
...C h a p t e r 9...
...Ketemu Lagi dengan Kelas Kuburan...
Pagi telah tiba, Belinda berjalan ke kelas yang akan ia ajar pagi ini. XII IPA 1.
Aish!
Ia tak menyangka akan bertemu dengan murid-murid dari kelas yang mendapat julukan kelas kuburan itu.
Belinda mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang membuat kelas itu menjadi pendiam seperti sekarang ini.
Bak detektif yang sedang mengusut kasus yang ia tangani, Belinda juga mulai terpikir beberapa hal yang membuat kelas itu menjadi kalas yang pendiam.
Tanpa sadar Belinda telah sampai di depan kelas XII IPA 1. Ia menghela nafas panjang.
"Semangat!" gumamnya pelan.
Ia masuk ke dalam kelas yang sudah hening itu. Terlalu hening jika menurut Belinda.
"Pagi semuanya," sapa Belinda tersenyum manis.
Hening
Hanya ada suara jarum jam yang bergerak.
Belinda menarik nafas dalam. Ia mencoba untuk menarik senyum manis meski rasanya sulit.
"Baiklah, kita mulai ambil absen, ya," kata Belinda masih mempertahankan senyumnya.
"Abdul Adinata Prawira?" tanya Belinda memulai absennya.
Mata Belinda menyusuri setiap bangku.
Ouh ada satu kursi yang tidak ada pemiliknya!
"Adinata Prawira ini ... ada izin atau keterangan?" tanya Belinda menatap Vana, si ketua kelas.
"Gak ada, Miss," jawab Vana.
"Oh. Oke! Terimakasih, Vana," kata Belinda.
"Sama-sama, Miss," kata Vana pelan.
"Selanjutnya–"
"Pagi, guys!" sapa murid yang baru masuk itu santai melambaikan tangannya.
"Eh?" kaget murid itu.
"Maaf, Miss," kata murid itu segera.
Belinda mengerjapkan matanya, ia mencoba mengerti situasi yang terjadi sekarang. Lebih dari sebagian murid yang ada di kelas itu menggelengkan kepala pelan.
"A ... iya kamu boleh langsung duduk," kata Belinda mencoba tenang.
Sebenarnya apa yang terjadi pada kelas ini? Batin Belinda.
"Kita lanjutkan, ya, absennya," kata Belinda segera.
Belinda menyelesaikan absennya yang tadi sempat tertunda.
***
"Baiklah, pelajarannya nanti kita lanjutkan lagi, ya," ucap Belinda menutup bukunya ketika bel istirahat berbunyi.
"Kalian boleh istirahat dulu," sambung Belinda.
Murid-murid itu beranjak pergi keluar kelas. Namun, ada beberapa orang yang tetap tinggal di dalam kelas, entah itu bermain ponsel, memakan bekalnya, atau hanya tiduran di atas meja.
Belinda memerhatikan itu semua sambil berpikir.
Apa benar terjadi sesuatu terhadap kelas ini?
Tapi ... apa, ya?
Kening Belinda berkerut, ia larut dalam lamunannya.
Apa jangan-jangan kelas ini dulu pernah dihukum karena jadi kelas yang peribut? Makanya sekarang mereka tobat.
Atau ... mungkin mereka dulu sering dibully dengan kelas lain?
Atau bisa aja salah satu dari mereka ada yang bunuh diri?
Belinda menghela nafas kasihan. Kalau memang benar perkiraannya yang terakhir, kelas ini sungguh kasihan.
Yang jadi pertanyaannya adalah
Apa yang membuat murid itu bunuh diri?
Belinda termenung. Ia tak sadar beberapa murid meliriknya bingung.
Miss Belinda gak kesambet, kan?
Itulah yang ada di pikiran mereka saat ini.
"Jangan mikir aneh-aneh," peringat salah satu murid saat menghampiri Belinda.
Belinda segera tersadar.
"Terima kasih," ucap Belinda.
Murid itu langsung menuju ke kursinya mengeluarkan ponselnya dan memainkannya.
Meong, meong...
Suara kucing kecil sebagai tanda notifikasi chat masuk di handphone-nya. Belinda melihat chat yang masuk ke ponselnya itu.
Ervin
Hati-hati kesambet
Melihat chat itu mata Belinda melotot.
^^^Belinda^^^
^^^MATAMU!^^^
^^^Btw jangan main hape di kelas^^^
Ervin
Kak Belinda juga main hape tuh
Aku hanya ngikutin Kak Belinda
^^^Belinda^^^
^^^Ya gak gitu juga Ervin ganteng^^^
Ervin
Makasih aku emang ganteng dari dulu
^^^Belinda^^^
^^^Hadeh dasar kepedean^^^
Ervin
Tapi kan emang kenyataan
Aku kan emang ganteng
^^^Belinda^^^
^^^YANG BILANG ERVIN ITU GANTENG SIAPA?!^^^
Ervin
KAN TADI KAK BELINDA SENDIRI YANG BILANG!
^^^Belinda^^^
^^^Hadeh! Capek ngomong sama orang yang hobinya gigitin kabel listrik^^^
Ervin
NGACA!
^^^Belinda^^^
^^^Iye, cantik, makasih.^^^
Ervin
Kacanya pasti bohong
^^^Belinda^^^
^^^Bodo ^_^^^^
Belinda menutup ponselnya saat melihat murid-murid itu mulai kembali dari luar kelas.
Saatnya kembali mengajar, semangat! Batinnya.
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x