Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Wisuda ( 4 tahun berlalu )



HAPPY READING 💓


Tahun demi tahun berganti dan tepatnya 4 tahun Ara meninggalkan indo demi mengejar mimpinya dulu.


Selain itu hari ini juga tepat dengan moment yang ditunggu tunggu oleh semua mahasiswa/i yaitu hari dimana mereka akan diwisuda.


4 Tahun menjalani kehidupan di negara lain, Ara akhirnya mendapatkan gelar yang ia impikan selama ini.Gelar dokter sudah ada di namanya.


"Ara congrats yaa udah jadi dokter Ara nih." Leana memeluk Ara.


"iya congrats juga buat lo." balas Ara.


"eh jadi habis ini kita bakal pisah gitu?". tanya Leana.


"Jangan ngomong gitu,siapa tau nanti kita dirumah sakit yang sama." ucap Ara.


"Semoga aja Ra."


Mereka berjalan menuju aula untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara di sana.


.


.


Sementara di Indo Vian,Leon,Cerin dan Vero juga melaksanakan wisuda hari ini.Setelah selesai acara mereka berkumpul di Cafe tempat mereka sering bertemu.Cafe yang selama ini selalu didatangi oleh Vian dengan tujuan mencari tau keberadaa Ara.


"Udah 4 tahun tapi Ara tetap belum balik ke sini.Kenapa sesulit itu buat kita tau keberadaannya." ucap Cerin


"Apa dia emang nggak mau ketemu kita lagi." sambung Leon.


"Gue yakin Ara bakal balik ke sini lagi." ucap Vian tiba tiba.


"Semoga aja yang lo bilang bener Yan." jawab Leon.


"Gue harap Ara juga balik kesini tapi gue belum ada kabarin dia." batin Vero.


"Ver lo mikirin apa." tanya Vian.


"nggak ada." jawabnya.


.


.


satu minggu setelah wisuda Vero kembali ke Singapura untuk menemui Ara.


Vero dan Vian juga sudah menjadi CEO di kantor ayah mereka karena sejak masih SMA kedua orang tersebut juga sudah belajar tentang dunia perusahaan.Begitu puj dengan Leon dan Cerin yang juga bekerja disebuah perusahaan yang sesuai dengan keinginan mereka.


.


.


Sebelum berangkat Vero telah menyiapkan banyak oleh oleh untuk Ara.


"Hallo Ra." ucap Vero lewat telfon.


"Iya bang,tumben lo nelfon gue." balas Ara.


Ara yang tadi sedang melihat informasi tentang tempat ia bekerja tiba tiba ponselnya berdering.


"Gue udah di depan apartemen Ra." ujar vero.


"Apartemen?.Apartemen siapa?".Tanya Ara kebingungan.


"Apartemen lo Ara.Masak punya tetangga"


"Maksud lo sekarang lo diSingapura?." tanya Ara.


"Iya Ra cepet buka pintunya."


"Eh bentar bentar."Ara berlari ke pintu dan ternyata benar Vero sudah berada di balik pintu apartemen.


"Hwa ngeselin kenapa nggak bilang kalo mau kesini." Ara mencubit Vero habis habisan.


"Eh eh sakit Ra.Yang namanya surprise nggak dibilang lah Ra."


"Ih dasar abang ngeselin."


"Ngeselin tapi lo kangen kan."


"Terserah.Eh paan tuh."Melirik sebuah paper bag.


"Cepet mata lo ya Ra.Nih ada coklat."


Ara menyambar kantong tersebut lalu memgambil satu buah coklat


"Oh iya selamat yah Dokter Ara."


"Hehe makasih."


"Jadi apa lo mau balik ke indo?" tanya Vero.


"Spertinya,gue di tugasin di Rs yang ada di Indo jadi mau nggak mau harus kesana."


"Kok kayak nggak ikhlas gitu,lo nggak mau ketemu sama gue sama yang lain juga Ra?" ucap Vero.


"Bukan gitu gue cuman belom siap aja buat ketemu sama mereka."


"Lo tenang aja Ra,siapa tau mereka bakal ngerti nantinya."


"Semoga aja."