
...C h a p t e r 16...
...Sebagai Temen...
Quirin duduk di kursinya, berhadapan dengan Ervin yang mengubah posisi duduknya.
Sekarang kelas mereka sedang tidak ada guru alias jamkos. Meskipun jamkos tapi mereka tetap diberi tugas yang diberikan melalui ketua kelas.
Quirin dan Ervin sudah selesai mengerjakan tugas fisika yang diberikan Pak Satya, kini mereka sedang bermain game di ponsel mereka.
"No." panggil Quirin sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi di belakangnya.
"Apa?" tanya Ervin memainkan ponselnya dengan fokus.
"Kata mama gua, 6 hari lagi gua tunangan," kata Quirin menatap hampa ponselnya.
Ucapan itu membuat Ervin berhenti memainkan game-nya. Setidaknya hanya beberapa detik, kemudian ia lanjut memainkan game itu.
"Hm, jadi kenapa?" tanya Ervin lanjut fokus pada game.
"Itu doang respon lo?" tanya Quirin tak percaya.
"Ya ... terus lo mau gua gimana sebagai responnya? Jingkrak-jingkrak? Apa teriak-teriak?" tanya Ervin tak mengerti.
Quirin mendengus kesal.
"Gak ada temen gua yang tau, kecuali lo." sindir Quirin.
"Iya gua tau, terus kenapa?" tanya Ervin masih tak mengerti.
"Ck. Sebagai temen gua, lo mau gak ikut di sana?" tanya Quirin terus terang.
"Ngapain??? Gantiin lo?" tanya Ervin bingung.
"Jadi tamu lah woi!" Quirin menatap Ervin dengan tatapan kesal.
"Ohhh ... Liat dulu lah, kalau gua gak ada acara, gua ikut." kata Ervin mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.
***
Di sisi lain, Belinda sedang duduk di meja yang ada di kantor guru.
"Kira-kira gua perlu minta temen gua dateng, gak, ya?" pikirnya dengan suara pelan.
"Dateng kemana?" tanya seseorang yang muncul dari belakangnya.
"Itu loh ke–" Ucapan Belinda terhenti saat menyadari ada seseorang yang melongokkan kepalanya dari belakang.
"Ngapain, Nggi?!" tanya Belinda kaget.
"Hehe," orang itu Anggi, ia nyengir tak merasa bersalah.
"Eh btw kemana kata lo tadi?" lanjut Anggi.
Belinda terkesiap. Namun, ia langsung bersikap seolah tak ada apa-apa.
"Oh itu? Gak ada," kata Belinda tenang.
"Jangan dusta lo! Mau ngapain? Mabok, ya?" tuduh Anggi sambil mengacungkan telunjuknya ke depan wajah Belinda dan tersenyum menggoda.
"Ah, masa?" goda Anggi.
"Iya, beneran," kata Belinda sungguh-sungguh.
Anggi tertawa melihat reaksi Belinda yang ia goda.
"Eh tapi, ya, lo mau ikut gak?" tanya Anggi kepada Belinda.
"Ikut kemana?" tanya Belinda.
"Gini, minggu depan ada acara gitu keluarga gua, nah lo mau gak nemenin gua aja?" tanya Anggi.
"Minggu depan, ya?" tanya Belinda berpikir.
"Iya," balas Anggi.
"Kayaknya gak bisa deh," kata Belinda.
"Yah sayang banget! Padahal kan kita bisa makan gratis!" seru Anggi kecewa.
"Ya mau gimana lagi? Gua juga ada acara gitu minggu depan," kata Belinda pasrah.
"Hmm ... okelah!" kata Anggi.
"Tapi, Nggi ...." tahan Belinda.
"Ya?"
"Boleh lah dibungkus," canda Belinda.
"Lo kira lagi di rumah makan apa?" balas Anggi tertawa.
Belinda ikut tertawa.
Huh, kenapa harus minggu depan langsung tunangannya? batin Belinda.
Author Note:
Hai-hai semuaaa!!!
Aku update cerita ini lagi nih
Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya
Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik
Okeeyyy???
Makasiii semuaa
Love you, all🥰
Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?
Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'
x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x