
...C h a p t e r 32...
...End...
Belinda menoleh ke kiri dan kanan. Setelah tadi diminta oleh Quirin untuk bertemu di Melody Cafe, tempat mereka pertama kali bertemu karena dijodohkan.
Sebenarnya Belinda sedang tak ingin bertemu dengan Quirin. Ia masih malu karena kejadian kemarin di parkiran sekolah itu. Namun, karena Quirin bilang ini adalah hal yang sangat penting, maka ia terpaksa menuruti permintaan Quirin itu.
Oke kembali lagi dengan hal yang penting kata Quirin itu.
Belinda sudah berkali-kali mencari keberadaan Quirin di cafe itu, namun ia tidak melihat Quirin di mana-mana.
Belinda bingung. Bukankah Quirin yang meminta mereka untuk bertemu? Lalu ke mana ia sekarang?
Belum lagi keadaan cafe yang sepi. Sejak kapan pengunjung cafe yang tadi banyak itu pergi?
"Bentar-bentar kok gua jadi merinding ...." gumamnya.
Belinda menyentuh bulu kuduknya yang tiba-tiba berdiri.
Klik!
"EH ANJ-!"
Belinda terkejut saat lampu cafe tiba-tiba dimatikan.
Ia mencoba untuk menormalkan nafasnya yang mulai tidak teratur.
"Bentar-bentar gua tambah merinding," gumamnya.
Ia meneguk ludah susah payah. Sejak kapan cafe ini jadi angker ...
Belinda mengumpulkan keberaniannya. Ia menoleh ke sekitarnya yang gelap, mencoba untuk mencari saklar lampu.
"Wait ... kenapa gua jadi bego? Kan gua punya hape."
Ia merogoh tasnya. Setelah menemukan ponselnya, ia menyalakan senter ponsel tersebut.
Ia mengarahkan ponselnya ke sekeliling cafe berharap dapat menemukan seseorang di sini untuk membantunya.
Namun, ia hanya melihat kursi-kursi dan meja-meja cafe. Tak ada seorang pun.
"Ini orang-orang pada ke mana, ya?" gumamnya pelan.
Klik!
Lampu kembali dinyalakan bersamaan dengan mata Belinda yang ditutup oleh seseorang dari belakang.
Karena tiba-tiba matanya ditutup, Belinda refleks menyikut orang itu hingga orang itu meng-aduh pelan dan melepaskan tangannya dari mata Belinda.
Belinda berbalik ingin melihat orang yang telah menutup matanya itu. Setelah melihat orang itu, mata Belinda melebar.
"Lo buat gua kaget anj–"
Tangan Belinda terangkat hendak memukul orang itu, namun orang itu langsung menahan tangan Belinda.
"Iya-iya, Kak, maaf."
Belinda menghela nafas berat. Ia menarik tangannya yang ditahan orang itu.
"Ngapain sih pake matiin lampu segala?!" tanya Belinda kesal.
"Iya, Kak, maaf ... aku cuma mau ngasih surprise aja."
Belinda merengut kesal.
"Surprise apa?" tanya Belinda.
Orang itu menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
Ia menggenggam kembali tangan Belinda membuat Belinda mengernyit bingung.
"Aku tau Kak Belinda gak suka cara aku ngasih surprise-nya. Tapi, aku pengen ngasih tau kalau aku mau pertunangan kita ini tetep dilanjutin. Bukan karena perjodohan, tapi karena perasaan kita masing-masing. Kak Belinda ... mau, kan?"
Quirin ini ...
Bukankah Belinda sudah bilang kalau sekarang hatinya sedang dalam mode gampang baper?
Dan sekarang, setelah kemarin Quirin membuatnya hampir gila, ia malah mengatakan hal ini?
Dia mau membuat Belinda pingsan di tempat, ya?!
"Kak? Kak Belinda mau, kan?" tanya Quirin lagi.
Belinda mengalihkan wajahnya. Ia mengigit bibir bawahnya menahan untuk tak berteriak dengan suara keras.
"Kak?"
Belinda mengangguk kecil.
"Hm."
Quirin tersenyum lebar mendengar jawaban Belinda.
"Tapi jangan kayak gitu lagi!" sambung Belinda kesal.
Quirin mengulum bibir menahan tawanya. Belinda yang seperti ini justru terlihat imut.
Ia tersenyum lebar.
"Iya, Kak."
Belinda masih merengut, namun tak bisa menahan pipinya yang merah. Ia mengalihkan wajahnya.
Hal itu membuat Quirin tertawa kecil.
Belinda tak sengaja melihat setangkai bunga mawar merah yang terletak di atas salah satu meja.
"Itu bunga siapa?" tanya Belinda menunjuk bunga itu.
"Oh? Oh iya-iya!" Quirin mengambil bunga itu dan memberikannya kepada Belinda. "Ini ... aku siapin buat kakak."
"Hm?" Belinda mengambil bunga itu dari tangan Quirin yang mengulurkannya.
Ia mencium bunga mawar itu.
"Kakak suka bunganya?"
Belinda menggumam kecil. "Lumayan. Tapi, kakak lebih suka bunga bank sih." ujarnya.
Quirin sontak tertawa kecil mendengar ucapan Belinda itu.
Bahagia.
Itu yang dirasakannya sekarang.
...The End...
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa sudah ngikutin cerita ini sampai akhir!
Sampai jumpa di next story!
Love you, all🥰