
"Ra kamarin lo diantar pulang sama Vian kan"ucap Cerin yang batu sampai dikelas.
"Cerin bikin gue kaget aja"balas Ara.
"ish Ra jawab buruan"ucap Cerin.
"iya kemarin dia anterin gue pulang.lo tau dari mana Rin perasaan gue nggak ada chat lo kemarin".tanya Ara.
"Gue sama Leon nggak sengaja liat lo kemarin di boncengi Vian kegang rumah lo."ucap Cerin.
"oh,eh tunggu tadi lo bilang Lo sama Leon?"tanya Ara.
"kok bisa Rin lo berdua pacaran?"tanya Ara lagi.
"hehe sebenarnya udah 1 minggu gue pacaran sama Leon Ra."ucap Cerin dengan cengengesan.
"Cerin kok lo nggak cerita sama gue,aa tega lo"balas Ara.
"bukan gitu Ra,gue mau cerita tapi belom sempet aja"ujar Cerin.
"oh ya kembali lagi sama pertanyaan gue tadi,apa Vian udah nembak lo Ra?"tanya Cerin.
"ish bukan,sikapnya aja masih sama cuman ya gue kemarin juga kaget dia nawarin tumpangan ke gue"balas Ara.
"berarti lo cuman nunggu sebentar lagi deh Ra,kayaknya Vian bakalan nerima perasaan lo"ucap Cerin lagi.
"Semoga Aja"ujar Ara.
.
.
.
Cerin dan Ara yang hendak melangkah kegerbang sekolah berhenti karena suara panggilan dari seseorang dibelakang mereka.
"Rin pulang bareng yuk"ucap Leon kepada Cerin.
"Ayuk,Ra maaf ya gue pulang duluan"ujar Cerin.
"hati hati ya"balas Ara.
"yan,per gue duluan ya"ucap Leon kepada Vian dan Vero dan melajukan motornya.
"Ra nanti jadikan temenin gue"tanya Vero.
"iya jadi"ucap Ara.
"Kok Vian langaung pergi"ucap Ara.
"Biarin aja Ra dia emang gitu"
"Oh ya,gue boleh mintak no lo nggak Ra.Udah lama kenal sama lo tapi nggak punya no lo."ucap Vero sembari memberikan ponselnya.
"Boleh"Ara mengetikkan no nya.
"Nanti gue jemput ya Ra,lo tunggu dicafe aja"ucap Vero.
"iya"
"mau bareng nggak Ra"tanya Vero.
"nggak usah,gue mau ke supermarket dulu sebelum ke cafe.lo duluan aja"balas Ara.
"oke sampai jumpa nanti Ra"Vero melajukan motornya sembari mengejar Vian yang telah menjauh dari keberadaannya.
.
.
Kini Vero dan Leon sedang berada dirumah Vian.Mereka sibuk dengan ponsel masing masing dan hanya terdengar beberapa kali percakapan diantara mereka.
"yan,le gue pulang dulu ya"ucap Vero.
"Eh cepet amat Per baru aja ngumpul disini."ucap Leon
"Lo mau kemana Ver"tanya Vian.
"Gue ada janji sama Ara,gue duluan ya"Vero melangkahkan kaki nya keluar,ia tidak pamit dengan mama Vian karena sedang tidak dirumah.
"Yan lo ngak papa kan kalo Vero jalan sama Ara."tanya Leon selepas Vero meninggalkan mereka.
"kenapa lo nanya gitu"Vian bertanya balik.
"ya ngak papa,gue kira lo udah ada perasaan gitu sama Ara.Kemarin aja gue liat lo anterin Ara pulang."ujar Leon dan membuat Vian kesal.
"Gue nganterin dia pulang bukan karena gue punya perasaan sama dia,gue cuma kasian dan nggak lebih.Dan gue nggak peduli mau dia jalan sama siapa karena itu bukan urusan gue."ucap Vian panjang lebar.
"kok lo kek kesal gitu Yan,beneran nih nggak cemburu"ucap Leon lagi.
"nggak guna gue cemburu karena dia perempuan yang gue benci."jawab Vian.
"Huft inget bro benci sama cemburu itu beda tipis.kalo lo benci lo bakal marah marah,kalo cemburu lo juga bakal marah marah bro."ucap Leon.