Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Persiapan



Sudah satu minggu berlalu dan besok adalah acara bantuan kedesa yang telah direncanakan oleh sekolah.


Kini dirumah Vian sudah ada Leon dan Vero yang tengah duduk memainkan game online mereka masing masing.


"Lele lo udah nyiapin barang barang buat besok belom?"tanya Vero disela sela permainan game mereka.


"Somplak lo nama gue Leon bukan Lele,nanti gue siapin"ujat Leon.


"emosi amat jadi orang,lama lama gue kutuk juga lo jadi lele"dengan ancang ancang berlari saat melihat Leon yang ingin memukulnya.


"ban*ke lo,sahabat sendiri lo bully sialan"Leon yang kini tengah mengejar Vero.


"Wek gak kena"seru Veri ditengah larinya.


Sekitar 5 menit mereka kejar kejaran dengan ledekan yang keluar dari mulut mereka masing masing dan Vian yang saat ini sedang sibuk dengan ponselnya tidak mau menghiraukan 2 sahabatnya itu,semakin dicegah mereka akan semakin menjadi jadi dan nantinya nama Vian pun ikut jadi target ledekan mereka.


"Astagfirullah Leon Vero,kalian dah mau jadi bapak orang juga masih aja main kejar kejaran"ucap mamanya Vian sembari meletakkan cemilan diatas meja.


"Ma,kita masih sekolah masak dah mau jadi bapak orang aja"ucap Leon,mereka yang memang memanggil dengan sebutan mama.


"makannya buruan lulus biar nanti mama dapet menantu"celetuk mama Vian.


"ih mama langsung bahas menantu kita mah mau main main dulu ma"ucap Vero dengan cengengesan.


"ya terserah mama kalo debat sama kalian tu yang ada pusing bawaannya,tu jangan lupa dimakan ya"sembari berlalu ke dapur.


"okeh ma"jawab mereka.


"Yan lo kenapa dari tadi diem aja,kek orang gak ada semangat hidup aja"celetuk Leon yang tengah mendudukkan bokongnya disofa samping Vian.


"nothing".kata yang keluar dari mulut Vian.


"dih jawabannya singkat amat dah kek hubungan Vero ama markonah."ujar Leon yang malas dengan jawaban Vian yang sesingkat itu.


"nah kan lo cari gara gara lagi ama gue lele,gue geplak juga pala lo lama lama"emosi Vero.


"Janda Ver,sensitip amat"cengengesan Leon


"CANDA LEON GESREK"teriak Vero yang kekesalannya sudah membesar.


"huft sabar Vero,orang waras ngalah"menarik nafas dalam dalam dan membuangnya.


"yan lo besok pasti ikut kan,diperaturan semuanya wajib ikut kalo mau lulus nantinya"tanya Vero yang melihat kearah Vian.


"iya"balas Vian.


.


.


.


.


Skip Cafe Permata.


kiara yang kini sedang bersiap siap untuk pulang berhenti ketika mendengar panggilan dari seseorang diseberang sana.


"Ra lo dah pulang kan,temenin gue ya please"tangan Kiara yang langsing ditarik Cerin untuk mengikutinya.


"mau kemana,lo nggak ngabarin gue lagi"tanya Ara


"gue mau ke mall,temenin ya Ra mau cari perlengkapan besok sekalian beliin barang barang yang mau dikasih orang di desa besok"bujuk Cerin agar Ara mau menemaninya.


"ya udah iya"


.


.


.


Sampai Mall kedua sahabat itu segera membeli perlengkapan yang mereka butuhkan besok,sekitar 1 jam berbelanja Kiara dan Cerin berangsur pulang dan diantar Cerin.


"Thank's ya Rin"sambil melangkahkan kaki keluar mobil.


"Sama sama Ra,gue pamit dulu ya"mobil yang dikendarai Cerin mulai menjauh dari kediaman Ara.