Engagement

Engagement
Chapter 29



...C h a p t e r 29...


...Kak She?...


Sekarang Belinda, Anggi, serta murid-murid XII IPA 1 berada di salah satu tempat makan yang dipilih mereka.


Belinda duduk di meja nomor 21 bersama dengan Anggi, Ervin, dan Quirin. Sedangkan yang lainnya tersebar di beberapa meja yang lain.


Meskipun ada dari mereka yang bingung kenapa Ervin dan Quirin duduk bersama dengan Belinda dan Anggi, namun ketika Belinda berkata bahwa ia ingin mengatakan sesuatu kepada mereka berdua, barulah mereka tak peduli banyak tentang hal itu.


Mereka berempat kini tengah menunduk membaca menu yang tersedia.


"Lo pesen yang mana, Bel?" bisik Anggi menggeser tubuhnya.


"Emm ... ini deh kayaknya," jawab Belinda menunjuk salah satu paket makan dengan 2 nasi, 2 ayam dan 1 kentang goreng.


"Lo makannya dua???" pekik Anggi tertahan.


"Ya enggak lah!" kata Belinda tak terima. "Itu buat..." Belinda melirik Ervin yang duduk di depannya sedang membolak-balik menu.


"Si Noa makannya dua???" tanya Anggi dengan tatapan tak percaya.


"Dibagi dua maksudnya, Anggiii ...." kata Belinda menjelaskan.


"Oohhh ...."


Hening. Setelah memesan menu yang mereka inginkan, mereka memainkan ponsel mereka masing-masing.


Tuk!


"Aw ... sia– Kak She?"


Quirin mendongak menatap kakaknya bingung, sedangkan yang ditatap hanya menatap datar adiknya setelah ia mengetuk pelan dahi adiknya.


"Ngapain sih?" tanya Quirin saat melihat kakaknya duduk di samping Anggi.


"Dih? Napa lo yang marah? Kakak, kan diundang Belinda, iya, kan, Bel?" kata Sherin.


"Iya, Kak," jawab Belinda.


"Santaiii ... gak usah manggil kak kak segala, kayak sama siapa aja."


Belinda tersenyum simpul.


"Iya."


"Aduhh ... makanya She, lo jangan asal nyerocos aja, dia jadi kebingungan tuh nanggepin lo," kata Anggi menepuk-nepuk pundak Belinda.


"Sssttt ... diem aja, tinggal iyain doang," bisik Anggi tak mau kalah.


"Ehh? Santai, Bel, gak usah bingung-bingung gitu. Santai sama gua mah."


"Tuh! Dengerin kakak ipar lo ngomong!" dukung Anggi.


"Nggiii???"


"Gua bener, kan, Bel?"


Belinda menepuk keningnya.


"Hahahaha, bener loh yang dibilang sama Lala."


"Tuh denger!"


"Udah deh, Nggi."


Anggi dan Sherin tertawa. Menurut mereka ekspresi Belinda sekarang sangat lucu.


Quirin mengalihkan pandangannya. Entahlah ... saat kakak sepupunya berkata bahwa Sherin adalah kakak ipar dari Belinda, ia seperti aksnsksvrjavdh, kayak malu dan senang bercampur jadi satu.


Intinya, ia ambyar.


Author Note:


Hai-hai semuaaa!!!


Aku update cerita ini lagi nih


Seperti biasa jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah ya


Kalian juga boleh kasih kritik dan saran kalian agar ceritanya lebih baik


Okeeyyy???


Makasiii semuaa


Love you, all🥰


Ceritanya mau lanjut apa enggak nih?


Kalau mau lanjut ayo komen 'S E M A N G A T!'


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x