Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Jadi Ojek Pribadi



Sudah 2 hari setelah acara batuan kemarin tapi tetap tidak ada perubahan pada sikap Vian,setiap kali Ara mencoba berbicara selalu kata kata yang menyakitkan yang diucapkan Vian.Tapi berbeda dengan Vero yang kini semakin perhatian kepada Ara,Vero yang tau kalau Ara sedang menyimpan perasaan kepada Vian dan itu membuatnya hanya bisa memendam perasaannya,jika dia lebih dulu mengenal Ara mungkin ia akan mengungkapkan cintanya langsung tapi tidak dengan sekarang,Ara yang nampak berharap banyak dari Vian membuat dadanya sesak dan ditambah lagi dengan perlakuan Vian yang tidak pernah bisa menerima Ara.


Pagi ini Ara sedang menunggu bis yang akan menuju ke arah sekolahnya,sudah sekitar 10 menit Ara menanti tapi belum juga ada tanda tanda bis itu akan datang.


Sebuah motor sport berhenti didepan Ara,helm yang dibuka memperlihatkan seseorang yang selalu memperhatikan Ara.


"Vero,aku kirain siapa"ucap Ara saal melihat siapa di balik helm tersebut.


"Iya ini gue,Ra bareng yuk berangkatnya"ajak Vero.


"makasih ya,tapi gue nunggu bis aja"tolak Ara dengan ramah.


"udah Ra naik aja,gue gak bakal tega liat cewek nunggu dipinggir jalan kayak gini anggap aja gue lagi nganterin penumpang gitu"Vero yang masih membujuk Ara agar mau berangkat bareng.


"Lah berarti lo jadi ojeknya dong hehe"Ara yang cengengesan saat mendengar kata penumpang.


"iya ojek pribadinya Ara tersayang"Vero yang memasang senyum paling manis yang dilihat Ara.


"kok ngelamun gitu sih"tanya Vero.


"hehe abisnya gue baru pertama kali liat senyum semanis itu dari lo,bikin melting aja"jawab Ara sambil tertawa kecil.


"kalo lo mau tiap hari lo bisa kok liat senyum gue,tapi bareng gue terus ya berangkatnya"Vero yang senang melihat tawa dari Ara.


"lah itu mah ngerepotin lo jadinya"jawab Ara


Ara yang telah berada diatas motor sambil menikmati udara segar pagi ini,jarang sekali Ara bisa menikmati pemandangan dengan berkendara dengan motor seperti ini.


"Ra kok diem aja,lo takut naik motor?"tanya Vero yang menyadari Ara yang tidak bersuara sedari tadi.


"nggak ,gue seneng jarang jarang bisa naik motor kek gini,kalo naik motor pun sama ojek cuman pergi ke tempat kerja aja."Ara mengungkapkan perasaan senangnya saat ini.


Vero tersenyum dibalik helmnya,ternyata Ara selama ini jarang sekali naik motor seperti ini,dan hanya bekerja?apa maksudnya Ara bekerja tapi buat apa dia bekerja?.


Vero yang tidak tau kalau Ara hanya hidup sebatangkara dan bisa bersekolah Di SMA favorite itu karena beasiswa dari kecerdasannya.


15 menit perjalanan menuju sekolah,motor sport Vero menyusuri gerbang SMA dengan berbagai tatapan banyak pasang mata siswa disana,motornya tepat berhenti didepan parkiran sekolah.Ara yang tadi telah meminta Vero untuk menurunkannya dibelokan depan sekolah saja tapi Vero tidak mau dengan alasan itu terlalu jauh jika berjalan kaki.Ara yang sudah menduga reaksi para siswa hanya menghela nafasnya.


"Ra kenapa ngelamun lagi?ada masalah?"tanya Vero.


"eh nggak ada,gue gak papa"jawab Ara


"Vero maaf ya karena tatapan mereka dan kalau ada yang ngomongin lo nanti gue bener bener minta maaf"ucap Ara yang membuat Vero bingung kenapa Ara tiba tiba minta maaf


"kenapa Ra kok lo minta maaf"tanyanya.


"Ya karena lo boncengin gue,mungkin lo belom tau kalau gue bukan anak orang kaya seperti anak anak yang bersekolah disini,gue bisa sekolah disini juga karena dapet beasiswa"tutur Ara yang takut jika mereka menjelek jelekkan Vero nantinya.


"gue gak peduli sama omongan mereka nantinya Ra,bagi gue kaya atau bukannya lo nggak bakal merubah sifat gue karena yang gue lihat dari seseorang itu bukannya status ekonomi tapi kepribadian orang tersebut."ucap Vero.