
Sore ini Cafe Permata tampak sangat ramai,para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu weekend bersama keluarga mereka.Seketika terbesit dihati Ara perasaan iri dengan anak anak perempuan yang tengah tertawa bahagia bersama kedua orang tuanya tapi dengan sekejap Ara mengembalikan perasaannya agar tidak larut dengan kesedihan dan bagaimanapun juga ia sedang dalam waktu kerja.
Satu persatu piring berisi pesanan sudah diletakkan ditempat masing masing pemesan,Ara kembali ke belakang untuk beristirahat sebentar sembari menunggu pesanan berikutnya siap.
"huft capek juga ternyata bolak balik dapur ke meja pengunjung belom lagi urusan percintaan gue yang miris,gini banget sih nasib gue jadi bingung pen nangis atau ketawa" batin Ara.
Skip rumah Ara.
Seperti biasa Ara yang sedang fokus dengan tugas tugas sekolahnya yang akan segera dikumpul besok,Ara yang memang dikenal sebagai seorang perempuan pintar akan mudah saja bagi ia menjawab pertanyaan dari materi yang diajarkan di sekolah dan tak jarang pula buku latihannya akan berpindah ke meja lain saat dirinya baru sampai dikelas.
Setelah 1 jam bersama buku bukunya,Ara kembali ke kasur dan mengotak atik ponselnya sembari menghilangkan sedikit rasa bosan.
.
.
.
.
Saat ini para siswa kelas 12 sedang berkumpul dia aula,tadi saat jam pelajaran akan dimulai Ketos mengumumkan untuk segera berkumpul karena akan ada informasi yang ingin disampaikan.
"Baiklah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Saya menyuruh Ketos mengumpulkan kalian semua disini karena ada beberapa informasi yang akan disampaikan,yang pertama minggu besok kita akan mengadakan acara bantuan untuk masyarakat yang kekurangan di sebuah desa dan disini kalian semua diwajibkan untuk ikut dalam kegiatan tersebut dan untuk acara bantuan itu kalian akan di bagi menjadi beberapa kelompok dan pastinya akan diacak,untuk pembagian tersebut nanti akan disampaikan oleh ketua osis".Ucap kepala Sekolah SMA Angkasa.
Sontak saja kiara yang mendengar namanya satu kelompok dengan Vian membelalakkan matanya,perasaannya menjadi bahagia bisa bersama dengan Vian walaupun dia tau bagaimana nantinya reaksi Vian kepada dia,tapi ntahlah kiara sendiri bingung sepertinya perasaannya kepada Vian semakin hari semakin besar.
"Hwa Kiara gue satu kelompok ama Aa Leon"Cerin yang kegirangan seperti orang yang baru mendapat uang sekoper
pletak.
"ish cerin lo kok lama-lama kayak orang gila,jadi takut gue buat deket deket ama lo"tutur Ara
"Kiara lo bisa ngak sih jangan jentik kening gue terus,gue bukan gila tapi mengungkapkan ekspresi kan nanti gue bisa pendekatan gitu sama Leon"sembari senyum senyum kepada Ara
"hm gitu nih kalo udah soal leon gue dilupain,kita juga sekelompok emang lo gak seneng"ucapa Ara
"hehe seneng sih kan lo bestienya gue,oh ya Ra kita juga sekelompok ama Vian kan?lo gak seneng ra"tanya Cerin yang mengingat nama anggota kelompoknya.
"ya seneng sih,tapi gue ngak tau gimana reaksinya kalo ketemu sama gue"balas Ara
"itu juga yang gue pikirin Ra,nanti lo dibuat sakit hati lagi sama dia kalo ngak lo jangan nyimpan perasaan buat dia lagi deh kan masih banyak cowok lain Ra"ucap Cerin.
"tapi gue udah terlanjur sayang sama dia Ra,gue juga gak tau kenapa perasaan gue ke dia semakin besar padahal tiap gue ketemu bukannya balasan baik malah makian dari dia yang gue dapet"Ara yang juga heran mengapa dia tidak bisa melupakan Vian.