue nggak tau kalau orang yang kakak bilang itu lo, yang gue tau itu alex temen lo dulu" ucap Gwen dengan pelan.
"terus dengan lo bilang kaya gitu, gue peduli?"
"kalau ini masalahnya, okay gue minta maaf." Gwen terpejam tidak menyangka semua ini salah nya. dulu Raquella pernah bercerita tentang sosok yang selalu bersama gadis itu, tanpa menyebutkan namanya. ia pikir orang yang dimaksud adalah Alex karena memang kakaknya pernah dekat dengan lelaki itu tapi ternyata semua ini salah.
"permintaan maaf nggak bisa bikin semua balik kaya dulu."
" kalau ini masalahnya kenapa lo nggak bikin gue di posisi Raquella." ucap Gwen, seharusnya jika Damares membencinya pria itu akan membuat dirinya menderita bukan malah membuat orang yang Damares suka yang menderita.
"karena kakak lo selalu baik sama gue, sampai gue depresi dan bunuh saudara kembar gue." Damares berjalan melalui tubuh Gwen dan mengabaikan gadis itu yang nampak shock mendengar fakta yang ia ucapkan.
Damares terhenti saat kini langkahnya terhalang gadis cantik yang juga menatapnya dengan tatapan membenci.
"terus kenapa kakak gue yang jadi korban?" tanya gendhis.
Gwen menoleh melihat gendhis dan Damares yang kini bertatapan.
Gadis itu menunggu jawaban dari lelaki itu.
"karena gue pengen, pengen kakak lo jadi pelampiasan semua amarah gue." mendengar jawaban dari Damares. Gendhis tak bisa untuk tidak memberi bogeman di wajah pria itu.
"BANGSAT! LO KIRA KAKAK GUE *****!" Gendhis memukul bertubi tubi wajah Damares. tak memberi ampun dan tak memberi kesempatan untuk Damares menghalau pukulannya.
Gwen memberi isyarat saat melihat anggota Layger ingin mendekat matanya menatap tajam agar tidak ada yang ikut campur dan tetap di tempat. untuk saat ini ia bingung harus bagaimana, tujuan nya kesini untuk menyeret lelaki itu dan memberi pelajaran yang setimpal tapi mendengar penjelasan Damares kini ia merasa bersalah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
satu hal yang tidak bisa ia lupakan bahwa lelaki itu juga yang membantu kakaknya pulih dari trauma. kepalanya sakit semua ini terlalu rumit. hari ini banyak fakta yang mengejutkan.
"LO TAU ANJING! GARA GARA LO GUE KEHILANGAN KELUARGA GUE!". gendhis menarik nafas dalam dalam lalu berdiri dari atas perut Damares. ia menatap bengis pria itu yang hampir tak sadarkan diri.
"udah?" Damares mencoba berdiri, Rio yang melihat langsung membantunya.
"Grasia nggak mati atau ilang dia ada sama seseorang." ucap Damares membuat Gendhis berjalan lebih dekat dan mencengkeram kerah baju nya
"maksud lo apa?"
"gue udah damai sama Grasia, dia udah punya keluarga sendiri cuma sempat kecelakaan dan amnesia." ucap Damares membuat Gendhis terdiam membeku.
"alex sepupu gue atau bisa dibilang sahabat gue " Damares berkata sembari menoleh Gwen. "dia suaminya sekarang."
Bugh....
satu pukulan kembali mendarat di pelipis Damares.
"MAKSUD LO APA ANJING! APA?" teriak Gendhis.
Damares membuka ponsel miliknya lalu menunjukkan sebuah foto yang membuat Gendhis terkejut bukan main. foto Grasia memakai gaun pengantin bersama seorang laki laki keduanya nampak tersenyum bahagia.
lelucon apa lagi ini?
"lo bisa samperin mereka, ini kartu nama suami kakak lo." ucap Damares memberikan kartu nama Alex yang di dompetnya.
Gendhis menerima kartu itu, membaca sesaat lalu menatap kembali kearah Damares.
"seandainya semua ini cuma rekayasa gue pastiin mayat lo nggak bisa di kenali." ucap Gendhis lalu berjalan keluar dari rumah kosong.
Gwen menatap punggung Gendhis yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya. menarik nafas dalam-dalam lalu ia keluarkan secara perlahan. kepalanya pusing banyak fakta yang mengejutkan.
informasi yang di berikan temannya waktu itu ternyata benar. kakaknya memiliki hubungan spesial sewaktu dulu.
Gwen melangkah pergi melewati Damares yang berdiri dengan menatap dirinya. entah apa yang harus ia lakukan sekarang dirinya tidak tau.
"Gwen." langkah gadis itu terhenti saat Damares memanggil nama nya dengan pelan.
"gue tau cara gue nunjukin cinta ke kakak lo itu salah, gue cowok brengsek yang nyuruh orang lain perkosa Raquella padahal gue sendiri cinta mati sama Raquella. gue minta maaf, gue minta maaf udah bikin kakak lo trauma. sebagai tanda maaf gue bakal tanggung jawab atas apa yang gue lakuin." ucap Damares. "gue bakal nikahi kakak lo dan ngerawat anak gue. gue janji kali ini gue nggak bakal bikin dia sedih lagi. gue janji buat nggak bikin kakak lo ngeluarin air mata." lanjutnya, Damares memejamkan mata bersiap akan mendengar cacian dari Gadis itu.
Gwen mengepalkan tangannya tanpa menoleh ia berkata, "gue nggak butuh janji, gue cuma perlu bukti. gue pegang omongan lo seandainya suatu saat nanti kakak gue nangis gara gara lo. lo tau akibatnya." setelah mengucapkan itu Gwen berjalan keluar dari rumah kosong.
Damares memandang punggung Gwen sejenak. matanya tertutup. entah kenapa berdekatan dengan orang yang dulu membuatnya hancur jantung nya berdetak tak karuan.
TO BE CONTINUED........