Engagement

Engagement
Chapter 17



...C h a p t e r 17...


...H-1 Engagement Day...


"Napa tampang lo kayak gitu?"


Quirin yang sedang duduk termenung jadi sadar karena pertanyaan itu.


"Apaan sih?!" tanya Quirin kesal.


Mivelly Sherin Phoenix. Gadis 21 tahun yang akrab disapa Sherin itu adalah kakak dari Michiavelly Quirin Phoenix atau Quirin.


"Santai kali, Ririn," goda Sherin.


"KAK SHE?!?!!" teriak Quirin tak terima dipanggil Ririn.


Gadis itu tertawa. Mengganggu sang adik adalah hobi yang paling ia sukai.


"Udah, ih, diem!" tahan Sherin saat Quirin mulai melemparinya dengan bantal-bantal yang ada di sofa.


"Kak She yang duluan, ya!" kata Quirin kesal.


"Iya iya. Lagian lo kenapa sih? Kayak banyak utang aja!" tanya Sherin heran.


Quirin mendengus sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.


"Yee ... ditanyai malah diem! Napa sih? Mikirin besok?" tanya Sherin mendorong pelan kepala adiknya itu.


Quirin berdehem singkat. Entah kenapa rasanya sangat gugup ketika ia pikir lagi bahwa besok ia akan bertunangan dengan gurunya.


"Ya santai kali! Dulu perasaan kalian main-main biasa aja," kata Sherin.


"Hn? Maksudnya?" tanya Quirin bingung.


Dulu? Main? Maksudnya dulu kami sering main bareng? Batin Quirin.


"Dah lama sih ... tapi kalian tuh dulu sering main bareng kok," kata Sherin mengingat-ingat kembali.


"Kok aku gak inget?" tanya Quirin heran.


"Ya iya, lo, kan pikun!" kata Sherin tanpa dosa.


Quirin mendengus kesal. "Serius, Kak!" katanya melempari satu bantal ke kakaknya.


"Iye iye, kan udah lama. Itu waktu lo masih umur ... 1 tahunan kalau gak salah," kata Sherin menerka-nerka.


Quirin menggumam kecil. Ia berusaha mengingat kembali masa kecilnya. Namun, ia tak bisa mengingat hal itu.


"Ah, udah lah, aku gak inget!" seru Quirin putus asa.


"Kan dah dibilang, lo tuh pikun!" kata Sherin bersikeras pada pendiriannya.


"Bodo amat!" kata Quirin kesal.


Hening


Sherin asik dengan ponselnya. Sedangkan Quirin memejamkan matanya. Setidaknya hanya untuk 5 detik.


"SHE!"


Seseorang memanggil nama Sherin dengan teriakannya hingga membuat sang pemilik nama mengalihkan pandangan dari ponselnya dan sang adik membuka paksa matanya.


"Eh, ada Ririn!" ucap orang saat sampai di depan dua bersaudara itu.


"Quirin, Kak Lala!" amuknya kesal.


Kenapa sih kakak dan kakak sepupunya itu selalu memanggilnya dengan nama Ririn?


Lala hanya memeletkan lidahnya meledek membuat Quirin menggembungkan pipinya kesal.


"Uluh uluh kacian," goda Lala mencolek dagu Quirin.


"KAK LALA!" teriak Quirin tak suka.


Lala dan Sherin tertawa keras. Dua orang yang bersepupu itu memang merupakan partner dalam mengerjai adik mereka, Quirin.


"Eh eh, cie, yang besok udah mau tunangan!" goda Lala tak berhenti.


"Iya, malah ngelangkahin kakaknya!" kata Sherin drama.


"Betul! Apa lah kita yang dilangkahin!" sahut Lala ikut drama.


Quirin menyipitkan matanya. "Siapa suruh gak laku?" tanya Quirin angkuh.


"Wooo!!!" Lala dan Sherin bersorak heboh.


"Dasar adek durhaka!" balas Sherin menyipitkan matanya.


"Hm, kami tuh bukan gak laku, cuma ketinggian aja seleranya!" elak Lala mencari alasan.


"Betul!" sahut Sherin menyetujui ucapan sepupunya.


"Terserah!" kata Quirin beranjak dari sofa itu.


"Wuuu!!! Ngambek!" Lala dan Sherin kembali bersorak.


Author Note:


Hai-hai semuaaa!!!


Aku update cerita ini lagi nih


Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya


Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik


Okeeyyy???


Makasiii semuaa


Love you, all🥰


Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?


Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x