Engagement

Engagement
Chapter 19



...C h a p t e r 19...


...The Engagement Day...


Setelah acara pertukaran cincin yang tadi dilakukan mereka–Belinda dan Quirin–duduk di kursi yang memang disediakan.


Gadis yang menggunakan gaun hitam selutut itu memainkan ponselnya sejenak, setelah itu ia mematikan ponselnya dan melirik sekilas orang yang ada di sebelahnya.


Sedangkan orang itu membuka aplikasi chat-nya.


Noa


Kayaknya gua gak bisa dateng


deh...


Gua ada acara keluarga gitu


^^^Quirin^^^


^^^Oh oke it's okay!^^^


Quirin menghembuskan nafasnya. Sekarang apa? Satu-satunya teman yang tahu tentang hal ini tidak datang. Ia tak mungkin ikut dalam obrolan orang tuanya kan?


"Eh, Belinda," ucap seseorang saat menghampiri mereka berdua.


Suara itu membuat Belinda tersenyum canggung dan Quirin melengos pelan.


"Gua denger lo jadi gurunya Ririn, ya?" tanya orang itu.


"Hm? Ririn ... siapa?" tanya Belinda dengan kening berkerut.


"Ah! Maksudnya Quirin, adek gua!" kata Sherin mencondongkan tubuhnya ke arah Belinda.


"Oh! Emm ... Iya, Kak," kata Belinda masih canggung.


"Santai santai, gak usah manggil kakak segala, anggap aja seumuran."


Kata-kata itu membuat Quirin memutar bola matanya. Sedangkan Belinda masih tersenyum canggung.


"Iyaa ...." kata Belinda.


"Ih Ririn udah gede sekarang, ya," kata seseorang yang datang mencolek dagu Quirin, menggodanya.


"Apa sih, Kak La!" kesal Quirin menangkap tangan kakak sepupunya itu.


Lala tertawa melihat reaksi itu.


"Kemana lo tadi?" tanya Sherin pada Lala yang baru duduk di sampingnya.


"Biasa," kata Lala mengendikkan bahunya.


"Kebiasaan lo ngaret mulu!" kata Sherin menoyor kepala Lala.


"Ya gimana–" Ucapan gadis itu terhenti saat matanya bertemu dengan gadis yang duduk di hadapannya.


"Belinda?" tanya Lala memastikan.


Belinda terdiam. Matanya membulat tak percaya. Gimana bisa ...


"Iya," jawab Belinda setelah terdiam.


"Wah! Parah lo! Gila gila! Masa' kemarin ini gua ngajak lo eh ternyata lo yang acara!" kata Lala langsung heboh bukan main.


"Ya ... lo sendiri kok bisa di sini, Nggi?"


"Eh? Lo gak tau? Gua sepupunya Quirin!" kata Lala menunjuk dirinya dan Quirin bergantian.


Ya! Lala atau kakak sepupunya Quirin merupakan teman Belinda mengajar di sekolah yang sekarang. Anggi namanya jika di sekolah, namun kalau di rumah dipanggil Lala.


Hal ini bukan tanpa alasan tentunya. Awalnya saat sekolah dasar Anggi dipanggil Lala oleh teman-temannya, namun karena ada murid pindahan yang kebetulan memiliki nama sama dengannya, ia mengalah dan meminta teman-temannya untuk memanggilnya Anggi saja. Dan hal itu terbiasa sampai sekarang.


Belinda ber-oh pelan. Ternyata bukan ia saja yang memiliki hubungan saudara dengan salah satu murid di sekolah itu ya...


"Kok bisa, sih, Bel, lo jadi tunangannya sepupu gua?" tanya Anggi penasaran.


"Itu ...." Belinda mulai menceritakan gimana dia bisa dijodohkan oleh Papanya dan berakhir seperti ini.


"Wow! Gua kayak denger cerita tentang perjodohan-perjodohan gitu, tapi ini versi real life aja," kata Anggi berkomentar dan Sherin di sampingnya mengangguk setuju.


Belinda yang mendengar itu meringis kecil.


"Kak Bel!"


Ervin berjalan ke arah meja yang ditempati Belinda.


"Dicariin daritadi malah di sini!" omel Ervin tak menghiraukan Quirin yang terkejut dan bingung menatapnya.


"Lo ... katanya ada acara, No?" ucap Quirin perlahan karena masih tak menyangka temannya itu ada di sini.


Mendengar pertanyaan Quirin, Ervin yang tadinya menghadap Belinda langsung tersentak. Oh ya! Dia lupa!


Author Note:


Hai-hai semuaaa!!!


Aku update cerita ini lagi nih


Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya


Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik


Okeeyyy???


Makasiii semuaa


Love you, all🥰


Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?


Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x