Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Berangkat Bareng



Kini Ara telah sampai dirumah satu jam yang lalu,ia membersihkan badan dan berjalan ke meja belajarnya.Melihat sebuah kotak terbungkus kantong plastik mengingatkan Ara dengan kue yang tadi sempat dibelikan Vero.Ara membuka kotak kue tersebut dan menyuapkan kemulutnya.


Selesai beres beres perlengkapan untuk sekolah besok,Ara beranjak ke kasur untuk beristirahat setelah seharian beraktifitas.


.


.


.


Vero yang telah berjanji untuk menjemput Ara dirumahnya telah datang dan bersiap untuk berangkat.


"Loh udah siap aja padahal masih pagi banget lo"ucap Vero yang baru sampai,ia sengaja untuk datang kerumah Ara lebih pagi karena tidak ingin terjebak macet dari rumahnya.


"iya takut nanti lo kelamaan nunggunya makanya gue siap siap lebih awal dari biasanya,tapi lo juga pagi banget datangnya"balas Ara


"takut kena macet pas mau kesini,lo udah sarapan belom Ra?"tanya Vero.


"Belom hehe"balas Ara.


"yaudah naik sekarang kita cari makan dulu"tutur Vero mengajak Ara untuk mengisi perut mereka sebelum berangkat sekolah.


"iya"balas Ara.


5 menit diperjalanan motor Vero berhenti tepat dipinggir jalan tempat para pedagang kaki lima berjejeran.Vero yang tadinya ingin mengajak Ara untuk pergi kesebuah restorant terdekat namun dilarang oleh Ara,karena menurutnya lebih nikmat makan di tempat penjual yang memakai gerobak.


"Ra lo mau makan apa?"tanya Vero.


"Gue pengen ketoprak nih,lo mau nggak?"tanya Ara.


"boleh kalo lo mau makan itu gue ikut aja"jawab Vero.


...


Mereka menyantap makanan dengan sesekali terdengar obrolan.Selesai mengisi perut,Vero kembali mengendarai motornya menuju sekolah.Untung saja belom terlalu banyak siswa yang datang sehingga Ara bisa sedikit bernafas lega karena tidak akan mendengar gosip tentang dirinya dan Vero.


"Thank's ya Ver,maaf juga udah ngerepotin lo"ucap Ara sembafi berjalan menuju kelas.


"Santai aja Ra,gue juga seneng bisa ngajakin lo bareng kek gini"balas Vero.


.


.


.


"Hai Ra,udah sampai aja apa bis nya cepet sampenya hari ini?"Cerin yang baru datang kekelas.


"Gue bareng Vero tadi"jawab Ara.


"What beneran Ra,kok bisa?"tanya Cerin.


"Dia ngajakin bareng yang gue terima"ucap Ara.


"ish jangan ngomong sembarangan Rin,nanti bikin gosip baru".jawab Ara.


"hehe iya Ra"


.


Skip Kantin.


"Ra lo mau makan Apa biar gue pesenin?"tanya Cerin.


"Samain aja Rin"Ara duduk disebuah kursi kosong didepannya.


.


.


"Ra kalo seandainya Vero nembak lo kek mana Ra,lo mau nggak?"tanya Cerin.


"Gue juga bingung Rin,dan perasaan gue sekarang ke Vian"jawab Ara.


"tapi lo liat sendirikan Ra sikapnya Vian sama lo"ucap Cerin.


"udahlah Rin,nggak usah dipikirin dulu lagian gak mungkin Vero suka sama gue mungkin dia kasihan karena gue ditolak mulu sama Vian."ujar Ara.


.


.


.


"Per lo kemana kemarin kok nggak nyusul kita?"tanya Leon.Mereka bertiga bolos dan bersantai dirooftoop.


"Gue nganterin Ara pulang"jawab Vero.


Uhukh.


Leon yang sedang minumpun tersedak karena jawaban dari Vero.


"Lo kenapa sih pakek batuk segala"ucap Vero.


"Ya gue kaget sama ucapan lo barusan.Seorang Vero yang anti sama perempuan ternyata bisa nganterin cewek pulang.Ternyata bener ya Per lo suka sama Ara."ucap Leon yang masih tak percaya.


"nggak usah banyak omong lele,pusing gue dengerin lo"ucap Vero.


"nah kan Vero mode ngeselin nya muncul lagi,sekali lagi lo bilang lele gue geplak pala lo Per"Leon yang mulai kesal.


Vian yang mendengar pembicaraan Leon dan Vero hanya terdiam,perasaannya mulai tak tenang setiap kali mendengar kedekatan Vero dan Ara.


"Yan lo kenapa kok ekspresi lo kayak marah gitu?"Leon yang memperhatikan perubahan dari raut wajah Vian.


"gak papa"jawab Vian.