
...C h a p t e r 26...
...Hensa Champ...
Hari ini Hensa High School ramai. Banyak murid dari SMA dan SMP lain yang datang untuk berlomba.
Hensa Champ adalah acara tahunan di Hensa High School. Meskipun selama 2 tahun kemarin tidak diadakan, tapi untuk tahun ini mereka kembali mengadakan acara yang berisi lomba-lomba tersebut.
Belinda berjalan ke arah lapangan. Sebentar lagi acaranya akan dimulai dan kepala sekolah, Pak Haldis akan berucap sepatah dua patah kata untuk membuka acara Hensa Champ.
"Baiklah, untuk lomba yang pertama adalah lomba sains tingkat 12 IPA. Perwakilan kelas akan berlomba melawan kelas lainnya, setelah mendapat pemenangnya, kelas yang jadi pemenang akan melanjutkannya dengan melawan dari SMA lain. Begitu juga untuk 12 IPS. Perlombaan akan dilakukan dengan babak rebutan. Jadi siapa yang paling cepat dan tepat dalam menjawab, akan memenangkannya." jelas Pak Haldis tentang cara perlombaan.
"Mari kita mulai perlombaan pertama!" kata Pak Haldis.
Belinda duduk di kursi dekat dengan murid-muridnya.
Jujur saja, Belinda tidak banyak berharap bahwa kelasnya akan menang. Yang penting kelasnya sudah mengikuti perlombaan dan tidak dikenakan denda saja, itu sudah bagus.
"Pertanyaan pertama, fisika. Silahkan kalian buat cara mencarinya di kertas yang telah disediakan. Jika sebuah bola berongga dilepaskan dari puncak bidang miring yang tingginya 6,25 meter, tentukanlah besar kecepatan bola tersebut. Waktunya 1 menit dari sekarang."
Tepat setelah pembaca soal membacakan soalnya dan soal tersebut tampil di layar yang ada di depan mereka, mereka langsung mulai mencari jawaban dari pertanyaan itu.
"Ini pelajaran waktu kelas sebelas," ujar Brien pelan.
"Gua inget rumusnya," kata Ervin.
"Tiga puluh detik lagi!"
"Coba hitung, otak gua malah berhenti mendadak," kata Ervin.
"Sini," Brenda merebut kertas berisi rumus dan angka itu.
Ia menulis hasil dari perhitungan yang dibuat Ervin.
"Bri, lo yang baca," katanya.
Mendengar itu, Brien langsung menekan tombol yang ada di depannya.
"Ya! Tim 01 silahkan menjawab."
"B. 5√3 meter per sekon." jawabnya.
"Mari kita lihat." Pembaca soal membuka kertas yang berisi kunci jawaban soal-soal untuk lomba itu dan mencocokkan jalannya dengan yang dibuat oleh tim 01. "Benar! 100 poin untuk tim 01!"
"Baik, selanjutnya. Pertanyaan kedua, matematika peminatan. Jika log..."
Pertanyaan demi pertanyaan diberikan. Seluruh tim bahkan penontonnya ikut merasakan ketegangan.
"Baik, pertanyaan terakhir. Biologi. Dominasi apikal terjadi karena adanya."
Tombol dari tim 01 berbunyi beberapa detik setelah soal dilontarkan dan muncul di layar.
"E. Auksin pada bagian ujung akar." jawab Ervin.
"Benar! Baiklah mari kita lihat total poin yang kalian dapatkan. Chika?"
"Iya, Bu. Tim 01 mendapat 1600 poin, tim 02 mendapat 200 poin, tim 03 mendapat 300 poin, tim 04 mendapat 800 poin, dan tim 05 mendapat 100 poin."
"Baik, terima kasih Chika, berarti yang akan maju melawan tim dari sekolah lain adalah tim 01 dari XII IPA 1! Kepada tim 02 sampai tim 05 diharapkan untuk duduk di kursi penonton dan untuk tim yang telah dipilih dari sekolah-sekolahnya silahkan menempati tempat yang telah disediakan."
Belinda mengerjapkan matanya. Kalau dipikir-pikir ini sangat jauh dari ekspetasinya.
Awalnya, ia pikir muridnya tidak akan menjawab soal sebanyak itu karena di dalam kelas saja mereka tidak ingin menjawab pertanyaan dari guru.
Ia pikir muridnya hanya akan menjawab dua atau tiga soal...
Apakah murid-muridnya belajar keras untuk lomba ini?
Kalau memang begitu, Belinda sangat terharu. Mereka rela belajar lebih keras demi lomba yang sebenarnya belum tentu akan memberi keuntungan bagi mereka.
Wah ... apakah ini harus dirayakan?
Hmm ... mungkin nanti ia akan mentraktir murid-muridnya itu meskipun nanti mereka tidak menang. Dan kalaupun mereka menang ...
Ya tetep aja sih, ditraktir juga.
Bagusnya ditraktir di mana, ya?
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x