Engagement

Engagement
Chapter 28



...C h a p t e r 28...


...Ditraktir...


Hari ini hari terakhir Hensa Champ. Pada hari ini akan diberikan hadiah kepada para pemenang lomba.


Yang mengejutkan bagi Belinda adalah ...


Selain mewakili Hensa High School dan memenangkan lomba sains untuk 12 IPA, ternyata murid-muridnya juga memenangkan lomba lainnya seperti, Angelia yang memenangkan lomba membacakan puisi, Dimas dan timnya yang memenangkan lomba basket putra (ini tim basket sekolah sih), Jeni dan timnya yang memenangkan lomba basket putri (bareng tim basket sekolah juga sih), Quirin dan Lika yang memenangkan lomba scrabble, Liora yang mendapat juara 3 di lomba fashion show, Aziel si kapten futsal sekolah yang membawa timnya hingga juara 2, Amara dan Fino yang memenangkan lomba duet bernyanyi (kalau yang ini khusus buat murid Hensa High School sih, sebagai hiburan juga).


Ini membuat Belinda berpikir bahwa ... murid-muridnya itu bukannya tidak mau menjawab pertanyaan guru, tapi mereka hanya ... malas menjawabnya.


"Mereka kayaknya harus diberi motivasi," gumamnya pelan.


"Siapa yang harus dikasih motivasi?"


Belinda menoleh ke samping kiri. Ada Anggi yang menatap Belinda bingung.


"Jangan tiba-tiba muncul aja lo. Kaget tau!" kata Belinda.


"Daritadi kok gua di sini. Lo aja yang gak nyadar," balas Anggi.


"Lo belum jawab, Bel."


"Apa?"


"Siapa yang harus dikasih motivasi?"


"Ada lah!"


"Siapa hayo?" goda Anggi.


"Murid-murid gua."


"Oh iya. Mereka banyak menang, kan, ya? Selamat, ya! Pinter-pinter tuh murid lo."


"Thanks. Tapi menurut lo kenapa mereka gak mau jawab pertanyaan, padahal lomba kayak gini mereka malah mau mau aja."


"Ya ... mungkin mereka males jawab-jawab pertanyaan kayak gitu. Atau mungkin mereka ... bosen di kelas? Gak tau dah gua."


"Bosen di kelas?"


"Iya, baru mungkin sih. Coba tanya aja deh langsung, daripada lo nebak-nebak gini."


"Hmm ... nanti deh."


"Eh, gua mau nanya," kata Belinda teringat.


"Nanya apa?"


"Mereka tuh ... bagusnya ditraktir di mana, ya?"


"Lo mau traktir mereka?"


"Hm. Ya ... sebagai ... apa ya namanya? Eumm... hadiah? Karena mereka udah menang dan mau ikut lomba."


"Terus ... yang gak ikut?"


"Yang gak ikut, ya ... ditraktir juga sih ... tapi kalau yang ikut nanti ada lah bonusnya."


"Wih ...." kata Anggi kagum. "Gua boleh ikut, gak?"


"Lah? Ngapainnn?"


"OHHH ... gua ngerti gua ngerti," kata Belinda.


Raut wajah Anggi merekah.


"Nanti bayarannya dibagi dua, kan?" kata Belinda polos.


Raut wajah Anggi yang awalnya merekah perlahan-lahan berubah.


"Kok dibagi dua, sih?!"


"Loh? Bukannya lo mau bantu bayarin?"


"Gua mau ikut ditraktir, Bellll ,..." kata Anggi gemas.


"Oohh ... yaudah."


"Boleh?"


"Boleh, tapi sebutin minimal tiga keuntungan yang gua dapat kalau gua traktir lo," kata Belinda.


"Ha?"


Belinda terkekeh geli. "Iya, boleh, bercanda doang tadi."


Anggi menghela nafas lega.


"Tapi lo sendiri aja, jangan ngajak yang lain."


"Iya, Belll ...."


"Eh, tapi boleh ajak kakaknya si Quirin gak?" tanyanya.


Belinda melotot.


"Kan kakak ipar lo," goda Anggi.


"Diem." ancam Belinda dengan menyipitkan matanya.


Hal itu membuat Anggi tertawa geli.


Author Note:


Hai-hai semuaaa!!!


Aku update cerita ini lagi nih


Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya


Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik


Okeeyyy???


Makasiii semuaa


Love you, all🥰


Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?


Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x