
Hari ini sama sepeeti biasa,Ara yang tetap mencoba mendekati Vian selalu mendapatkan respon yang sama dengan biasanya.Kenapa Vian tidak bisa sedikit saja bersikap baik kepadanya,itu yang menjadi pikiran bagi Ara.
"Ra nanti pulang sekolah temenin gue ke mall ya mau beli kado buat ultahnya Leon."ucap Cerin yang baru saja datang kekelas.
"Hah serius lo Rin mau beliin kado biat Leon,emang ultahnya kapan?kok lo tau"tanya Ara.
"Kemarin kita ngobrol bareng terus gue tanyain tanggal lahirnya ternyata besok ultahnya."Cerin sembari senyum sendiri mengingat Leon yang meresponnya dengan baik.
"ekhem kayaknya beneran ada yang jatuh cinta nih,kok gue mencium aroma yang akan jadian ya"goda Ara yang melihat seri kebahagiaan di wajah sahabatnya itu.
"gue harap sih juga gitu Ra hehe"balas Cerin.
.
.
.
Kini cerin dan Kiara tengah berada dikasir dan langsung melangkahkan kaki nya kesebuah Cafe, Cerin yang tadinya mengajak Ara untuk mengisi perut dulu sebelum mereka pulang.
.
.
"Thank's ya Ra udah mau temenin gue tadi"ucap Cerin yang telah tiba dirumah Ara.
"iya sama sama"balas Ara.
Setibanya dikamar Ara langsung nerebahkan badannya kekasur yang setia menemaninya setiap malam,Ara menatap langit langit atap sembari melamun memikirkan bagaimana masa depannya nanti,hidup tanpa kedua orang tua,harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan kini perasaan cintanya yang tidak terbalas.Lamunan demi lamunan membuat Ara mulai memasuki alam mimpinya.
.
.
.
Hari ini Ara bangun lebih awal karena ia berniat untuk sarapan dikantin sekolah saja,setelah memastikan pakaian sekolahnya rapi ia melangkahkan kaki menuju halte bis.
Sesampainya Ara di sekolah dengan menyusuri koridor sekolah dan mengakhiri langkahnya tepat dikantin sekolah.
"eh Ara cantik kok pagi sekali datangnya"tanya bu wati penjaga kantin.
"iya bu Ara mau sarapan disini,dah kangen liat senyum bu wati pagi pagi gini"ucap Ara.
"hehe cantiknya bu wati ada ada aja,Ara mau makan apa"ucap bu wati yang memang sudah menganggap Ara sebagai putrinya sendiri,karena semenjak ia melihat Ara bu wati merasa senang.
"bentar ya bu wati buatin dulu nanti diantar"mulai meracik bumbu nasi goreng.
Ara yang baru menyantap naai gorengnya melihat seseorang yang dikenalnya berjalan kearah kantin tersebut.
"Vian"panggil Ara yang melihat langkah vian yang semakin dekat.
"lo lagi,bikin mood gue pagi pagi rusak aja"ketus Vian.
"maaf ya tapi aku cuman mau ngajak kamu gabung sama aku aja"ucap Ara.
"gausah sok baik lo didepan gue, semua perempuan sama aja"Vian berjalan meninggalkan Ara yang mematung menatap punggung Vian yang mulai menjauh.
"huft sabar Ra.Lo sendiri taukan sikapnya Vian kayak apa,lo harus kuat lo pasti bisa bikin Vian luluh."batin Ara.
.
Sesampainya Ara dikelas ia disambut dengan sapaan dari Cerin yang baru meletakkan tasnya dibangku.
"Ra lo baru datang?"tanya Cerin.
"udah dari tadi sih gue kekantin dulu"balas Ara mendudukkan bokongnya dikursi.
"lo kapan mau ngasih kado ny ke leon"tanya Ara lagi.
"rencananya nanti pas pulang sekolah Ra"jawab Cerin.
.
.
Jam pelajaran yang telah berakhir dan diparkir sekolah terlihat 3 lelaki yang sedang ngobrol.
"eh nanti ngumpul yuk di cafe permata."ajak Vero.
"sorry bro keknya gue gak bisa,Cerin ngajak ketemuan nanti"balas Leon.
"wih lo beneran dah jadian sama Cerin le"ucap Vero.
"belom sih tapi gue emang ada rencana buat nyatain perasaan sama dia"balas Leon.
"semangat ya bro semoga diterima,yaudah gue pulang dulu ya le,ya"ucap Vero kepada Leon dan Vian.
"iya"jawab Leon dan Vian bersama.