Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Ara terluka



Ara yang baru pulang dari Cafe berjalan kaki menuju rumahnya.Ara yang tadinya tidak terlalu fokus dengan jalan sampai akhirnya ia diserempet sebuah motor dengan kecepatan tinggi.


"Ara"teriak seseorang yang melihat kejadian itu dan berlalu ketempat Ara berada saat ini.


"Aghk".pekik Ara yang merasakan perih dikaki kanannya akibat terjatuh.


"Kaki lo luka,sini gue bantu".ucap seseorang tersebut.


"V-vian kok bisa ada disini,argh."Ara kembali merasakan nyeri dilukanya.


Tanpa aba aba Vian menggendong ara menuju sebuah kursi yang berada dipinggir jalan tersebut.Tentu Ara merasa kaget akan sikap Vian saat ini.


"lo tunggu disini"Vian berjalan meninggalkan Ara.


10 menit kemudian ia kembali dengan kantong berisi obat untuk membersihkan luka Ara.


"Sini kaki lo"Vian mengobati luka dikaki Ara yang kini masih mengeluarkan sedikit darah.


"jangan dilihat,nanti lo pingsan lagi"


Ara yang tadinya ingin melihat luka dikakinya namun perkataan Vian tadi mengurungkan niatnya.Ara hanya diam sembari Vian mengobati lukanya.


"Vian thank's ya udah bantuin gue"ucap Ara.


"besok kalo jalan tuh hati hati."ujar Vian dengan tegas.


"maaf ya udah ngerepotin"balas Ara.


"inget gue nolongin lo bukan karena ada maksud lain tapi gue masih punya sifat manusiawi dan jangan berharap lebih"Vian meninggalkan Ara yang saat ini masih terdiam.dan mulai mengendarai motornya.


...


Vian yang baru sampai di area balap dihampiri Leon,Vero dan Arka yang dari tadi menunggunya.


"Yan lo dari mana kok lama amat,hampir aja dikira kita takut sama mereka"ucap Arka.


"Ada perlu bentar.Sekarang ayo mulai"Balas Vian.


.


.


Rian yang kini mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi sedangkan Vian seperti biasa untuk awal ia akan mengedarai motor dengan santai namun detik detik garis finish siapapun lawannya tetap akan kalah.


"Wis mantap bro,menang lagi nih"ucap Leon.


"seperti biasa,kunci motor lo"ucap Arka meminta motor yang dikendarai Rian.


"gue pulang duluan ya"ucap Vian.


"kok cepet banget Yan,lo nggak mau rayain dulu?"tanya Vero.


"kayak nya nggak,gue masih ada urusan"Vian mulai melajukan motornya.


.


.


.


Vian sampai dirumah dan disambut oleh mamanya.


"Vian kok baru pulang?"tanya mamanya.


"Tadi ada acara di sekolah ma"jawab Vian berbohong.


"ya udah,kamu bersih bersih dulu abis tu makan ya.Mama mau kekamar dulu"


"iya ma"Vian berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


.


.


Selesai membersihkan badan tiba tiba terlintas ingatannya kepada Ara yang tadi terluka akibat terserempet motor.


Ia bingung kenapa beberapa hari ini jadi sering memikirkan Ara.


"kenapa perempuan itu selalu muncul dalam fikiran gue.Argh lo nggak boleh suka sama dia Vian.Inget nggak ada perempuan diluar sana yang baik"batin Vian.


..


Berbeda dengan Ara yang saat ini sedang beristirahat dikasurnya.Setibanya dirumah Ara langsung berbaring karena merasa kesulitan berjalan,rasa perih dikakinya yang tiba tiba terasa.Ya Ara tadi sempat berdebat dengan pikirannya mengenai sikap Vian sore tadi tapi mengingat perkataan yang ia dapatkan dati mulut Vian membuat Ara merasa sedikit sesak.Memang betul kata Cerin sangat sulit untuk membuat Vian bisa jatih cinta tapi bagaimanapun ia tetap ingin berusaha sampai ia sendiri ingin menyerah nantinya.