GWEN Amartha

GWEN Amartha
Gwen dan Raquella



ALWAYS HAPPY 🤯


mata Dodi fokus pada komputer di depannya, jari jari itu dengan lincah menari nari di keyboard. 10 menit sudah terlewat kan namun apa yang di cari belum ketemu.


"gimana?"


Dodi mendongakkan kepalanya menatap Angga, "yang gue liat infonya cuma sedikit kalau soal keluarga nggak ada."


Bram menggeser layar komputer agar menghadap ke arahnya.


CLAUREN GWEN AMARTHA


JAKARTA 14 MARET


PERNAH SEKOLAH DI London SELAMA 3 BULAN DAN KEMBALI MELANJUTKAN DI JOGJAKARTA.


ATLET SILAT YANG SUDAH MENJUARAI DARI USIA 8 TAHUN DENGAN TINGKAT PROVINSI.


Bram menoleh ke arah Angga dan Dodi. "Riwayatnya aneh udah banyak di setting dan disembunyikan."


aneh. bahkan tidak ada golongan darah dan alamat rumah, sudah pasti di setting agar tidak ada yang tau.


Aksa datang menghampiri ke tiga temannya. "biar gue coba." katanya.


Dodi langsung beranjak lalu di gantikan oleh Aksa. ruang yang di gunakan untuk rapat Anak Scorpio hanya ada mereka berempat yang lain ada di ruang santai.


ke tiganya menatap Aksa yang mulai meretas data Gwen, berbagai angka dan huruf mulai terlihat di komputer.


Aksa nampak benar benar fokus.


"nah ketemu." Aksa mengklik satu tombol merah lalu mulai masuk ke berbagai data Gwen.


mata ke empatnya benar benar fokus pada komputer, data asli Gwen terpampang jelas.


"beneran kakak beradik." gumam Dodi yang masih cukup terdengar di telinga Bram.


"jadi mereka kakak dan adik?" semuanya menoleh saat tiba tiba suara Deril menggema di ruangan.


Angga dengan santai menyalakan rokok lalu mengangguk. "kemungkinan Gwen udah tau penyebab kakaknya mati jadi dia pindah di SMA BINARTA buat bales dendam. dari awal aja dia selalu bikin masalah sama gue."


Deril mengepalkan tangannya, meja di sampingnya ia lampiaskan dengan menendang kaki meja dengan keras. "GUE BILANG BERKALI KALI ELLA NGGAK MATI! JAGA MULUT LO SEMUA RAQUELLA NGGAK MATI ANJING." Angga dengan santai melepas tangan Deril yang mencengkram kerah baju nya. sangat tidak suka jika ada yang mengatakan bahwa Raquella meninggal, deril yakin gadis itu masih hidup.


"santai bro kalau nggak mati terus kemana tu cewek? buktinya waktu dulu lo cari 1 bulan lebih nggak ketemu kan?" ucapan Angga menyulut emosi di diri Deril. memang dulu Deril pernah menyuruh sebagian anggota Scorpio agar mencari gadis itu ke setiap wilayah Jakarta namun hasilnya nihil. seolah tertelan bumi ujung rambut gadis itu bahkan tak terlihat.


perbuatannya hampir membunuh dirinya, secinta itukah? ya memang.


"GUE BILANG QUELLA NGGAK MATI! ELLA MASIH HIDUP ANJING."


BUGH...


satu pukulan mendarat di sudut bibir Angga, Deril menatap nyalang lelaki berkaos putih di depannya.


Aksa yang melihat emosi Deril sudah tak terkendali lantas dengan cepat menarik pria itu dengan kasar agar keluar dari Ruangan.


Angga menyeka darah yang keluar dari sudut bibir yang robek, baru juga sembuh dari pukulan Gwen sekarang malah kena bogeman dari Deril. jika di tanya marah atau tidak jawabannya tidak karena ia tau seberapa tempramen nya Deril saat ada seseorang yang mengatakan kalau Quella meninggal. hal biasa setelah mengatakan itu akan mendapatkan satu pukulan manis dari Deril.


"nggak pada sekolah lo?" tanya Leon saat melihat Angga dan yang lain baru turun tangga dari lantai dua.


Angga tersenyum miring, ia melempar jaket yang dipakainya ke arah leon. "lo sendiri ngapain cok? main kartu cuma berdua apaan nggak seru."


Leon dengan kesal melempar jaket Angga ke tong sampah, hal itu membuat sang pemilik melotot Karena lemparan leon tepat masuk kedalam tong sampah.


"wah si anjing." Angga menepuk kepala belakang Leon dengan keras lalu berlari menuju tong sampah dan mengambil jaketnya.


untung saja tong sampah nya terisi berbagai kaleng bekas minuman jadi tidak kotor jaketnya.


"dah yok Ngga berangkat." Bram dan Dodi berjalan duluan sedangkan Angga melempar tatapan tajam ke arah leon yang dibalas tatapan santai.


"eh.. bos baru datang." Felix mengangguk singkat lalu berjalan kearah Leon yang sedang bermain kartu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tembok besar setinggi dua meter di depan ke limanya, kini mereka tengah berada di belakang sekolah. masuk jam 10 tidak mungkin kan lewat pagar depan? biar pun semua guru angkat tangan bukan berarti mereka tidak akan memberi hukuman.


Dodi yang pertama berjalan kerah pohon mangga yang di pojok tembok, mulai memanjat dan duduk di tembok atas kemudian loncat begitu saja ke bawah, hal yang dilakukan Dodi di ikuti yang lain. kini ke lima nya sudah berada di dalam lingkungan sekolah tepatnya di halaman belakang.


Dodi menghentikan langkahnya saat di koridor sepi menuju gudang, laki laki itu menyuruh ke empat temannya agar bersembunyi di balik tembok.


"ada apa?" Dodi membekam mulut Deril yang bertanya cukup keras. meletakan telunjuknya di depan mulut mengisyaratkan agar tidak berbicara.


tak selang lama suara langkah seseorang terdengar mulai mendekati mereka. Dodi menyumbulkan separuh kepalanya melihat siapa orang di balik suara langkah itu.


ternyata Gwen.


Dodi kembali menghentikan langkahnya saat akan keluar dari persembunyian mendengar kata yang cukup membuatnya penasaran.


"kenapa bisa kondisi kak Quella memburuk?" Gwen memijat pelipisnya pusing saat mendengar kabar dari Candra bahwa kondisi kakaknya semakin memburuk. bahkan janin yang dikandungnya 10% bisa selamat.


"......"


"gue usahain biar ada uangnya." Gwen lantas segera menutup telepon.


"Ella kenapa? Ella dimana?" tanya Deril memegang bahu Gwen.


Gwen sendiri terkejut ternyata di belakangnya sudah ada anggota Scorpio.


"Ella siapa gue nggak kenal." Gwen menyentak kasar tangan Deril. gadis itu mundur 3 langkah menjauh dari ke lima.nya.


"Raquella. dimana Quella?" dengan tidak sabar Deril menanyakan pertanyaan itu dengan beruntun.


"gue nggak kenal." Gwen berbalik badan dengan cepat lalu meninggalkan tempat itu.


"RAQUELLA MANA GWEN!" aksa menahan tangan Deril saat lelaki itu sudah mulai emosi dan hendak mengejar gadis itu.


"lepas Sa gue mau nyusul Ella, Ella kenapa?"


seolah tuli Aksa menarik Deril menuju koridor yang berlawanan arah dengan jalannya Gwen.


TO BE CONTINUED....