
Tepat pukul 4 Sore Leon telah berada di sebuah taman yang di sherlok oleh Cerin.sekitar 10 Cerin datang menghampiri Leon yang sedang duduk disebuah bangku.
"Leon sorry ya lo lama nungguin gue.ucap Cerin yang berdiri disamping leon.
"gak papa gue juga baru sampe,yok duduk sini"menepuk bangku disampingnya.
"iya,em Leon ini kado buat lo maaf ya kalo isinya gak sesuai selera lo dan Happy Birthday ya."sembari memberikan sebuah kotak yang telah dibungkus dengan kertas kado.
"eh kok lo repot repot segala,tapi thank's ya ternyata lo nginget ultah gue."menerima kado dari Cerin.
"Rin gue mau nanya,selama kita bertemu lo apa nyaman gitu"tanya Leon.
"gue nyaman kok emang kenapa nanya kek gitu,apa lo mau jauhin gue?"Cerin bertanya balik.
"bukan, gue nggak ada niat buat jauhin lo tapi gue bingung mau ngomong kayak gimana."balas Leon.
"Ada apa emangnya"tanya Cerin.
"kalo gue mau lo jadi pacar gue apa lo mau Rin,jujur gue udah ngerasa nyaman sama lo dan gue mulai sayang sama lo.gue berharap lo juga punya perasaan yang sama kayak gue.apa lo mau jadi pacar gue Rin"ucap Leon yang sedikit gugup dengan ungkapan hatinya.
"lo serius?"tanya Cerin.
"gue serius Rin,apa jawaban lo?"
"iya gue mau jadi pacar lo"jawab Cerin dengan senyum mengembang dipipinya.
"thank's ya Rin,gue janji bakal jagain lo dan selalu ada buat lo"ucap Leon yang bahagia.
.
.
"Hallo selamat sore mau pesan ap-."ucap Ara yang terhenti saat melihat Vian yang ternyata duduk dimeja tersebut.
"Vian Vero kalian disini,mau pesan apa?"tanya Ara kembali melanjutkan ucapannya tadi.
"Gue pesen menu yang paling enak disini aja Ra"ucap Vero yang menanggapi pertanyaan Ara namu berbeda dengan Vian yang tetap acuh dengan kehadiran Ara.
"oke tunggh sebentar ya"Ara berlalu ke tempat pesanan dan menunggu menu selanjutnya.
.
.
.
"Yan gue mau ngomong sama lo,gue tau jawaban lo bakal sama kayak kemarin tapi gue mau lo bisa sedikit merubah sikap lo sama Ara,lo tau kan dia suka sama lo dan jika lo nggak bisa balas perasaannya paling nghak bersikaplah sedikit ramah sama Ara.Gue nggak tega liat dia yang terus terusan sedih atas sikap lo sama dia yan "ucap Vero memulai pembicaraan.
"kalo gue tau lo bakal ngomongin masalah ini lagi gue nggak bakal mau kesini ver,sampai kapan pun gue gak bakal bisa ramah sama dia dan bukan salah gue kalo dia suka sama gue karena gue nggak pernah harapin itu"balas Vero.
"yan apa karena masa lalu lo yang bikin lo tetap menutup hati lo kayak gini,tapi cara lo gini buat Ara sakit hati yan.Dia udah berharap banyak sama lo yan"ucap Vero.
"percuma lo ngomong panjang lebar sama gue ver karena gue tetap bersikap seperti biasa sama dia."balas Vian.
"sampai kapan yan lo bakal terus dihantui sama masa lalu lo,lo tau kan gue sayang sama Ara tapi dia nyimpan harapan yang lebih sama lo.Gue nggak tega liaymt dia sedih setiap kali dengar kata kata dari lo"ungkap Vero.
"stop ver,percuma lo nasehatin gue atau apalah karena itu gak akan buat gue bisa nerima cewek itu"jawab Vian yang tidak merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.