
Hari ini semua siswa kelas 12 SMA Angkasa melaksanakan ujian untuk kelulusan mereka.Waktu yang tinggal satu setengah bulan lagi dan mereka akan dinyatakan selesai bersekolah disana.
Vian yang kini sering terlihat kesal saat Vero mendekati Ara,namun Ara tidak memperhatikan itu.Ya Ara memang mencintai Vian namun kedekatannya dengan Vero hanya dianggap sebagai teman semata.
"Baiklah waktu kalian tinggal 10 menit lagi,periksa lagi jawaban kalian dengan teliti"
Ucap pengawas ujian.
"Ra lo udah selesai belom?"tanya Cerin
"Udah"balas Ara.
Jam ujian telah selesai Ara dan Cerin yang berniat untuk pulang mengehentikan langkahnya saat Vero yang memanggil nama Ara.
"Ra gimana ujiannya?"tanya Vero yang menghampiri mereka bersama dengan Leon dan Vian.
"lancar kok"jawab Ara dengan sedikit senyum.
"Ra lo pulang bareng gue ya,pokoknya lo nggak boleh nolak"Ara melirik sekilas ke arah Vian dan mengangguk.
"Rin kamu bareng sama aku ya"ucap Leon
"iya"Balas Cerin.
Sementara itu Vian yang merasa panas saat melihat Vero menggandeng tangan Ara langsung pergi tanpa mengatakan apapun.
"Eh yan.Lo mau kemana"teriak Leon
"Dia kenapa?"tanya Cerin
"Mungkin cemburu kali"Celetuk Leon yang membuat mata Ara membulat
"Biarin aja,ayok kita pulang"ajak Vero.
.
.
.
Ara masuk kedalam Cafe dan memulai aktifitasnya seperti biasa.Beberapa pesanan telah diantar.
Ara membuka ponselnya dan melihat ada beberapa pesan baru.
"Hai Ra."
"Nanti malam sibuk nggak?"
"Gue mau ngajak lo jalan bentar, ada yang mau gue omongin" chat Vero.
^^^"Emang mau kemana Ver" tanya Ara^^^
"mau ngajak ketaman sambil omongin
sesuatu" balas Vero.
^^^"oke Ver"^^^
Selesai membereskan semuanya,ia berjalan menuju meja Eza.
"Woi"menepuk pundak Eza.
"Ara kambing lo"kagetnya.
"ape lo bilang,pen ditimpuk sepatu tu mulut"ucap Ara.
"Sorry ra,gue kaget.Lo ngapain kesini?"tanya Eza.
"Bener bener lo ya,emang gaboleh gitu gue kesini"ucap Ara.
"Lo udah punya pacar Za?"Ara mengintip chat wa Eza.
"udah hehe"
"ih lo gitu punya pacar nggak cerita gitu"ujar Ara.
"Baru 3 hari Ra,nanti gue kenalin.Oh ya lo gimana dah berhasil belom luluhin batu es"tanya Eza.
"Belom,lagi usaha"
"Perasaan dari kemarin usaha mulu,kayaknya sampai lebaran monyet bakal kayak gitu aja tuh"celetuk Eza.
"Diem tuh mulut mau gue sambit ha."balas Ara.
"dih sensi amat neng,canda atuh"cengengesan
"dahlah gue mau pulang dulu,pen cakar orang kalo lama lama deket lo"
"Hati hati beb"teriak Eza yang tengah terbahak melihat Ara yang kesal.
.
.
.
~ ***VERO*** ~
"Ra.Lo dah siap?"
"gue udah didepan rumah lo" chat Vero.
^^^"bentar gue ambil tas dulu"^^^
Motor Vero sedang melaju ke taman yang pernah ia kunjungi bersama Ara waktu itu.
20 Menit mereka sampai.
"Loh,ini kan taman waktu itu"sambil turun dari motor.
"iya.gue ngajak lo kesini karena waktu itu lo seneng banget liat taman ini"balas Vero.
"Yaudah yok beli ice cream buat lo dulu"Ajak vero
"Iya"balas Ara
........
Mereka telah duduk disebuah kursi taman,suasana taman yang terlihat agak ramai pengunjung.
"Ver katanya ada yang pengen lo omongin"Ara menggigit ice Cream yang berada ditangannya.
"gue ngajak lo kesini pengen ngilangin bosen karena seminggu ini sibuk sama ujian.Tapi ada satu lagi sih"
"Minggu besok Vian ulang tahun,mungkin lo mau ngasih kejutan buat Vian"ucap Vero.
"beneran ver?"tanya Ara.
"iya dan gue juga perhatiin selama ini tiap kali gue deket sama lo raut wajahnya langsung berubah dan mungkin dia mulai suka sama lo.Tapi yang gue heranin sikap dia nggak pernah berubah"ucap Vero.
"Apa mungkin kalo gue ngasih hadiah dia bakal bisa ngerespon gue dengan baik ya Ver"ucap Ara dengan wajah berharap.
"gue juga nggak tau Ra tapi mungkin aja"
"gue kasihan liat lo Ra,semoga lo nggak sakit hati nantinya" batin Vero.