Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Vero datang.



HAPPY READING ALL 💓


Satu bulan berlalu Ara sudah dapat merasakan kenyamanan di Singapura,hubungan pertemanannya dengan Leana yang sudah seperti saudari baginya.Dan kini Leana pun sudah tau tentang latar belakang Ara selama ini baik Leana ataupun Ara mereka sama sama saling menguatkan dalam kondisi apapun.


Selesai mata kuliah terakhir kedua sahabat itu pulang bersama,Leana meminta agar ia mengantar Ara ke apartemen.


"Lo kok gak kekunci ya?." Ara merasa bingung padahal ia ingat sekali ketika akan berangkat ke kampus keadaan pintu apartemen sudah terkunci.


Ara yang tak mau ambil pusing langsung masuk untuk mengecek keadaan didalam apartemen.


"Woi lo maling hah."teriak Ara ketika mendapati seseorang yang tengah duduk disofa dan membelakangi pintu apartemen.


Sontak mendengar suara Ara orang tersebut berbalik menghadap gadis tersebut.


"V-Vero." Air matanya langsung berlinang ketika melihat orang yang selama ini telah banyak membantunya.


"Hai Ra." Jawab Vero menampilkan senyumnya.


Tanpa mengeluarkan kata kata lagi Ara berlari mendekati Vero dan memeluk pria tersebut.


"Hwa gue kangen sama lo kenapa gak pernah kasih kabar hah." mengeratkan pelukannya.


"Sorry gue sibuk kemarin." jawabnya membalas pelukan Ara.


"Jadi lo lupain gue gara gara sibuk." Ara melepas pelukannya dengan raut wajah kesal.


"Mana mungkin gue bisa lupa sama lo Ra."


"Jadi ngapain kesini?.Mana tiba tiba lagi." ucap Ara kembali.


"Kok ngomong gitu,apa gue nggak boleh kesini Ra?". tanya Vero.


"Lagian siapa suruh nggak ngabarin selama ini." Ara bersedekap tangan.


"gue kangen sama lo jadi gue datang aja langsung kesini." jawab Vero.


"Nih buat lo." Vero memberikan sebuah paper bag yang berisi berbagai makanan manis kesukaan Ara.


"Hwa makasih A-bang."menarik paper bag kedalam genggamannya.


"Ha? lo bilang apa tadi?." tanya Vero


"Abang,gak boleh?" tanya Ara.


"Boleh kok." Vero tersenyum kembali melihat Ara yang kini tampak lebih bahagia.


"Jadi mulai sekarang gue manggil lo abang." Ara berlalu ke sofa dan memakan makanan yang dibawa Vero untuknya.


.


.


Sore harinya Vero mengajak Ara untuk pergi jalan jalan.


"Makasih Makasih Makasih banyak bang,lo udah banyak berkorban buat gue." ucap Ara.


"Gimana kabar Cerin?." tanya Ara.


"Selama lo pergi dia selalu nyariin lo kemanapun begitu juga sama Leon dan mereka juga sempat ngerasa kalo gue tau keberadaan lo."


"Apa mereka tau?" tanya Ara kembali.


"Mereka nggak tau,lo tenang aja."


"Dan...." ucap Ara ragu ragu.


"Vian?."Vero tau kalau Ara ingin menanyakan keadaan Vian.


Ara hanya mengangguk mengiyakan ucapan Vero.


"Dia udah sadar dari koma dan sekarang keadaannya baik baik aja Ra"


"Jadi Vian udah sadar." ucap Ara.


"iya tapi..."


"Kenapa?apa ada hal lain" Ara merasa bingung apa yang ingin dikatakan Vero.


"Dia khawatir sama lo Ra."


Ara tersenyum pahit saat mendengar perkataan Vero.


"Mana mungkin di khawatir sama gue." ucap Ara.


"Emang itu kenyataannya Ra,setelah sadar dan membaca surat dari lo dia terlihat tidak rela akan kepergian lo.Bahkan dia juga cari lo ke rumah dan tempat kerja."


"Dan dia udah menyadari perasaannya sama lo dan semua sikap kasarnya selama ini." ucap Vero kembali.


"Gue nggak tau harus berekspresi apa setelah mendengar semua ini." jawab Ara.Ia terdiam sembari mencerna ucapan Vero barusan.Apakah benar Vian mencarinya?.itu lah pertanyaan yang mengganjal dipikiran Ara saat ini.


"Apa lo mau ngasih tau mereka dimana lo tinggal saat ini?." tanya Vero.


"Gue belum mau ngasih tau itu biar waktu yang tepat tiba buat mereka tau." ujarnya.


Mereka kembali jalan jalan dan saling bercerita apa saja yang telah terjadi di lingkungan mereka selama ini.


.


.


.


Hallo gays.Tolong Like dan Vote nya yahh.🙏🙏


Makasih readers. 🤗


Dan tolong follow ig author ya😊💕


IG : denyputriyoanda34