
...C h a p t e r 1...
...Si Cantik Keluarga Wardana...
Gadis itu melangkah tenang di koridor sekolah. Tempat tujuannya sekarang adalah ruang kepala sekolah.
Sesekali ia mengamati ruang-ruang kelas yang ia lewati.
Ia memegang map berisi berkas data diri dengan satu tangannya dan tangan lainnya ia gunakan untuk memperbaiki kacamata bulat bening berframe tipis yang bertengger manis di sela-sela pangkal hidungnya.
Rambut yang ia kuncir bergerak seolah mengikuti angin yang menyapu wajahnya.
Gadis itu adalah Fredella Belinda Shaenette Wardana. Yang lebih akrab dipanggil Belinda.
Anak ketiga dari Volker Wardana dan istrinya, Rosalind Nefertari.
Ia berhenti di depan pintu sebuah ruangan yang bertuliskan Kepala Sekolah. Ia mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Masuk!" seru orang itu dari dalam ruangan.
Belinda membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan itu.
"Ehm. Permisi, Pak," kata Belinda canggung.
"Ya? Oh, iya! Belinda, bukan?" tanya orang tersebut.
Belinda tersenyum kikuk. "Iya, Pak," jawabnya.
Orang tersebut menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Mungkin... kamu bisa mulai hari ini." kata orang tersebut. " Oh, iya. Nama saya Haldis. Panggil saja Pak Haldis." sambung orang itu.
"Baik, Pak Haldis." jawab Belinda.
"Baik. Semoga betah, ya, Belinda. Kamu di kelas XII IPA 1," kata Pak Haldis.
"Baik, Pak. Saya permisi," pamit Belinda mengangguk sopan.
"Iya." sahut Pak Haldis.
***
Belinda menutup kembali pintu Ruang Kepala Sekolah itu dan melangkah menuju kelas XII IPA 1.
Yang ia dengar, kabarnya kelas XII IPA 1 ini adalah kelas kuburan.
Bukan karena dulunya kelas itu bekas kuburan. Sama sekali bukan karena itu.
Tapi ... kelas itu adalah kelas yang berisi 28 siswa-siswi yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan A.
Entah apa yang dipikirkan guru-guru menyatukan mereka semua di dalam satu kelas yang sama.
Kelas sunyi itu ... mungkin akan menyebalkan untuk Belinda.
Berada di ruangan kelas yang sama setiap hari atau setidaknya 5 hari dalam seminggu?
Yang benar saja mereka tidak pernah saling mengobrol.
Tentu saja itu terasa sangat ... aneh! Sangat-sangat aneh!
Belinda menghembuskan nafasnya berharap bisa sedikit merasa tenang karena degup jantungnya berdetak lebih cepat.
Ia mengetuk pintu kelas yang diatasnya tertulis XII IPA 1. Hal itu sontak membuat para murid di dalam kelas menoleh ke arahnya secara serentak dengan kening berkerut.
Ia melangkah masuk ke kelas tersebut diiringi tatapan bingung para murid yang memerhatikannya.
Belinda kembali menghembuskan nafasnya pelan dan berdehem supaya mengurangi kegugupannya.
"Perkenalkan nama saya Fredella Belinda Shaenette. Biasanya dipanggil Belinda. Saya adalah..."
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita baru lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x