
HAPPY READING 💓
Seminggu setelah pulang dari rumah sakit Vero mengunjungi Vian ke kediamannnya.
Saat Vero masuk ke kamar Vian ia melihat Vian yang terlihat risau ntah apa yang ia pikirkan.
"Vian." panggil Vero.
Vian hanya menatap Vero tanpa mengatakan sesuatu.
"Yan gimana keadaan lo?" tanya Vero.
"Gue baik baik aja."
"Gue kesini karena mau ngasih ini sama lo." Vero memberikan sebuah amplop kepada Vian.
"Apa ini?."
"Seuatu yang dititipkan seseorang buat lo."
Vian mengambil amplop tersebut dan membukanya.
Isi surat.
Hai Vian gimana keadaan kamu sekarang.Semoga baik baik aja.Maaf ya karena selama ini aku buat kamu merasa terganggu dengan kehadiran aku.
Tapi kamu tenang aja karena aku nggak akan muncul lagi di hadapan kamu dan semoga kamu mendapat seseorang yang bisa kamu terima.Once again i want to say sorry for all this time and thank you.
From : Kiara.
Kata demi kata yang dibaca Vian membuat hatinya terasa perih,seakan ada rasa tidak rela di lubuk hatinya.
"Ver dimana cewek itu." tanyan Vian yang tampak tak tenang.
"Dia udah pergi dari sini yan" ucap Vero yang melihat dengan jelas kekhawatiran dimata Vian.
"Kemana Ver kemana dia pergi."
"Kita semua nggak ada yang tau Yan."
"Lo jangan bercanda Ver dia pasti masih disini kan.oh gue tau dia lagi kerja iya kan." Vian mengambil kunci motornya lalu berlari keluar.
"Yan lo mau kemana?" teriak Vero yang melihat Vian telah jauh darinya.
.
.
"Lo udah buat gue marah tiap hari dan sekarang lo ulangin hal itu lagi.Ra please lo dimana sekarang jangan pernah pergi dari gue Ra." Vian benar benar terlihat hancur dan bagi orang yang mengenalnya akan merasa itu bukan seorang Vian yang pernah mereka temui.
"Apa lo udah sadar sama perasaan lo Yan." ucap Vero yang ntah dari kapan sudah berada disamping Vian.
Vian hanya melihat sekilas tanpa menjawab pertanyaan Vero.
Sementara Vero langsung duduk disamping Vian.
"Gue tau tanpa lo sadari lo udah jatuh hati sama Ara tapi karena ego yang didasari masa lalu membuat lo menutup hati untuk seseorang." ujar Vero.
"Gue nggak tau harus gimana lagi Ver.Gue nggak nyangka kalo terikat sama perasaan ini dan sekarang nggak ada harapan lagi buat gue."
"Dia pergi dari gue karena sikap kasar gue selama ini." ucap Vian lagi.
"Kalo emang lo serius sama hati lo suatu saat nanti lo pasti bisa ketemu sama Ara."
"Gue nggak punya harapan lagi buat itu Ver gue terlambat dan sekarang dimana keberadaannya pun gue nggak tau."
"Bukan berarti kehidupan lo juga berenti disini kan.Ara nggak akan suka sama orang yang putus asa yan."
"Gue harap lo bisa bebas dari masa lalu lo dan mulai kehidupan baru." batin Vero
.
.
.
Vian hanya terdiam sejak pulang tadi perasaannya yang tengah campur aduk.
"Maaf Ra maaf,gue benci sama diri gue sendiri kenapa gue bisa bersikap kasar sama lo.Gue berharap bisa bertemu lagi sama lo dan memperbaiki sikap gue selama ini Ra."batin Vian.
.
.
.
THANK'S FOR READERS DAN JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAHH. 🙏🙏🙏
DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR 😊