Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Gue harap lo bisa nerima Ara.



Happy Reading 💓


Vian menghempaskan tubuhnya kekasur seraya menatap sebuah paper bag yang berada disampingnya,ia teringat kembali kepada Ara yang memintanya untuk mengambil kado tersebut.


Sejenak kemudian ia duduk dan mengambil paper bag tadi.Sedikit penasaran dengan isinya lalu ia membuka kado tersebut.


Setelah membuka terlihat sebuah jam tangan bagus yang ia yakini harga nya lumayan mahal.Tidak itu saja selembar surat juga terselip disamping kotak jam tangan tersebut.


Isi Surat.


~ "Hai Vian,semoga kamu baca surat ini.Sorry kalo cuma bisa ngasih jam tangan sebagai hadiahnya karena uangnya cuma cukup beli itu.Kalo kamu nggak mau pake ngak papa kok tapi tolong jangan dibuang ya.Happy Birthday Vian" ~


Tanpa disadari senyuman tipis terukir dipipinya setelah membaca surat dari Ara.Ntah apa yang ia pikirkan saat ini.


"Argh gue kenapa jadi kayak gini sih,kenapa lo selalu buat gue gelisah gini" Vian yang galau dengan perasaannya yang kini tak karuan.


Masih sibuk dengan pikirannya yang sedang bergulat,terdengar suara nada dering dari ponselnya.


"Halo,Yan lo dimana sekarang" ucap Vero diseberang sana.


^^^"Dirumah,kenapa" ujar Vian.^^^


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo,nanti malam gue tunggu di cafe permata" ucap Vero dan langsung mematikan telfonnya.


"kenapa nih anak,tumben ngajak ketemuan" batin Vian.


Setelah meletakkan jam tangan tadi ia kembali berbaring dan tak lama kemudian ia tertidur.


..............


Vian yang terbangun karena bunyi nada panggilan diponselnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponsel.


" Yan,bentar lagi gue sampe dicafe permata.Lo cepetan nyusul" ucap Vero.


^^^"iya,gue siap siap dulu".Vian mematikan telfon lalu melihat jam yang sudah pukul 7 malam dan melangkah ke kamar mandi.^^^


Vian menuruni anak tangga sehabis membersihkan badannya.


"loh Vian,kamu mau kemana nak? tanya mamanya.


"Vian mau keluar bentar ma ada perlu.Papa dimana ma?" ujarnya.


"Papa belom pulang katanya ada sedikit kerjaan yang harus diselesaikan hari ini" balas mamanya.


"yaudah Vian mau berangkat dulu ma"


"iya,hati hati ya.Jangan ngebut dijalan" ucap mamanya.


"iya ma"


.


.


.


Vian yang baru sampai dan memasuki cafe tersebut menuju meja Vero.


"Ada apa lo ngajak gue ketemu kayak gini.Lo nggak ngajak Leon?" ucap Vian setelah menarik sebuah kursi dan mendudukinya.


"gue nggak ngajak Leon karena gue cuma mau ngomong sesuatu sama lo" balas Vero.


"ok.To the point" singkat Vian.


"Yan,kapan lo bisa bersikap baik sama Ara"


"Why?" balas Vian.


Vian tersenyum sinis setelah mendengar ucapan Vero.


" Gue nggak pernah nyuruh dia buat suka sama gue jadi buat apa gue baik baik sama dia" jawab Vian.


"Perasaan itu nggak bisa diatur Yan.Kalo lo emang nggak bisa bersikap baik sama Ara setidaknya lo nggak usah bentak bentak dan nyakitin hati dia"


"jadi lo ngajak gue ketemu cuma buat ngomongin tentang cewek itu." ujar Vian.


"Gue heran sama lo Yan,kenapa hati lo setertutup itu buat nerima kehadiran seseorang."


"You Know the reason"


"Masa lalu lo?.Please Yan jangan bikin hidup lo berhenti gara gara kejadian waktu itu.


Gue tau seberapa hancur lo menyaksikan hal yang paling lo benci.Lo harus berusaha keluar dari memory kelam itu."


"Gue udah berusaha,tapi lo liat sendiri kan gue nggak bisa nerima siapapun perempuan yang masuk ke hidup gue dan gak akan pernah bisa" ujar Vian.


"Lo nggak pernah mencoba untuk keluar dari masa lalu lo Yan.Selama ini lo hanya terdorong untuk semakin membenci hidup lo.Kalo lo nggak mau pergi dari luka itu lo bakal buat semua orang yang sayang sama lo ikutan hancur Yan.


Gue cuma ngomong satu kali ini tentang Ara dan gue harap Lo bisa sedikit berubah.


Please bro." Vero berdiri dari duduknya.


"Satu hal lagi,tadi lo udah benar benar bikin Ara jatuh Yan.Seandainya lo tau dia ngambil uang tabungan hasil kerja kerasnya selama ini cuma untuk beliin kado yang mungkin bakalan lo buang nantinya." Vero meninggalkan Vian yang terdiam di kursinya.


.


.


.


"Sorry Yan,gue cuman mau lo lepas dari bayang bayang kelam lo.Saat gue ngeliat Ara sedih hati gue terasa sakit.


Gue harap lo bisa nerima Ara" batin Vero.


.


.


.


.


Haii guyss,sorry lama gak up because sedikit urusan.


Tolong 🙏🙏🙏 Like


**Komen**



**Vote**



**Favorite**


Jangan lupa mampir di Ig author yaa🙏😊


IG : denyputriyoanda34


Makasihh guyss