GWEN Amartha

GWEN Amartha
SESEORANG DENGAN GELANG HITAM



Gwen menatap terkejut saat candra nampak santai menyuapi kakaknya, ia ingat betul kalau Raquella masih memiliki trauma terhadap laki laki. tapi mengapa tidak untuk saat ini, hal yang ia lihat kali ini membuatnya sangat terkejut.


Gwen berjalan cepat menuju keduanya yang sedang bercanda ria, ia letakan tas di sofa lalu berdiri di sebelah Candra yang sedang duduk di samping brankar.


"hai gwen, kakak tunggu dari tadi kenapa baru datang." ucap Raquella dengan senyum manis.


Gwen melirik candra lalu membalas senyum kakaknya "ada urusan tadi kak." jawab Gwen, terdengar kaku karena percakapan ini baru mereka lakukan semenjak Raquella koma.


"makan dulu candra bawa banyak makanan." ucap Raquella menunjuk meja sofa yang dipenuhi makanan serta cemilan.


"iya nanti aja, ada yang mau gue omongin sama Candra bentar nggak papa kan kak." Raquella menatap keduanya lalu mengangguk dengan cepat.


"silahkan."


Gwen menarik pergelangan tangan Candra untuk mengikuti langkah nya. sampainya di luar ruangan tepat di ujung lorong Gwen menatap Candra dengan pandangan yang sulit diartikan.


"sejak kapan kakak gue udah bisa nerima cowok di sekelilingnya?" tanya Gwen sembari bersedekap dada.


candra menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menatap pintu ruang rawat Raquella sebentar, "gue juga baru tau kemarin. gue udah tanya sama dokter yang biasa nanganin kakak lo dan jawaban bikin gue kaget." ujar Candra membuat Gwen mengerutkan keningnya.


"maksudnya?"


"gini kemarin hp gue ketinggalan jadi gue balik lagi ke kamar kakak lo dan waktu itu ternyata kakak lo udah bangun, gue udah siap siap buat manggil suster siapa tau kakak lo ngamuk kaya biasa waktu liat cowok eh ternyata malah nanyain kenapa gue balik lagi, kaget gue Raquella udah biasa biasa aja. setelah gue tanya ke dokter katanya selama dua minggu selalu ada cowok yang bantu Raquella buat keluar dari traumanya. gue nggak tau siapa, dokternya juga nggak tau namanya." ucap Candra menjelaskan dengan detail apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini.


"yang jelas tu cowok selalu pake Hoodie dan dia bilang kalau dia bakal tanggung jawab apa yang udah dia buat." lanjutnya membuat Gwen langsung melotot dan tak percaya.


"jangan bilang kalau selama ini Deril diam diam kesini?"


candra terdiam, ia tidak tau selama dirinya menjaga Raquella ia rasa tidak pernah ada yang memasuki ruang rawat Raquella selain dirinya, art yang kebetulan ia suruh untuk menjaga, Gwen dan para suster maupun dokter. lantas bagaimana pria itu membantu Raquella sembuh dari traumanya.


Gwen manahan nafas beberapa detik lalu berjalan meninggalkan Candra dan melangkah pergi ke ruang dokter yang selalu menangani kakaknya.


setelah mengetahui kalau dokter yang ia cari berada di ruangan dan sedang tidak ada kegiatan lantas Gwen mengetuk pintu lalu melangkah masuk setelah di persilahkan.


marah karena ada orang asing yang masuk tanpa sepengetahuannya dan senang kerena kakaknya keluar dari traumanya.


"benar, mungkin bisa di katakan kalau sudah 2 Minggu datang, waktu itu kakakmu sempat berteriak histeris pintu dikunci dan tidak bisa di dobrak, suster sudah mencoba menghubungi kamu tapi nomor telepon tidak aktif. kebetulan juga kita jarang bertemu jadi saya lupa untuk memberitahu perihal ini. tapi kamu jangan khawatir orang itu yang membuat kakak kamu lepas dari traumanya dan bahkan jika saya amati mereka semakin hari semakin akrab." jelas sang dokter.


"dok,tapi dia orang asing bagaimana bisa pihak rumah sakit mengizinkan begitu saja dan satu lagi kenapa tidak meminta izin dulu kepada saya."ucap Gwen.


"maaf kan saya, tapi kamu harus tau satu hal laki laki itu mengatakan kalau kalian saling kenal dia mengatakan kalau kalian berdua satu sekolah jadi saya berfikir itu teman mu. gwe. kamu tidak perlu khawatir saya sudah mengamati selama 3 hari orang itu baik dia menyuapi kakak mu mengajak mengobrol dan masih banyak lagi. bahkan semakin hari keadaan kakakmu semakin membaik. kamu juga harus tau lepas dari trauma cukup susah apa lagi mempunyai masa lalu yang kelam, beruntung nya kakak mu adalah dipertemukan dengan orang yang tepat." penjelasan sang dokter membungkam semua perkataan yang akan ia lontarkan.


benak nya bertanya tanya bagaimana bisa semua ini terjadi tidak mungkin Deril sebaik itu.


tapi jika bukan pria itu lantas siapa lagi?


"oh ya ini saya temukan di ruangan kakak mu kemungkinan ini gelang milik laki laki itu " dokter itu memberikan gelang hitam polos kepadanya.


matanya menatap tajam saat melihat gelang itu. ia tau siapa pemiliknya, sangat jelas karena hanya satu orang yang memakai gelang seperti itu.


Gwen bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar setelah pamit pada dokter.


tangannya menggenggam erat gelang hitam tersebut.


apa maksud semua ini?


apa maksud dari Deril berkhianat dari geng Scorpio dan juga apa maksud dari pemilik gelang ini yang membantu kakaknya keluar dari trauma.


semuanya penuh teka teki.


jangan lupa vote and komen, kalian tau tindakan sekecil itu bikin semangat buat lanjutin cerita jadi luangkan buat komen ya kalau malas mengetik bisa vote ๐ŸŒ


Thank you my loyal readers๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ


TO BE CONTINUED...