Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Berangkat



Hari ini adalah jadwal dimana siswa/i pergi ke desa yang telah ditentukan,semua barang barang tampak sudah tersusun rapi lapangan sekolah dan sekitar 15 menit mereka dikumpulkan untuk memberikan instruksi selanjutnya.


"Ra lo dah siap kan"tanya Cerin.


"udah"jawab Kiara.


"yaudah yok kita cari anggota kelompok yang lain"ajak Cerin karena instruksi dari kepala sekolah para siswa harus berangkat bersama kelompoknya masing masing.


"eh Ra itu Vian sama yang lain kan"tanya cerin.


"iya yoklah kita kesana"balas Ara.


"Vian"panggil Ara dan dijawab dengan tatapan dari Vian.


"kita satu kelompok,katanya harus pergi sama kelompok masing masing"ucap Ara yang sedikit ragu ragu.


"gue udah tau,lo ngak udah sok dekat dekat sama gue"balas Vian datar nada datar.


"tapi kita satu kelompok Vian,kita harus sama sama pergi dan pulangnya.ucap Ara


"mending lo diam,gue gak mau lama lama denger suara lo"dengan tatapan tajam.


"Vian lo keterlaluan ya,kalo lo gak suka sama Ara jangan kek gini sikap lo.Lo bikin sahabat gue sakit hati tau gak"Amarah Cerin yang keluar karena lagi lagi sikap Vian yang membuat raut wajah Ara berubah.


"ck gue gak peduli sama perasaan lo,sekarang kalo lo mau satu kelompok sama gue nggak usah banyak omong"ucap Vian yang berlalu ke bis.


"Vian"teriak Leon dan Vero yang melihat langkah Vian semakin menjauh.


"Ra sorry ya sama sikapnya Vian tadi,dia emamg nggak pernah ramah sama cewek"Vero yang merasa kasihan dengan Ara yang terus terusan menjadi korban dari kata kata menyakitkan dari Vian.


"iya nggak papa kok,yaudah ayok ke bis nanti ketinggalan"Ara mengangkat barang barangnya.


"eh gausah,gue bisa sendiri kok"sanggah Ara.


"udah jalan aja,lagian ini banyak banget gue nggak bakal tega liat lo ngangkat barang sebanyak ini"Vero melangkahkan kakinya ke arah bis mereka.


"lo juga duluan aja,ini biar gue yang bawa"ucap Leon yang langsung mengangkat barang bawaan Cerin.


"thank's ya yon"balas Cerin dengan senyum manis yang terpancar dari wajahnya.


"santay aja"jawab Leon.


.


.


.


Kini semua kelompok sudah berada dibis mereka masing masing,Ara duduk dengan Cerin,Vian dengan Leon dan Vero duduk sendiri.


"Ra lo ngerasa nggak sih kalo Vero sering merhatiin lo,apalagi pas Vian ngomong sama lo"tanya Cerin yang memecah keheningan diantara mereka.


"gue gak tau Rin,mungkin dia kasihan sama gue yang selalu ngejar ngejar Vian."dengan wajah lesu.


"gue rasa bukan karena kasihan Ra,mungkin dia naksir sama lo,cara dia perhatiin lo beda banget Ra dan kalo menurut gue sih gak papa juga kalo Vero suka sama lo,dia orangnya jauh lebih baik dari Vian dan bisa memghargai cewek.Apa lo nggak mau sama Vero aja Ra?"tanya Cerin.


"hush lo ada ada aja Rin,mana mungkin juga Vero suka sama gue lagian gue juga bingung kenapa gue susah banget buat ngilangin perasaan gue buat Vian.


"Ra lo kok bisa bertahan sih sama sikap Vian yang kayak gitu,gue aja gedek liat nya Ra.Nanti kalo dia bertindak jahat kek mana"


"gue juga nggak tau kenapa gue bisa terima aja kata kata menyakitkan dari Vian,tapi gue yakin Vian bukan orang yang kejam kayak gitu"ucap Ara.