Engagement

Engagement
Chapter 10



...C h a p t e r 10...


...Ketemu Jodoh...


Belinda membenarkan letak tas selempang berwarna hitamnya. Gadis dengan jaket abu-abu terbuka yang memperlihatkan kaos polos berwarna hitam di dalamnya, serta celana jeans hitam itu berjalan ke dalam salah satu cafe yang lumayan ramai.


Sesaat ia berhenti untuk mengeratkan kunciran rambutnya yang melonggar. Matanya menyusuri setiap meja di cafe itu. Kata Papanya, orang yang dijodohkan dengannya meminta untuk bertemu di cafe ini. Tepatnya di meja nomor 21.


Ia berjalan ke meja nomor 21 yang belum terisi oleh orang. Sambil menunggu orang itu datang, ia menopang dagunya memerhatikan sekitarnya yang terdapat banyak pasangan sedang makan.


Ini cafe harus punya pasangan, ya, kalau mau masuk?


Itu yang dipikirkan Belinda saat melihat rata-rata meja di cafe itu diisi oleh pasangan.


Bosan memerhatikan para pasangan itu, Belinda membuka tasnya untuk mengambil ponsel. Ia membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya.


^^^Belinda^^^


^^^Lama lagi kah Pa?^^^


Papa Volker


Lagi otw katanya


^^^Belinda^^^


^^^Otw ke kamar mandi?^^^


Papa Volker


Ya ke sana atuh neng


^^^Belinda^^^


^^^Okelah.^^^


Belinda menutup aplikasi WhatsApp saat tak ada balasan lagi dari Papanya.


Mana sih tu orang?! Batin Belinda kesal.


"Ehm. Permisi?"


Suara itu membuat Belinda menoleh dan mendelik ketika melihat siapa yang memanggilnya tadi.


"Kamu?!" teriak Belinda tertahan.


Sedangkan orang yang memanggilnya tadi melebarkan mata terkejut melihat kalau ternyata Belinda adalah orang yang dijodohkan dengannya.


***


"Mereka di sini, kan?"


Ya. Saudara-saudaranya mengikutinya hingga ke cafe itu.


"Iya, katanya mereka di meja nomor 21," jawab Axella.


Axel mengangguk dan memimpin pasukan itu ke meja terdekat dari tempat adiknya, Belinda bertemu dengan orang yang dijodohkan dengannya.


Mereka duduk di meja nomor 25 yang berseberangan dengan meja Belinda sambil sesekali mengintip ke meja itu.


Mereka menepuk kening mereka. Terlalu fokus mengamati Belinda, mereka hampir saja lupa untuk memesan makan.


"Boleh, tapi jangan yang mahal-mahal, kita cuma ngintip aja di sini," balas Axel memerhatikan menu sambil sesekali mengintip Belinda di meja seberang.


"Asik!" teriak Cashel tanpa sadar hingga langsung dibekap mulutnya oleh Ervin.


"Ssttt, jangan teriak," kata Ervin menempelkan telunjuknya ke depan mulutnya.


"Cowoknya mana, ya? Aku kira udah nyampe," kata Deon bingung.


"Gak disiplin, nih, cowoknya," kata Fransisco.


"Lah? Bukannya emang belum jam mereka janjian ya?" tanya Ervin.


"Ha? Emang mereka janjian jam berapa?" bisik mereka serentak.


"Jam 3 sore, kan?" tanya Ervin ikut bingung.


"Tunggu! Sekarang jam berapa?" tanya Axel.


Deon melihat jam di tangan kirinya.


"Jam 2 siang lewat tunggu... satu... dua... Oh! Lewat 57 menit," jawab Deon.


Mereka bernafas lega.


"Berarti tinggal nunggu bentar doang, kan, ya?" kata Axella.


"Yo'i, Kak Axella," balas Cashel.


Tak berselang lama kemudian, mereka melihat seorang cowok dengan kaos hitam dan celana jeans berwarna biru dongker menghampiri meja itu.


"Eh? Kayak kenal tuh!" celetuk Ervin kaget.


Semua mata di meja itu tertuju pada Ervin yang baru saja menyeletuk.


Author Note:


Hai-hai semuaaa!!!


Aku update cerita ini lagi nih


Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya


Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik


Okeeyyy???


Makasiii semuaa


Love you, all🥰


Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?


Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x