Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Ke Rumah Sakit.



Happy Reading 🍒


Sudah 3 hari Vian berada di rumah sakit dan ia dinyatakan koma.


Sementara pagi ini Ara berniat untuk menghubungi Vero.


"Hallo Ra". ucap Vero setelah mengangkat telfon dari Ara.


^^^"Ver lo bisa nggak nanti ke Cafe Permata?".tanya Ara^^^


"Ada apa Ra?" Tanya Vero penasaran.


^^^"Ada yang mau gue omongin,tapi nanti di Cafe Permata".^^^


"Ok nanti jam 9 gue sana Ra".


^^^"Makasih ya Ver".^^^


.


.


.


Cafe Permata.


"Ra ada apa?". tanya Vero yang baru sampai.


"Duduk dulu Ver".


"Ver,apa gue bisa minta tolong sama lo?" ucap Ara kembali.


"iya Ra kenapa?"


"Gue akan lanjutin studi ke universitas"


"beneran Ra bagus kalo gitu,universitas dimana?" tanya Vero dengan raut wajah senang.


"Universitas di Singapura"


"Ra serius,apa lo bakal ninggalin gue?".


"Bukan gitu"


"Terus,apa yang bisa gue bantu?"


"Apa lo bisa bantu gue buat ngurus persiapan ke Singapura."


"Iyah Ra gue akan bantu"


"Ada satu hal lagi Ver,gue mau minta supaya lo nggak bilang kesiapa pun kalo gue akan berangkat ke Singapura."


"Kenapa Ra,gimana sama Leon dan Cerin?"


"Gue cuman nggak mau kalo nanti mereka bakal sedih kalo tau gue pergi jauh dari mereka." ucap Ara dengan murung.


"Ok Ra gue bakal bantu apapun yang lo mau.


Dan kapan lo akan berangkat ke Singapura?" tanya Vero.


"Besok pagi Ver"


"Yaudah tapi besok gue yang ngantar lo ke airport"


"iya Ver".


.


.


Saat Ara sampai dirumah ia melihat Cerin Yang berdiri dipintu sambil memandang kearahnya.


"Loh Rin,lo udah dari tadi disini?".Tanya Ara.


"Baru kok,baru 1 jam". dengan wajah cemberut.


"hehehe sorry Rin tadi gue ke Cafe Permata".


"Ngapain Ra,apa lo lanjut kerja lagi?".


"e enggak gue cuman mau minta resign tadi karena gue mau coba cari kerja di kantor yang sesuai sama kemampuan gue". ucap Ara dan dianggukan oleh Cerin.


"Oh ya lo mau ngapain kesini?"


"Dih jadi nggak boleh nih?"


"Boleh tapi biasanya lo nelfon dulu kalo ke sini"


"Xaviera gue udah nelfon lo ratusan kali chat lo ribuan kali tapi lo nggak angkat ataupun bales"


"eh gue lupa batreinya habis".Cengengesan.


"Ra gue mau ngajak lo jalan jalan bentar kan udah lulus jadi gue mau ngilangin bosen selama belajar disekolah".


"Lah kapan lo belajar,perasaan nyontek mulu". ucap Ara tanpa rasa bersalah.


"ih lama lama kok ngeselin ya neng"


.


.


Mereka memutuskan untuk pergi ke mall karena Cerin yang ingin berbelanja.


"Ra apa lo udah nemu universitas yang lo mau?".sontak pertanyaan Cerin membuat Ara kaget.


"Belom"jawab ara cepat.


"gimana kalo lo kuliah bareng gue di universitas yang sama aja?" Tanya Cerin


"mm gue pikirin dulu Ra"


Selesai berkeliling mereka berniat untuk pulang namun telfon Cerin berdering.


"Hallo yon"ucap Cerin.


"Rin kamu dimana?"tanya Leon.


"Di mall mau pulang,kenapa?"


"Aku sama Vero mau pergi kerumah sakit liat Vian,jadi Vero nyuruh aku buat ajak kamu sama Ara".


"Oh ok aku sama Ara Otw ke sana".


.


"Ada apa Rin?"tanya Ara.


"Leon Sama Vero mau pergi kerumah sakit tapi Vero nyuruh buat kita juga ikut".ucap Cerin.


"T-tapi" jawab Ara ragu ragu.


"Ra kita harus ikut ok".Membujuk Ara.


"yaudah"


.


.


"Leon." panggil Cerin yang baru sampai di RS.


"apa kalian udah liat keadaan Vian?" tanya Cerin kembali.


"Belom, kami nungguin kalian"


"ayok" ajak Vero.


...


ceklek


"Mama" sapa Leon dan Vero saat melihat mama Vian yang berada di samping putranya.


"Ma gimana keadaan Vian?"


"Vian masih koma,mama tidak menyangka dia akan mengalami hal ini".mama Vian tampak sedih.


"Tante,Vian akan baik baik saja.Kita berdoa agar Vian cepat sadar".ucap Ara mendekati mama Vian.


"semoga saja nak,tapi siapa nama kamu apa kamu juga temannya Vian?".


"iya ma ini Ara dan yang ini Cerin,mereka juga teman Vian" jawab Vero yang melihat ara kebingungan untuk menjawab.


"Terima kasih, kalian telah ada untuk Vian".


"iya mak.Kalo gitu kami mau pamit pulang dulu ma.Maaf karena kami tidak bisa lama lama disini." pamit Leon.


"iya kalian hati hati ya".ucap Mama Vian dengan tersenyum.


.


.


.


"Ver kenapa lo ngajak kami ke rumah sakit?"tanya Ara ditengah perjalanan.


"Karena besok lo bakal pergi ke Singapura.Jadi gue pengen lo bisa ketemu sama Vian sebelum lo berangkat."


"Thank's Ver,lo selalu ada apapun kondisi gue".


"sama sama Ra".


"Cuman itu yang bisa gue lakuin buat lo Ra,liat lo bahagia itu udah cukup bagi gue" batin Vero.


.


.


Readers makasih udah mampir dan tolong tinggalkan jejaknya yaa🤗


Maaciuu 🙏🙏