
...C h a p t e r 12...
...Canggung Sendiri...
Belinda menarik nafas dalam saat guru PKN khusus kelas XII IPA dan X IPS, Bu Ayu, melaporkan tentang kelasnya yang terlalu diam itu.
Belinda tak habis pikir dengan kelasnya itu. Kenapa mereka selalu diam? Apa benar dulu ada kejadian yang membuat mereka seperti ini?
"Napa tuh muka kusut amat?" tanya salah satu guru bergeser ke arahnya.
Namanya Kayla Anggriani. Salah satu guru muda, sama seperti Belinda. Gadis yang akrab disapa Anggi itu merupakan guru Bahasa Inggris wajib. Gadis berbeda 4 tahun dari Belinda itu memang satu-satunya guru yang akrab dengan Belinda.
"Biasa," balas Belinda santai.
Anggi menggeleng maklum. Dia memang sempat mengajar kelas XII IPA 1 itu dan ya ... seperti dikatakan guru-guru, kelas itu memang terlalu pendiam.
"Coba deh nasihatin, Bel. Keterusan nanti mereka," saran Anggi.
"Udah gua coba, lo tau apa reaksi mereka?" jawab Belinda.
"Apa?" tanya Anggi penasaran.
"Didiemin gua! Gila gak, sih? Gua udah ngomong tuh ... udah nasihatin baik-baik juga ... masih aja dikacangin!" cerocos Belinda kesal.
"Hmmm ...." Anggi menganggukkan kepalanya. "Gua emang sempet ngajar mereka sih waktu kelas XI ... dan ya, emang kayak gitu dari dulu," kata Anggi bercerita.
"Kan itu waktu kelas XI ... emamg mereka gak ada rolling waktu kenaikan kelas?" tanya Belinda bingung.
"Yang mau ngambil peminatan ekonomi yang cuma mereka dari jurusan IPA, jadi gak ada kelas lain buat mereka rolling." Anggi mulai bercerita sewaktu ia mengajar Bahasa Inggris wajib, dulu di kelas XI IPA 1 yang sekarang menjadi kelas XII IPA 1.
"Ohhh ... gitu ... berarti mereka emang dari awal kayak gitu, ya?" komentar Belinda setelah Anggi selesai bercerita.
"Ho'oh, emang kayak gitu dari dulu, gak tau dah napa mereka kayak gitu." kata Anggi membenarkan.
"Gak ada kejadian yang buat mereka jadi kayak gitu?" tanya Belinda lagi.
"Gak ada sih, setau gua." jawab Anggi.
"Tapi Bel ...." kata Anggi gantung.
"Hn?"
"Jangan resign, ya," kata Anggi khawatir.
"Lah napa?" tanya Belinda heran.
"Sebelum lo tuh ada guru yang jadi wali kelas mereka, tapi ya ... gitu deh. Akhirnya mereka resign, katanya gak kuat nerima laporan tentang kelasnya," kata Anggi mulai bercerita.
"Iya, aman itu," kata Belinda menenangkan. "setidaknya sampai mereka lulus, deh, gua tahan-tahanin dulu." sambung Belinda dengan kerlingan bercanda.
Anggi tertawa menanggapi perkataan terakhir Belinda.
"Kalau lo tahan selama seminggu, gua traktir bakso, deh," tantang Anggi mengingat rata-rata mantan wali kelas XII IPA 1 itu tidak ada yang lebih dari satu minggu.
"Oke! Awas aja gak lo traktir, ya!" kata Belinda menerima tantangan Anggi.
Anggi tertawa. "Oke, kita lihat aja!" kata Anggi sambil tertawa.
"Dah lah, gua mau datengin kelas gua dulu," kata Belinda menepuk pelan lengan Anggi, dan mulai beranjak.
"Okeh, gua juga mau ke kantin," kata Anggi juga beranjak.
***
Setelah berpisah dengan Anggi di pintu kantor guru tadi, Belinda berjalan menuju ke kelas XII IPA 1.
