
...C h a p t e r 22...
...Dikittt Lagi...
Belinda mengumpulkan kembali beberapa buku murid-murid XII IPA 2 yang ia bawa. Bel istirahat baru saja berbunyi, mengakhiri jam pelajaran ekonomi di kelas XII IPS 5.
"Buku-buku latihannya tolong dikumpulkan, ya," pinta Belinda saat melihat beberapa murid mulai bersiap untuk keluar kelas.
"Baik, Miss."
Buku-buku mulai ditumpukkan di atas meja guru. Sesekali mereka berebut untuk meletakkan buku di bagian bawah, seperti saat ini.
"Gua dulu."
"Gua lah! Lo gak liat gua sampe lebih dulu?!"
"Percuma, gua yang lebih dulu letakkinnya."
"Bacot kalian, gua aja yang duluan."
"Gua dulu woi!"
"Gua!"
"HEH KALIAN RIBUT MULU, GUA KAWININ YA!"
"ANJIR! GUA COWOK DIA COWOK, LO PIKIR GUA BELOK APA?!"
"WOI DIAM!"
Keributan itu perlahan mulai tenang, meskipun beberapa dari mereka masih bergerak-gerak kesal.
"Maaf, Miss."
Belinda tersenyum kecil.
"Tidak apa-apa."
"Perlu saya bantu bawa bukunya, Miss?"
"Boleh, eum ... mungkin berdua biar gak berat? Siapa satu lagi yang mau bantu bawa bukunya?"
"Saya, Miss!"
Teman dari murid itu berseru sambil mengangkat tangannya.
"Hm. Oke, ini udah semua?" tanya Belinda menunjuk tumpukan buku mereka.
"Bentar, Miss! Dikit lagi. Dikittt ... lagi!"
Murid itu berbicara sambil menatap geram buku latihannya.
Belinda menghampiri murid itu, ia membaca soal yang membuat murid itu geram.
"CEPAT WOI! GUA MAU ISTIRAHAT!"
"SABARRR!!!"
"Oh? Yang lain boleh istirahat dulu," kata Belinda mempersilahkan.
"Itu 4.280.000 dibagi 214.000 hasilnya 20, Intan." kata Belinda mengingatkan.
Belinda menggeleng maklum.
"Yes! Akhirnya selesai!" seru Intan mengangkat pena dengan kedua tangannya seolah sedang mengangkat piala.
"Nih, di tengah ye." kata Intan menyelipkan bukunya di tengah-tengah tumpukan buku.
"Elu yang paling akhir ngapa gak di atas sih?!" tanya temannya itu kesal.
"Aelah sama bae itu, sama-sama selesai, kan?" ucap Intan santai. "Saya keluar dulu, Miss, terimakasih tadi, Miss. Hehe."
"Iya."
Intan beranjak keluar dari kelas yang kemudian disusul Belinda dan 2 murid yang membawa tumpukan buku itu.
***
"Terimakasih ya sudah membantu saya membawa buku-buku itu," ucap Belinda saat 2 murid itu telah meletakkan tumpukan buku ke meja Buk Dena, guru ekonomi.
"Gak masalah, Miss!"
"Kalau gitu kami permisi dulu, Miss, mau ngantin," ucap salah satu dari mereka.
"Iya, sekali lagi makasih, ya."
"Iya, Miss," ucapnya. "Yok!"
Ia menarik lengan seragam temannya.
"Bentar dulu, lo duluan aja," tolak temannya.
Ia mengangkat sebelah alisnya. "Oh oke!"
Setelah temannya pergi, murid yang menolak ajakan temannya tadi itu menghadap Belinda dan tersenyum simpul hingga lesung pipinya kelihatan.
"Gimana tadi, Belinda?" tanyanya sambil sedikit memiringkan kepala.
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x