Belinda menoleh ke arah samping, ia menatap keadaan kelasnya lewat jendela yang menempel di dinding kelas.
Di sana ada murid yang duduk sambil mengangkat satu kakinya sambil memainkan ponselnya, ada yang memakan bekalnya, ada yang mengerjakan PR-nya, ada juga yang mengobrol.
Wait ... ngobrol?
Mereka yang ia kira tidak pernah berinteraksi satu sama lain ... saling ngobrol?
Pemandangan langka nih!
"Miss Belinda?"
Panggilan itu membuat Belinda terkejut, hampir saja ia berteriak nyaring.
Belinda mengusap dadanya pelan.
Kaget aing! Batin Belinda berseru.
Belinda berbalik menatap murid yang memanggilnya tadi.
"Gak ada, Miss, tapi tadi karena saya lihat Miss ngelihatin jendela gitu banget ... jadi saya panggil," kata Quirin menggeleng pelan.
Belinda mengulum bibirnya. Ia menahan diri untuk tidak menertawakan dirinya sendiri.
"Oh ... hm. Kalau gitu saya permisi dulu," pamit Belinda canggung.
Namun belum jauh ia berjalan, ia berbalik. "Kamu tidak masuk kelas?" tanya Belinda melihat Quirin yang menatapnya lurus.
"Iya, Miss, ini saya mau masuk," kata Quirin berjalan masuk ke dalam kelas.
Murid-murid yang menatap Belinda masuk ke dalam kelas langsung duduk ke kursinya masing-masing.
"Ehm. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu." kata Belinda memulai.
Murid-murid itu mengernyit bingung.
Apalagi? Ada rapat guru, ya, jadi pulang cepet?
Begitu batin mereka.
"Saya mau minta tolong–"
"Minta tolong apa, Bu?" potong mereka kompak.
E buset kompak bener!
"Saya mau minta kalian buat jawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru," kata Belinda.
Perkataan Belinda membuat mereka merapatkan bibir.
"Bisa?" tanya Belinda.
Murid-murid itu hanya diam, tak ada satupun yang menjawab pertanyaan Belinda itu.
Belinda mendesah pelan. Perasaan baru saja mereka begitu kompak menjawab, tapi kenapa sekarang mereka malah kompak diam?
Mata Belinda menyusuri setiap murid yang sudah ada di kelas itu. Tanpa sengaja iris coklat gelapnya bertemu dengan iris coklat terang salah satu muridnya itu, membuat mereka bertatapan cukup lama.
"Ehm. Bisa, Miss!" Sahutan muridnya yang lain membuat ia mengerjap, tersadar bahwa ia bertatapan cukup lama dengan Quirin.
Belinda menatap muridnya yang menyahut tadi, murid itu menatapnya dengan senyum mengejek di wajahnya.
Belinda menahan kekesalan dalam dirinya, bagaimanapun ia sekarang adalah seorang guru, tidak baik baginya menatap murid terlalu lama apalagi dengan tatapan yang... cukup dalam mungkin?
Belinda mengusap puncak hidungnya sekilas. "Baiklah, itu saja yang ingin saya sampaikan, silahkan lanjutkan istirahat kalian." kata Belinda beranjak keluar dari kelas itu.
"Paan neh, diem-diem doang?" celetuk Nata yang baru masuk ke dalam kelas.
"Eh? Maaf, Miss!" seru Nata menundukkan kepalanya.
"Iya, gapapa, lanjutkan saja istirahat kalian." kata Belinda tersenyum tenang sebelum akhirnya pergi.
Di tengah perjalanan kembali ke kantor guru Belinda–
Astaga canggung banget gua tadi! Udah diciduk ngeliatin mereka dari jendela kelas, ketauan natap Quirin lama juga! Sial!
Belinda merutuki dirinya, belum lagi ia teringat akan senyuman mengejek itu.
Malu banget, ya Tuhan!
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x